The Strange Man is Naked in The Mirror: "Purwito si Manusia Aneh Telanjang Depan Cermin" (Bagian: 2/1)
(Akibat Cermin Manipulasi, Purwito Kehilangan Konsentrasi Menuju Frustasi)
Kebiasaan buruk seperti berdusta, mencaci-maki, meremehkan, menghina, manipulasi, gegabah dll telah menjadi perhiasaan terindah bagi pemilik situs "tukpencarialhaq" yang bernama Purwito alias Abdul Ghofur -semoga Allah memberinya petunjuk untuk kembali ke jalan yang benar-. Purwito hanyalah orang awam yang tidak mengerti seluk-beluk perincian ilmu agama, sehingga tidaklah mengherankan jika tulisan-tulisannya sangat rapuh dan jauh dari bobot ilmiah. Tapi keadaan itu tidak menyadarkan dirinya, bahkan ia berbangga dan merasa tulisan-tulisannya sangat ilmiyyah dengan penyajian bukti-bukti "screenshoot murahan", padahal hanyalah "bukti" untuk melampiaskan hawa nafsu dan sebagai bentuk legalitas atas tuduhan kejinya walaupun ga nyambung. Oh betapa indahnya igauan itu....
Penjelasan kami tentang tuduhan serampangan Purwito dan kebiasaan buruknya, ternyata tidak bermakna baginya dan justru menjadi motivasi bagi dirinya untuk nekad berbuat kekejian berikutnya (na'udzubillah). Jika seorang yang tidak memiliki pondasi ilmu agama yang kokoh sibuk mengurusi problematika yang bukan kapasitasnya berbicara di situ, maka dengan sangat mudah ia akan tergelincir dan terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan hina yang dikendalikan oleh hawa nafsu tanpa merasa berdosa sedikitpun.
Segala bentuk tuduhan jika telah dilontarkan oleh Purwito, maka sudah pasti benar dan tidak boleh diganggu gugat, walaupun orang yang dituduh telah menjelaskan berbagai-macam bentuk manipulasi dalam tuduhan-tuduhan si penuduh, sehingga kami tidak heran dengan sikap Purwito yang sering mengigau dalam banyak artikelnya seakan-akan dirinya seorang "pembawa wahyu" yang tidak mungkin salah dan keliru, walaupun pada hakikatnya ia hanya bermimpi.
Sebagai contoh konkrit, para pembaca bisa membaca dalam artikelnya berikut ini: http://tukpencarialhaq.com/2014/05/13/tedo-hartono-pelita-sunnah-telanjang-bulat-di-panggung-sejarah-2-bermahkotakan-dusta-fitnah-untuk-menutupi-bukti-kedustaannya-yang-terkuakkan/
Perhatikan judulnya:
"Bermahkotakan dusta fitnah untuk menutupi bukti kedustaannya yang terkuakkan"
Ane (Tedo Hartono) katakan:
Gerombolan Luqman Ba'abduh cs melalui jongosnya bernama Purwito dalam situs setan "tukpencarialhaq" memiliki banyak "Mahkota", dan jenisnya pun berbeda-beda. Ada "Mahkota Dusta", "Mahkota MLM", "Mahkota Kadzdzaab", "Mahkota Pendusta Besar", "Mahkota Telanjang Bulat", "Mahkota Tamyi'", "Mahkota Mufty Maros", "Mahkota Bunglon", "Mahkota Bangkrut", dan mahkota-mahkota lainnya Semua mahkota itu akan diberikan secara gratis dan penuh kedzoliman, cara mendapatkannya pun mudah, cukup membongkar dan menjelaskan kepada ummat tentang kejahatan dan kebobrokan Luqman Ba'abduh cs.
Gerombolan Luqman Ba'abduh cs melalui jongosnya bernama Purwito dalam situs setan "tukpencarialhaq" memiliki banyak "Mahkota", dan jenisnya pun berbeda-beda. Ada "Mahkota Dusta", "Mahkota MLM", "Mahkota Kadzdzaab", "Mahkota Pendusta Besar", "Mahkota Telanjang Bulat", "Mahkota Tamyi'", "Mahkota Mufty Maros", "Mahkota Bunglon", "Mahkota Bangkrut", dan mahkota-mahkota lainnya Semua mahkota itu akan diberikan secara gratis dan penuh kedzoliman, cara mendapatkannya pun mudah, cukup membongkar dan menjelaskan kepada ummat tentang kejahatan dan kebobrokan Luqman Ba'abduh cs.
Kembali kepada inti pembahasan,
Ternyata, Purwito semakin kehilangan konsentrasi dan mulai frustasi dari kegagalannya pada episode pertama, sekarang ia memasuki babak kedua untuk bangkit meyakinkan(baca: mengelabui) para pembaca agar mencocoki hawa nafsunya. Dalam babak kedua ini, berhasilkah Purwito memenuhi hasratnya? Mari kita simak penjelasannya berikut ini:
Dalam pendahuluannyaPurwito berkata:
" Walaupun engkau bisa menyembunyikan wajahmu dan jati dirimu berlapiskan seribu nama palsu sekalipun dan hanya diketahui kawan-kawan dekatmu wahai Tedo dan Pelita Sunnah tetapi kalian tidak kan bisa menghindar dari perhitungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala."
