Oleh-oleh dari Saudi telah disampaikan ust Asykari di Ma’had Ibnul Qayyim Balikpapan malam kemarin 18 Rabi’ ats-Tsani 1435 H, dan kami temukan ketidakadilan dan sikap inshof pada dirinya. Dan yg lebih miris oleh-oleh itu jg mudah untuk dikonsumsi orang-orang awwam, yg hanya membuat penilaian negatif terhadaap da’wah salafiyyah karena di siarkan di Radio Ibnul qayyim FM. Inilah salafy!, suka gontok-gontokan sesama mereka dan ngata-ngatain orang karena mereka awwam tidak mengerti yg namanya al-Jarh wa at-Ta’dil.
Sebelum terjadi Ishlah tahun 2005, ust Asykari adalah orang yg sangat antusias menjatuhkan kehormatan ust Dzulqarnain di banyak majlis di daerah Kal-Tim. Mengapa?, karena ketika itu ust Dzulqarnain sering ke Kal-Tim tepatnya di Tenggarong dan Berau, seolah-olah Tenggarong dan Berau adalah rong-rongan bagi kerajaan ust Asykari yg berpusat di Balikpapan.
Kerajaan?!, hanyalah sebuah penggambaran tentang adanya sifat Hizbiyyah yg ada pada dirinya, apakah ia sadari atau tidak akan tetapi fakta menunjukkan hal yg demikian. Ketika itu ust Asykari berusaha untuk mengkoordinir da’wah yg ada di Kal-Tim baik sebelum maupun sesudah Ishlah, bahkan setelah Ishlah 2005 ia berusaha mengumpulkan du’at dari berbagai daerah di Kalimantan di Ma’had Ibnul Qayyim Balikpapan sebulan sekali, dan sekarang ini kegiatan tsb apakah masih berjalan atau karena kesibukannya. Yg zhahir dari berkumpulnya du’at tsb adalah ta’lim khusus asatidzah/du'at, akan tetapi pada hakikatnya tujuan ust Asykari mengumpulkan du’at adalah tampak setelah ta’lim. Setelah ta’lim tsb iapun bertanya kepada setiap ust yang hadir tentang bagaimana perkembangan da’wah didaerahnya, kitab apa yg diajarkan, dll. Seandainya ia bertanya diluar majlis atau sesekali saja maka tidaklah menjadi masalah, akan tetapi ia lakukan disetiap pertemuan. Dari semua ini bisa dipahami apalagi namanya kalau bukan “komando”.
Dalam pertemuan asatidzah tsb yg dibahas bukannya kitab aqidah dan manhaj, akan tetapi kitabul buyu’ (fiqih). Yg kita pahami adalah apabila seseorang tidak mapan dalam aqidah dan manhaj ia akan lebih mudah untuk diatur dan menjadi muqallid. Demikian pula disalah satu daerah di Kal-Tim beberapa orang ust pengekor Luqman pada ta’lim umum pekanan (padahal kebanyakan ikhwah hanya bisa hadir pada hari itu), para ust tsb kebanyakan membahas kitab-kitab suplemen bukannya membahas kitab-kitab ushul, padahal mereka sangat membutuhkan pelajaran aqidah dan manhaj untuk mengokohkan agama mereka. Dan ketika terjadi fitnah sebagian mereka begitu mudah digoyang, menjadi muqallid, dan menceburkan diri dalam fitnah. Saat ini bagi mereka manhaj salaf adalah berpegang teguh pada fatwa ulama, sedangkan prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang teguh pada al-Qur’an dan as-Sunnah, para ulama wajib kita muliakan tapi perkataan mereka bisa diterima dan bisa ditolak, mereka tidak ma’sum, dan mereka bukanlah Rabb dan Rasul yg perkataannya bisa ditelan mentah-mentah.
Ketika ust Asykari menyinggung ust Dzulqarnain yg mengumpulkan du’at se Sul-Sel dalam kegiatan Safari Da’wah, ust Dzulqarnain tidak pernah mengomando dan mengatur-atur du’at, sebagaimana yg telah dilakukan oleh ust Asykari.
