Sejujurnya selama ini ana tidak ingin mengangkat data ini. Mengingat isinya sebenarnya penuh dengan hal2 yang mulia.... berisi tentang pengakuan saling memaafkan dan saling ruju' atas kesalahan masing2. Walaupun ada yang berusaha mengkaburkan sejarah di lembar akhir pada hasil ishlah 2005 ini (Lihat lembar 12).
NAMUN.....
Semakin hari semakin menyesakkan kelakuan mereka itu.
Memutar balikkan fatwa..., memenggal fatwa..., menambah argument sesuka hati. Allah yahdihim.
Ana tetap berharap adanya perbaikian selama ini.
Namun... jauh dari harap. Para pembebeknya semakin jadi bebek. Seolah imam mereka itu tanpa dosa, tanpa cela dan tanpa aib.
Bersepakat mensifatkan ma'shum walau tak diucapkan. Akan tetapi nyata dalam prakteknya. Kasihan yang sudah tertipu namun tetap saja keras hati menutup diri dengan kenyataan. Allahulmusta'aan
----------------
Ketauilah...
Tidak usah berfikir untuk berjumpa dengan ana utk menguatkan status2 ana. Ana tutup siapa diri ana. Tahu kan kenapa....?
Ana mengkhawatirkan ketentraman lingkungan rumah tangga ana jika para pembebek itu tahu ana dimana. Padahal ana ada ditengah mereka. Dan mereka selama ini anggap ana bersepakat dengan mereka..., padahal hati ana terkoyak dan menjerit melihat BODOHnya mereka para pembebek. Kasihan mereka... sementara mereka teman2 ana juga.
Jika kelak status ini didustakan tidak masalah. Toh pembaca tahu membedakan data benar atau tidak. Ini semua merupakan hasil scan yg ana beri komen dengan menggunakan corel draw. tidak ada yg ana kurangi, kecuali penambahan komen didalamnya.
Oleh karena ana melihat keadaan bukan semakin membaik..., akhirnya ana putuskan mengangkat materi ini kepermukaan. Agar ada hati yg tulus bs sadar paling tidak berusaha ADIL terhadap yg sedang mereka musuhi.
Dokumen ini sebenarnya disebar bebas saat ana tinggal di Jakarta dahulu. Ana sudah kirim ke teman di suatu daerah di jawa tengah agar dia mau sebarkan. Namun dia takut. Coba lihat... Kasihan kan ? Cengkraman sdr Luqman B. dan jama'ahnya memang sangat kuat walau dia penuh cela. Bersepakat utk mng-hajr org2 yg berseberangan dengan mereka. Kasihan.
Semoga ada hati yang terbuka dengan kenyataan ini.
JANGAN MELUPAKAN / MENGHILANGKAN / MEMBELOKKAN SEJARAH !!!
Hadanallaah wa iyyaakum
============================================
NB: Jika masih tidak puas menuduh ana pendusta.... GAMPANG akhiy...
Allah tidak akan mengingkari janjinya. Ana ttetap tidak akan menunjukkan diri ana di dunia. Toh jika ana merugikan antum dalam kedustaan... maka kita akan bertemu kelak diakhirat nanti.
Jadi sabar ya...
Jangan minta ketemu di dunia... krn nanti dampaknya ke kekeluarga ana. Perlakuan kalian para muqollid sangat KERAS melebihi perlakuan yang sehaarusnya terhadap org kafir dibanding kepada ana dan keluarga. Contohnya sudah banyak.















0 komentar:
Posting Komentar