" Walaupun engkau bisa menyembunyikan wajahmu dan jati dirimu berlapiskan seribu nama palsu sekalipun dan hanya diketahui kawan-kawan dekatmu wahai Tedo dan Pelita Sunnah tetapi kalian tidak kan bisa menghindar dari perhitungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala."
Bantahan:
Apakah engkau pernah menampakkan wajahmu? Siapa jati dirimu? Dengan memakai nama (Tedo Hartono) ini pada akun facebook, kok dikatakan seribu nama? Mampukah dirimu mendatangkan bukti kalau Ane berlapis seribu nama? Apakah engkau tidak takut kepada Allah dengan berbagai macam tuduhanmu itu?
Tenang saja engkau di sana kawan,
Denganmu Aku tak gentar untuk sebuah perhitungan,
Di hadapan Allah kan Aku pertanggungjawabkan,
Allah sebaik-baik pembalas setiap amalan.
Apakah engkau pernah menampakkan wajahmu? Siapa jati dirimu? Dengan memakai nama (Tedo Hartono) ini pada akun facebook, kok dikatakan seribu nama? Mampukah dirimu mendatangkan bukti kalau Ane berlapis seribu nama? Apakah engkau tidak takut kepada Allah dengan berbagai macam tuduhanmu itu?
Tenang saja engkau di sana kawan,
Denganmu Aku tak gentar untuk sebuah perhitungan,
Di hadapan Allah kan Aku pertanggungjawabkan,
Allah sebaik-baik pembalas setiap amalan.
Purwito berkata:
" @ Kang Tedo: Kemana Saja Dua Tahun ini? Kok Baru Sekarang Nongol Menjadi Pahlawan Kesiangan Menuntut Bukti?Sebelum membeber bukti-bukti kebohongan, tipu daya dan fitnahan kejinya, kami akan menolong dulu memenuhi permintaan Kang Tedo Hartono yang menginginkan untuk cepat dijawab. Walaupun secara momentum, sebenarnya acara tuntutan yang digagas Kang Tedo ini SUDAH KAMI PENUHI DUA TAHUN YANG LALU SEBELUM KANG TEDO MENUNTUTNYA DI HARI-HARI INI. Sejarah telah lama tertoreh dan baru hari-hari ini dia sekonyong-konyong datang meminta bukti. Tetapi biarlah, jika hal ini bisa menjadikannya bergembira ria."
" @ Kang Tedo: Kemana Saja Dua Tahun ini? Kok Baru Sekarang Nongol Menjadi Pahlawan Kesiangan Menuntut Bukti?Sebelum membeber bukti-bukti kebohongan, tipu daya dan fitnahan kejinya, kami akan menolong dulu memenuhi permintaan Kang Tedo Hartono yang menginginkan untuk cepat dijawab. Walaupun secara momentum, sebenarnya acara tuntutan yang digagas Kang Tedo ini SUDAH KAMI PENUHI DUA TAHUN YANG LALU SEBELUM KANG TEDO MENUNTUTNYA DI HARI-HARI INI. Sejarah telah lama tertoreh dan baru hari-hari ini dia sekonyong-konyong datang meminta bukti. Tetapi biarlah, jika hal ini bisa menjadikannya bergembira ria."
Bantahan:
Emangnya kalau ke mana-mana Ane harus lapor ke ente gitu? kenapa Ane harus jadi pahlawan kesiangan? Bukankah tulisan bantahanmu(baca: kedustaan) terhadapku baru muncul belakangan ini? Yah wajar dong jika Ane minta buktinya sekarang, tidak perlu ke-GE-ER-an dengan situs sampahmu itu, karena masih banyak tulisan para ulama dalam kitab-kitab mereka yang belum Ane baca sehingga ga punya waktu untuk singgah di situsmu, kenapa juga Ane harus habisin waktu baca situs sampah? Tapi karena ente sudah keterlaluan mencoreng "Dakwah Salafiyyah", maka Ane terpanggil untuk membantah dan menjelaskan kebodohan ente, fahimta?
Emangnya kalau ke mana-mana Ane harus lapor ke ente gitu? kenapa Ane harus jadi pahlawan kesiangan? Bukankah tulisan bantahanmu(baca: kedustaan) terhadapku baru muncul belakangan ini? Yah wajar dong jika Ane minta buktinya sekarang, tidak perlu ke-GE-ER-an dengan situs sampahmu itu, karena masih banyak tulisan para ulama dalam kitab-kitab mereka yang belum Ane baca sehingga ga punya waktu untuk singgah di situsmu, kenapa juga Ane harus habisin waktu baca situs sampah? Tapi karena ente sudah keterlaluan mencoreng "Dakwah Salafiyyah", maka Ane terpanggil untuk membantah dan menjelaskan kebodohan ente, fahimta?