Termasuk ketidakjujuran ust Asykari dalam Ishlah 2005 adalah ia tidak pernah menjelaskan apalagi mengumumkan hasil Ishlah tsb kepada Salafiyyun. Sehingga yg terjadi adalah kebanyakan ikhwah menganggap bahwa sudah terjadi Ishlah akan tetapi mereka tidak mengetahui hasil Ishlah tsb dan yg mereka tau ust Dzulqarnain dan kawan-kawanlah yg salah diatas dasar tahdzir ust Asykari sebelum Ishlah. Tampak jelas ketidakjujuran ust Asykari untuk rujuk dari kesalahannya sebelum Ishlah, dan begitu berat baginya untuk menerima hasil Ishlah tsb. Ketika ust Dzulqarnain ditahdzir ulama maka ust Asykari menuntut beliau untuk rujuk akan tetapi bagaimana dgn ust Asykari dgn kesalahannya sebelum Ishlah?.
Ketika ust Luqman mentahdzir ust Dzulqarnain di Slipi, ust luqman menganjurkan untuk kembali mendengarkan kembali ceramah ust asykari yg berjudul Silsilah al-Kadzdzabin (rekaman sebelum Ishlah 2005). Sampai saat ini tidak ada sanggahan ust Asykari atas anjuran ust Luqman tsb, apakah ia ridha atau tidak, wallahu a’lam. Luka lama terbongkar kembali karena sikap ketidakjujuran ust luqman. Cs sendiri dan dengan sendirinya Ishlah 2005 sdh batalkan oleh mereka. Ketidakjujuran ust Luqman. Cs didasari dgn tidak adanya perbaikan dan jg bayan dari penyimpangan mereka sebelum ishlah, bahkan menganjurkan untuk mendengarkan ceramah ust Asykari sebelum Ishlah yg berisi tahdzir kepada ust Dzulqarnain. Jika demikian keadaannya maka tahdzir Syaikh Rabi’ kpd mereka akan kehizbiyahan mereka sebelum Ishlah 2005 jg masih berlaku sampai saat ini dan ini adalah keharusan.
SIAPAKAH YANG TIDAK JUJUR???
Sebelum terjadi Ishlah tahun 2005, ust Asykari adalah orang yg sangat antusias menjatuhkan kehormatan ust Dzulqarnain di banyak majlis di daerah Kal-Tim. Mengapa?, karena ketika itu ust Dzulqarnain sering ke Kal-Tim tepatnya di Tenggarong dan Berau, seolah-olah Tenggarong dan Berau adalah rong-rongan bagi kerajaan ust Asykari yg berpusat di Balikpapan.
Kerajaan?!, hanyalah sebuah penggambaran tentang adanya sifat Hizbiyyah yg ada pada dirinya, apakah ia sadari atau tidak akan tetapi fakta menunjukkan hal yg demikian. Ketika itu ust Asykari berusaha untuk mengkoordinir da’wah yg ada di Kal-Tim baik sebelum maupun sesudah Ishlah, bahkan setelah Ishlah 2005 ia berusaha mengumpulkan du’at dari berbagai daerah di Kalimantan di Ma’had Ibnul Qayyim Balikpapan sebulan sekali, dan sekarang ini kegiatan tsb apakah masih berjalan atau karena kesibukannya. Yg zhahir dari berkumpulnya du’at tsb adalah ta’lim khusus asatidzah/du'at, akan tetapi pada hakikatnya tujuan ust Asykari mengumpulkan du’at adalah tampak setelah ta’lim. Setelah ta’lim tsb iapun bertanya kepada setiap ust yang hadir tentang bagaimana perkembangan da’wah didaerahnya, kitab apa yg diajarkan, dll. Seandainya ia bertanya diluar majlis atau sesekali saja maka tidaklah menjadi masalah, akan tetapi ia lakukan disetiap pertemuan. Dari semua ini bisa dipahami apalagi namanya kalau bukan “komando”.