Harusnya ketika di episode pertama ente langsung bawakan link rekaman yang berjudul "Aqidah Hindu" itu, karena ente ga bawa yah wajar jika Ane minta rekamannya. Masa' dengan mengatakan "tolong bawakan" aje ente ke-GR-an seakan-akan telah menolong Ane sejak dua tahun lalu? Apa kata dunia?
Di sisi lain, Ane pribadi sengaja bertanya, karena judul asli rekaman dauroh itu bukan "Aqidah Hindu", dan yang benar judulnya adalah "Al-Hiwaar ma'al Hinduus"( Dialog bersama Hindu), kalau ente ngerti bahasa Arab insyaAllah ente bisa membedakan antara dua judul itu kan?
Ga usah susah-susah download dari arsipmu yang sering "error", di sini rekaman seminar itu lengkap dari hari pertama sampai terakhir:
https://archive.org/details/SeminarOnInterfaithDialogue
Ga usah susah-susah download dari arsipmu yang sering "error", di sini rekaman seminar itu lengkap dari hari pertama sampai terakhir:
https://archive.org/details/SeminarOnInterfaithDialogue
Isi rekaman itu pernah beliau sampaikan pada seminar "Hiwaar Al-Adyaan"(dialog agama-agama), yang diselenggarakan oleh Yayasan Ilmiyyah Arab Saudi Untuk Ilmu-Ilmu Akidah bekerjasama dengan Universitas Islam Madinah, pada tahun 24-27 Rabiul Awwal tahun 1430 Hijriyyah (tahun 2009 yang lalu) -sekitar lima tahun yang lalu- di Universitas Islam Madinah. Didalamnya beliau diundang sebagai narasumber untuk menjelaskan tentang Agama Hindu, dan penjelasannya dari kitab beliau yang berjudul "Adyaan Al-Hindu Al-Kubro"(kalau ga salah), kalau ente mau konsisten mengikuti ulama, harusnya Luqman Ba'abduh juga punya kitab khusus karyanya sendiri tentang akidah seperti perbuatan Asy-Syaikh Dhiyaaurrahman Al-A'zhomiy hafidzahullah. Dari sisi ini aje, beda tuh antara beliau dengan Luqman Ba'abduh! Perbedaannya sangat jauh!
Pertanyaannya adalah;
Pertanyaannya adalah;
"Apakah bosmu Luqman Ba'abduh punya penelitian khusus tentang akidah dalam bentuk buku?"
"Apakah engkau ikuti seminar itu? Samakah dauroh itu dengan isi daurohnya Luqman Ba'abduh?"
"Sudahkah engkau mendengarkan rekaman itu hingga selesai?"
Perhatikan juga , dauroh itu diadakan di salah satu markas ilmu kota Madinah yaitu Universitas Islam Madinah, berbeda dengan Luqman Ba'abduh yang sok membahas Al-Jarh wa At-Ta'diil di tempat umum, padahal isinya mengghibahi saudaranya sendiri. Sehingga tidak sedikit orang yang kebingungan.
Apakah Purwito ingin menyamakan seorang dai Ahlussunnah dengan seorang hindu? Ataukah Purwito hanya asal-asalan mencatut nama ulama untuk membela bosnya Luqman Ba'abduh? Silakan dipilih!
Apakah Purwito ingin menyamakan seorang dai Ahlussunnah dengan seorang hindu? Ataukah Purwito hanya asal-asalan mencatut nama ulama untuk membela bosnya Luqman Ba'abduh? Silakan dipilih!
Abdullah Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:
: "ما أنت بمحدِّثٍ قوماً حديثاً لا تبلغه عقولهم إلا كان لبعضهم فتنة". [رواه مسلم في مقدمة الصحيح].
"Tidaklah engkau berbicara kepada suatu kaum dengan sebuah pembicaraan yang tidak dimengerti oleh akal-akal mereka, melainkan perkara itu akan menjadi fitnah bagi sebagian mereka". (Muslim dalam Muqoddimah Shahihnya).
Purwito berkata:
"Gambar 3. Screenshot Sejarah telah lama tertoreh. Bukti bahwa kami sudah menolongnya pada tanggal 25 April 2012, dua tahun yang lalu sebelum kang Tedo meminta tolong tahun 2014 ini."
"Gambar 3. Screenshot Sejarah telah lama tertoreh. Bukti bahwa kami sudah menolongnya pada tanggal 25 April 2012, dua tahun yang lalu sebelum kang Tedo meminta tolong tahun 2014 ini."
" Dan kami ulangi lagi untuk membuktikan bahwa kami telah menolong Kang Tedo sebelum dirinya meminta tolong pada kami tahun 2014 ini dengan menampilkan bukti tersebut pada tanggal 31 Maret 2013, SATU TAHUN YANG LALU pada makalah:Fatwa Ulama’ Tentang Hukum Karma."
Bantahan:
Sekali lagi Ane ulangi, kalau ente mau konsisten mengikuti ulama, harusnya Luqman Ba'abduh juga punya kitab khusus karyanya sendiri tentang akidah seperti perbuatan Asy-Syaikh Dhiyaaurrahman Al-A'zhomiy hafidzahullah. Dari sisi ini aje, beda tuh antara beliau dengan Luqman Ba'abduh! Perbedaannya sangat jauh! Jauh banget gitu loh!
Sekali lagi Ane ulangi, kalau ente mau konsisten mengikuti ulama, harusnya Luqman Ba'abduh juga punya kitab khusus karyanya sendiri tentang akidah seperti perbuatan Asy-Syaikh Dhiyaaurrahman Al-A'zhomiy hafidzahullah. Dari sisi ini aje, beda tuh antara beliau dengan Luqman Ba'abduh! Perbedaannya sangat jauh! Jauh banget gitu loh!
Purwito berkata lagi:
"Adapun nama file para ulama lainnya berikut keterangan durasinya adalah sebagai BONUS TAMBAHAN untuk membuktikan bahwa para ulama yang lainnyapun terbukti memiliki pembahasan khusus manhaj seperti halnya Asy Syaikh Muqbil rahimahullah yang mereka ingkari:Pertama, para masyaikh tersebut tidak ada yang membatasi berbicara tentang kelompok menyimpang selama LIMA BELAS MENIT/SEPEREMPAT JAM SAJA!! Dan pembuktian ini tidak ada kaitannya dengan bab mengqiyaskan seorang Luqman dengan 8 ulama Ahlussunnah tersebut sebagaimana tuduhan dan pemahaman Kang Tedo yang rusak parah, sama sekali tidak ada! Bahkan ini adalah bukti bahwa thariqah, manhaj yang ditempuh oleh para ulama Ahlussunnah adalah sama dalam menyikapi orang-orang/kelompok sesat dan menyimpang, mereka memiliki pembahasan khusus dalam masalah manhaj dan para ulama Ahlussunnah tersebut dari dahulu tidak ada yang mengebiri Ahlussunnah dengan memberikan batasan waktu dalam berbicara selama seperempat jam saja.Lihatlah lagi wahai Tedo Hartono bukti yang kami hadirkan bahwa Asy Syaikh Muqbil rahimahullah benar-benar berbicara manhaj secara khusus (dan tanpa membatasi waktunya seperempat jam!"
"Adapun nama file para ulama lainnya berikut keterangan durasinya adalah sebagai BONUS TAMBAHAN untuk membuktikan bahwa para ulama yang lainnyapun terbukti memiliki pembahasan khusus manhaj seperti halnya Asy Syaikh Muqbil rahimahullah yang mereka ingkari:Pertama, para masyaikh tersebut tidak ada yang membatasi berbicara tentang kelompok menyimpang selama LIMA BELAS MENIT/SEPEREMPAT JAM SAJA!! Dan pembuktian ini tidak ada kaitannya dengan bab mengqiyaskan seorang Luqman dengan 8 ulama Ahlussunnah tersebut sebagaimana tuduhan dan pemahaman Kang Tedo yang rusak parah, sama sekali tidak ada! Bahkan ini adalah bukti bahwa thariqah, manhaj yang ditempuh oleh para ulama Ahlussunnah adalah sama dalam menyikapi orang-orang/kelompok sesat dan menyimpang, mereka memiliki pembahasan khusus dalam masalah manhaj dan para ulama Ahlussunnah tersebut dari dahulu tidak ada yang mengebiri Ahlussunnah dengan memberikan batasan waktu dalam berbicara selama seperempat jam saja.Lihatlah lagi wahai Tedo Hartono bukti yang kami hadirkan bahwa Asy Syaikh Muqbil rahimahullah benar-benar berbicara manhaj secara khusus (dan tanpa membatasi waktunya seperempat jam!"
Bantahan:
Sebenarnya siapa sih yang pemahamannya rusak parah? Bukankah Ane sudah jelaskan pada episode pertama dengan mengatakan:
Sebenarnya siapa sih yang pemahamannya rusak parah? Bukankah Ane sudah jelaskan pada episode pertama dengan mengatakan:
" Kalimat "seperempat jam lima belas menit" -dalam membantah dan menjelaskan penyimpangan- menurut Ane bersifat relatif dan hanya perumpamaan bahwasanya para ulama itu lebih banyak sibuk dengan ilmu jika dibandingkan dengan bantah-membantah dan menjelaskan penyimpangan (walaupun itu bagian dari ilmu). Keadaan delapan ulama yang kalian sebutkan itu berbeda dengan Luqman Ba'abduh yang hanya sibuk mengurusi masalah manhaj atau fitnah, sampai-sampai ia mengklaim dirinya sedang berbicara masalah "Al-Jarh wa At-Ta'diil", padahal Luqman Ba'abduh tidak memiliki pelajaran-pelajaran yang bersifat ilmiyyah sebagaimana para ulama yang kalian sebutkan."?
Kok Purwito ga bisa paham sih?
Para ulama berbicara tentang penyimpangan sekaligus bantahannya tidak sebanding dengan pelajaran-pelajaran ilmu mereka yang jauh lebih banyak, oleh karena itu Ane katakan hal itu bersifat "relatif" dan kalimat "seperempat jam lima belas menit" hanya "perumpamaan" bahwasanya para ulama itu lebih banyak sibuk dengan ilmu jika dibandingkan dengan bantah-membantah dan menjelaskan penyimpangan (walaupun itu bagian dari ilmu) dan bukan sebagai bentuk pembatasan.
Tapi karena pemahaman Purwito yang rusak parah, akhirnya ia menggambarkan kepada para pembaca bahwa kami mengingkari pembahasan manhaj atau tentang penyimpangan dan mengatakan kami membatasi seperempat jam, hasil adopsi kebiasaan buruk tuannya Luqman Ba'abduh.
Tapi karena pemahaman Purwito yang rusak parah, akhirnya ia menggambarkan kepada para pembaca bahwa kami mengingkari pembahasan manhaj atau tentang penyimpangan dan mengatakan kami membatasi seperempat jam, hasil adopsi kebiasaan buruk tuannya Luqman Ba'abduh.
Adapun ucapan Ane (Tedo Hartono) yang berbunyi:
"Anehnya, di antara deretan ulama yang kalian sebutkan, nama Asy-Syaikh Utsman As-Saalimiy hafidzahullah juga kalian cantumkan. Sedangkan beliau dan Asy-Syaikh Abdullah Al-Mar'iy hafidzahumallah ada dalam "jalsah di bandara"yang sedang dibantah oleh Luqman Ba'abduh dalam dauroh Slipi-nya! (Bukankah ini kontradiksi wahai saudara Purwito?)"
"Anehnya, di antara deretan ulama yang kalian sebutkan, nama Asy-Syaikh Utsman As-Saalimiy hafidzahullah juga kalian cantumkan. Sedangkan beliau dan Asy-Syaikh Abdullah Al-Mar'iy hafidzahumallah ada dalam "jalsah di bandara"yang sedang dibantah oleh Luqman Ba'abduh dalam dauroh Slipi-nya! (Bukankah ini kontradiksi wahai saudara Purwito?)"
Ane maksudkan adalah; bahwa Asy-Syaikh Utsman As-Saalimiy hafidzahullah memberikan nasehat tapi dibantah oleh Luqman Ba'abduh dalam "dauroh Slipi", sedangkan Purwito membawakan nama Asy-Syaikh Utsman As-Saalimiy hafidzahullah dalam contoh di antara deretan para ulama yang membahas pembahasan manhaj atau penyimpangan sekaligus bantahannya. Kenapa demi membela Luqman Ba'abduh, Purwito sebutkan pula nama Asy-Syaikh Utsman As-Saalimiy hafidzahullah? Sedangkan nasehat beliau (Asy-Syaikh Utsman As-Saalimiy hafidzahullah) sendiri dibantah oleh Luqman Ba'abduh? Sikap ini yang Ane maksudkan kontradiksi dari perbuatan Purwito, dengan kata lain "mengambil yang sesuai dengan hawa nafsunya". Kemudian dengan gagahnya Purwito mengatakan:
"Na'am, memang saya sengaja menyisipkan contoh bukti file Syaikh Utsman As-Salimiy lengkap berikut durasinya :00:48:08 menit. Dan aku tidak menyangka bahwa dirimu mau bersikap jujur untuk menyatakannya kotradiksi"
Ane (Tedo Hartono) katakan:
Subhaanallah! Betapa sombong dan bodohnya dirimu wahai Purwito!
Ane maksudkan bahwa dirimulah yang kontradiksi bukan Asy-Syaikh Utsman As-Saalimiy hafidzahullah! Tapi karena kebodohan dan kesombongan serta rusaknya pemahamanmu, maka dengan beraninya engkau menjatuhkan kehormatan beliau hafidzahullah, dirimu memang persis dengan Luqman Ba'abduh! Luar biasa!
Ane maksudkan bahwa dirimulah yang kontradiksi bukan Asy-Syaikh Utsman As-Saalimiy hafidzahullah! Tapi karena kebodohan dan kesombongan serta rusaknya pemahamanmu, maka dengan beraninya engkau menjatuhkan kehormatan beliau hafidzahullah, dirimu memang persis dengan Luqman Ba'abduh! Luar biasa!
Tidak ada kontradikssi antara nasehat Asy-Syaikh Utsman As-Salimiy hafidzahullah dan muhadhorohnya yang berisi tentang manhaj atau membantah penyimpangan, nasehat-nasehat mereka(para ulama) sedikitpun tidak menafikan pembahasan manhaj sama sekali.
Akan tetapi mau bagaimana lagi? Kalau hawa nafsu, kebodohan dan kesalahpahaman sudah menjadi perhiasan diri, nasehat pun sudah tak berguna lagi.
Adakah di antara Salafiyyun yang mau mengambil pelajaran dari sikap Purwito ini?
Allahul Musta'aan.
Akan tetapi mau bagaimana lagi? Kalau hawa nafsu, kebodohan dan kesalahpahaman sudah menjadi perhiasan diri, nasehat pun sudah tak berguna lagi.
Adakah di antara Salafiyyun yang mau mengambil pelajaran dari sikap Purwito ini?
Allahul Musta'aan.
Purwito berkata lagi:
" Bukankah itu semua adalah bimbingan dan teladan dari para ulama Ahlussunnah bagi setiap Ahlussunnah dalam berdakwah wahai Tedo???? Apakah jika Ahlussunnah mengikuti bimbingan para ulama mereka dalam menyikapi orang-orang yang menyimpang baik dari kalangan Hizbiyyun maupun mumayyi’un itu berarti mereka mengqiyaskan diri-diri mereka, keilmuan mereka dengan para ulama tersebut?!
" Bukankah itu semua adalah bimbingan dan teladan dari para ulama Ahlussunnah bagi setiap Ahlussunnah dalam berdakwah wahai Tedo???? Apakah jika Ahlussunnah mengikuti bimbingan para ulama mereka dalam menyikapi orang-orang yang menyimpang baik dari kalangan Hizbiyyun maupun mumayyi’un itu berarti mereka mengqiyaskan diri-diri mereka, keilmuan mereka dengan para ulama tersebut?!
Bantahan:
Loh, terus nasehat Asy-Syaikh Utsman As-Saalimiy hafidzahullah itu tidak termasuk bimbingan ulama ya? Justru bimbingan para ulama dalam berdakwah juga diselisihi oleh Luqman Ba'abduh cs.
Kalau Luqman Ba'abduh dan Purwito ingin konsisten meniru para ulama, yah seharusnya porsi pelajaran-pelajaran ilmiyyah yang bersifat ta'shil lebih banyak disuguhkan kepada ummat. Tapi dasar Manhaj Standar Ganda, kalian hanya mengambil yang sesuai dengan selera hawa nafsu kalian, ketika ada ulama yang menasehati kok malah disalahkan? Dan menggambarkan kepada ummat seakan-akan hanya kalian yang ikuti ulama sedangkan selain kalian ga ikuti ulama.
Kalian koar-koar dengan slogan "ikuti ulama", tapi kalian sendiri meremehkan ulama. (Luar biasa!)
Loh, terus nasehat Asy-Syaikh Utsman As-Saalimiy hafidzahullah itu tidak termasuk bimbingan ulama ya? Justru bimbingan para ulama dalam berdakwah juga diselisihi oleh Luqman Ba'abduh cs.
Kalau Luqman Ba'abduh dan Purwito ingin konsisten meniru para ulama, yah seharusnya porsi pelajaran-pelajaran ilmiyyah yang bersifat ta'shil lebih banyak disuguhkan kepada ummat. Tapi dasar Manhaj Standar Ganda, kalian hanya mengambil yang sesuai dengan selera hawa nafsu kalian, ketika ada ulama yang menasehati kok malah disalahkan? Dan menggambarkan kepada ummat seakan-akan hanya kalian yang ikuti ulama sedangkan selain kalian ga ikuti ulama.
Kalian koar-koar dengan slogan "ikuti ulama", tapi kalian sendiri meremehkan ulama. (Luar biasa!)
Tambahan:
Khusus tentang MSG (Manhaj Standar Ganda) Luqman Ba'abduh cs, insyaAllah dengan memohon pertolongan kepada Allah, Ane akan buktikan secara ilmiyyah.
Khusus tentang MSG (Manhaj Standar Ganda) Luqman Ba'abduh cs, insyaAllah dengan memohon pertolongan kepada Allah, Ane akan buktikan secara ilmiyyah.
Purwito berkata:
" Maka siapa pun yang berani memberikan batasan seperempat jam saja untuk berbicara manhaj atau mengklaim bahwa tidak pernah para ulama membicarakan khusus manhaj dan secara khusus menisbahkan perbuatan ini kepada Syaikh Muqbil rahimahullah (!!!) maka wajib baginya (siapapun orangnya!) untuk membawakan dalil dan hujjah yang nyata!!"
" Maka siapa pun yang berani memberikan batasan seperempat jam saja untuk berbicara manhaj atau mengklaim bahwa tidak pernah para ulama membicarakan khusus manhaj dan secara khusus menisbahkan perbuatan ini kepada Syaikh Muqbil rahimahullah (!!!) maka wajib baginya (siapapun orangnya!) untuk membawakan dalil dan hujjah yang nyata!!"
Bantahan dari beberapa sisi:
1. Siapa yang membatasi? Kami pahami bahwa itu bukanlah pembatasan, dan penjelasannya sudah Ane jelasin pada episode pertama dan telah Ane ulangi di atas? Engkau menyimpulkan dengan kesimpulan sendiri kemudian meng-ilzam orang lain untuk mendatangkan dalilnya? Aneh luar biasa!
2. Perbuatan dan ucapan para ulama tersebut adalah hasil ijtihad mereka dalam memahami dalil-dalil syar'iy, sehingga tidak ada kontradiksi antara perbuatan dan ucapan(baca: nasehat) mereka. Dan kami pun mengkompromikan hal tersebut, kenapa engkau bagaikan orang yang sakit jiwa membesar-besarkan hal itu seakan-akan dosa yang tidak akan diampuni? Apakah karena telah menyinggung sepak terjang Luqman Ba'abduh cs sehingga kalian mati-matian membela dan mengelabui ummat dengan memanipulasi fakta?
Ketika ada nasehat ulama yang mengarahkan agar tidak sibuk membahas fitnah, tidak sibuk memboikot dan yang semisal dengannya, hendaknya kita berlapang dada dan mengoreksi diri sendiri, bukan justru sang alim yang dikoreksi dan dijatuhkan kehormatannya.
Perhatikanlah nasehat Asy-Syaikh Robi hafidzahullah ini:
سؤال : أتباع المبتدع .. هل يلحقون به فى الهجر ؟فأجاب الشيخ حفظه الله ورعاه : المخدوع منهم يُعلم ياأخوة ، لاتستعجلوا ، علموهم وبينوا لهم ، فإن كثيراً منهم يريد الخير حتى الصوفية ، والله لو هناك نشاط سلفى ، لرأيتهم يدخلون فى السلفية زراقات ووحداناً .فلا يكن القاعدة عندكم بس هجر .. هجر .. هجر .. هجر .. الأساس الهجر ! الأساس هداية الناس ، ادخال الناس فى الخير ، قضية الهجر قد تفهم غلطاً ، إذا هجرت الناس كلهم من يدخلون فى السنة ؟
Pertanyaan: Para pengikut ahli bid'ah.. apakah mereka diikutsertakan dalam pemboikotan?
Asy-Syaikh (Robi') hafidzahullah wa ro'aahu menjawab:
"Orang yang tertipu dari mereka diberitahukan wahai ikhwah, janganlah kalian terburu-buru, ajarilah mereka dan jelaskan kepada mereka, karena sesungguhnya kebanyakan dari mereka menginginkan kebaikan sampai para pengikut Shufiyyah pun (menginginkan kebaikan), demi Allah jika di sana ada kegiatan-kegiatan salafy, maka pasti engkau akan melihat mereka masuk ke dalam (manhaj) As-Salafiyyah baik secara berkelompok maupun perindividu. Maka janganlah kaidah bagi kalian hanyalah boikot.. boikot.. boikot..boikot.. pondasi utamanya adalah boikot! Pondasi utama adalah (menunjuki) hidayah kepada manusia, memasukkan manusia ke dalam kebaikan, permasalahn boikot terkadang disalahpahami, jika engkau memboikot seluruh manusia, siapa yang akan masuk ke dalam As-Sunnah?" (Selesai)
(Lihat selengkapnya di sini: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=133998)
(Lihat selengkapnya di sini: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=133998)
Apakah kalian akan mengatakan bahwa ucapan Syaikh di atas telah mencibir prinsip "boikot" atau mencibir "pembahasan manhaj"? Jawab jangan pakai MSG ya!
3. Pernyataan:
"wajib"
untuk membawakan dalil tentang batasan seperempat jam saja dalam berbicara manhaj, adalah permintaan lucu yang menunjukkan engkau adalah orang yang bodoh tentang prinsip-prinsip ilmu agama.
Dari mana kalian akan mendapatkan dalil batasan waktu seperti itu? Di surah dan ayat berapa diterangkan hal tersebut? Dalam buku hadits mana kalian akan mendapatkan keterangan tersebut? Siapa dari tiga generasi terbaik yang muhadhorohnya terekam dengan durasi tertentu?
Sungguh kebodohanmu wahai Purwito telah mendahului hawa nafsumu!
Jika kita sudah memahami hal tersebut dan jika kalian masih tetap ngeyel mewajibkan untuk mendatangkan dalil, justru sekarang Ane balik menantang Luqman Ba'abduh, Purwito dan segenap pembebeknya:
"Datangkan dalil tentang pembicaraan khusus fitnah tanpa batas durasi maksimal"
Ingat! Dalil yang Ane maksudkan adalah Al-Quran, As-Sunnah, Al-Ijma' atau Qiyas Shahih.
Dari penjelasan di atas, gugurlah semua syubhaat Purwito yang kasak-kusuk membawakan contoh-contoh durasi pelajaran para ulama yang melebihi seperempat jam. Karena substansinya bukanlah "pembatasan" sebagaimana kesimpulan sepihak dari pemahaman Purwito.
Purwito berkata:
Sedangkan pernyataan Tedo Hartono, “Lihat saja dari nama-nama ulama yang kalian catut itu, adakah di antara mereka yang jauh-jauh datang ke daerah orang lain dan membahas “fitnah”?”Ya Subhanallah????!
Pertama, Tidak ada pencatutan apapun dalam menampilkan bukti file para ulama tersebut bahkan itu adalah argument ilmiyah untuk membuktikan kebohongan klaim sepihak kalian atas nama Asy Syaikh Muqbil rahimahullah!!
Kedua, apakah engkau menganggap bahwa aku mendapatkan file-file manhajiyah para ulama tersebut yang khusus membahas “fitnah” adalah dengan datang langsung ke negara-negara mereka dan merekamnya disitu??? Ataukah saat ini permasalahan “fitnah manhajiyah” yang engkau cibir tersebut disampaikan oleh para ulama baik secara live maupun rekaman telah jauh-jauh datang ke daerah orang lain tanpa orang lain tersebut mendatanginya??? Bukankah Abah Choirun bersama Hajuriyun Haddadiyun tidak perlu duduk bersamamu dalam satu tempat untuk sekadar mendukung fitnah status dusta dan tipu dayamu ini?
Pertama, Tidak ada pencatutan apapun dalam menampilkan bukti file para ulama tersebut bahkan itu adalah argument ilmiyah untuk membuktikan kebohongan klaim sepihak kalian atas nama Asy Syaikh Muqbil rahimahullah!!
Kedua, apakah engkau menganggap bahwa aku mendapatkan file-file manhajiyah para ulama tersebut yang khusus membahas “fitnah” adalah dengan datang langsung ke negara-negara mereka dan merekamnya disitu??? Ataukah saat ini permasalahan “fitnah manhajiyah” yang engkau cibir tersebut disampaikan oleh para ulama baik secara live maupun rekaman telah jauh-jauh datang ke daerah orang lain tanpa orang lain tersebut mendatanginya??? Bukankah Abah Choirun bersama Hajuriyun Haddadiyun tidak perlu duduk bersamamu dalam satu tempat untuk sekadar mendukung fitnah status dusta dan tipu dayamu ini?
Bantahan dari beberapa sisi:
1. Sisi ketidaksamaan antara para ulama dengan Luqman Ba'abduh sudah Ane singgung di atas, kalau Luqman Ba'abduh dan Purwito ga rela dikatakan mencatut nama para ulama, tafadhdhal iringi dauroh-dauroh Luqman Ba'abduh dengan durus ilmiyyah yang bersifat ta'shil seperti ilmu mustholah hadits, Ushul Fiqh, Ushul Tafsir dan lain-lainnya, agar kami bisa melihat bukti bahwa kalian sejalan dengan ulama yang memiliki banyak durus ilmiyyah selain pembahasan "fitnah manhajiyyah" dan bukan cuman omong kosong belaka!
1. Sisi ketidaksamaan antara para ulama dengan Luqman Ba'abduh sudah Ane singgung di atas, kalau Luqman Ba'abduh dan Purwito ga rela dikatakan mencatut nama para ulama, tafadhdhal iringi dauroh-dauroh Luqman Ba'abduh dengan durus ilmiyyah yang bersifat ta'shil seperti ilmu mustholah hadits, Ushul Fiqh, Ushul Tafsir dan lain-lainnya, agar kami bisa melihat bukti bahwa kalian sejalan dengan ulama yang memiliki banyak durus ilmiyyah selain pembahasan "fitnah manhajiyyah" dan bukan cuman omong kosong belaka!
2. Datangkan bukti kalau Ane pernah melakukan kebohongan klaim sepihak atas nama Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah!
3. Sebelum Luqman Ba'abduh ingin berangkat ke daerah tertentu untuk membahas "fitnah manhajiyyah" sampaikan kepada Luqman Ba'abduh atsar ini:
Abdullah Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu:
: "ما أنت بمحدِّثٍ قوماً حديثاً لا تبلغه عقولهم إلا كان لبعضهم فتنة". [رواه مسلم في مقدمة الصحيح].
"Tidaklah engkau berbicara kepada suatu kaum dengan sebuah pembicaraan yang tidak dimengerti oleh akal-akal mereka, melainkan perkara itu akan menjadi fitnah bagi sebagian mereka". (Muslim dalam Muqoddimah Shahihnya).
4. Tidak perlu engkau bawa-bawa orang lain untuk dijadikan "kambing hitam", semua status Ane yang menjelaskan kebodohan dan kesombonganmu serta merugikan tuanmu Luqman Ba'abduh dengan mudah engkau vonis sebagai dusta dan tipu daya, hal itu adalah perkara biasa dan sudah sering kami dengarkan dan itulah ciri khas manhaj kalian. InsyaAllah semoga suatu saat kebobrokan manhaj Luqman Ba'abduh dan kelicikannya terbongkar, sehingga kalian menjadi orang-orang yang bangkrut.
sumber :



0 komentar:
Posting Komentar