Dalam pertemuan asatidzah tsb yg dibahas bukannya kitab aqidah dan manhaj, akan tetapi kitabul buyu’ (fiqih). Yg kita pahami adalah apabila seseorang tidak mapan dalam aqidah dan manhaj ia akan lebih mudah untuk diatur dan menjadi muqallid. Demikian pula disalah satu daerah di Kal-Tim beberapa orang ust pengekor Luqman pada ta’lim umum pekanan (padahal kebanyakan ikhwah hanya bisa hadir pada hari itu), para ust tsb kebanyakan membahas kitab-kitab suplemen bukannya membahas kitab-kitab ushul, padahal mereka sangat membutuhkan pelajaran aqidah dan manhaj untuk mengokohkan agama mereka. Dan ketika terjadi fitnah sebagian mereka begitu mudah digoyang, menjadi muqallid, dan menceburkan diri dalam fitnah. Saat ini bagi mereka manhaj salaf adalah berpegang teguh pada fatwa ulama, sedangkan prinsip Ahlus Sunnah adalah berpegang teguh pada al-Qur’an dan as-Sunnah, para ulama wajib kita muliakan tapi perkataan mereka bisa diterima dan bisa ditolak, mereka tidak ma’sum, dan mereka bukanlah Rabb dan Rasul yg perkataannya bisa ditelan mentah-mentah.
Ketika ust Asykari menyinggung ust Dzulqarnain yg mengumpulkan du’at se Sul-Sel dalam kegiatan Safari Da’wah, ust Dzulqarnain tidak pernah mengomando dan mengatur-atur du’at, sebagaimana yg telah dilakukan oleh ust Asykari.
Termasuk ketidakjujuran ust Asykari dalam Ishlah 2005 adalah ia tidak pernah menjelaskan apalagi mengumumkan hasil Ishlah tsb kepada Salafiyyun. Sehingga yg terjadi adalah kebanyakan ikhwah menganggap bahwa sudah terjadi Ishlah akan tetapi mereka tidak mengetahui hasil Ishlah tsb dan yg mereka tau ust Dzulqarnain dan kawan-kawanlah yg salah diatas dasar tahdzir ust Asykari sebelum Ishlah. Tampak jelas ketidakjujuran ust Asykari untuk rujuk dari kesalahannya sebelum Ishlah, dan begitu berat baginya untuk menerima hasil Ishlah tsb. Ketika ust Dzulqarnain ditahdzir ulama maka ust Asykari menuntut beliau untuk rujuk akan tetapi bagaimana dgn ust Asykari dgn kesalahannya sebelum Ishlah?.
Ketika ust Luqman mentahdzir ust Dzulqarnain di Slipi, ust luqman menganjurkan untuk kembali mendengarkan kembali ceramah ust asykari yg berjudul Silsilah al-Kadzdzabin (rekaman sebelum Ishlah 2005). Sampai saat ini tidak ada sanggahan ust Asykari atas anjuran ust Luqman tsb, apakah ia ridha atau tidak, wallahu a’lam. Luka lama terbongkar kembali karena sikap ketidakjujuran ust luqman. Cs sendiri dan dengan sendirinya Ishlah 2005 sdh batalkan oleh mereka. Ketidakjujuran ust Luqman. Cs didasari dgn tidak adanya perbaikan dan jg bayan dari penyimpangan mereka sebelum ishlah, bahkan menganjurkan untuk mendengarkan ceramah ust Asykari sebelum Ishlah yg berisi tahdzir kepada ust Dzulqarnain. Jika demikian keadaannya maka tahdzir Syaikh Rabi’ kpd mereka akan kehizbiyahan mereka sebelum Ishlah 2005 jg masih berlaku sampai saat ini dan ini adalah keharusan.
SIAPAKAH YANG TIDAK JUJUR???
Abdul Muiz Hehehe @fudhoil fudhoil.. Asli deh antum ini emang SOK TAUUU , rekaman itu aja ente br dapat , sebab goblok nya IQ ente sampe ngga bisa ngukur kengelesan ASKARI , teman askari sendiri yg cerita sama ana , ASKARI itu suka GHIBAIN LUQMAN , tahu kebobrokan LUQMAN , ente tahu ngga LUQMAN ITU TALAM DUA MUKA , ini rahasia umum , org yg dekat dengan dia tahu kebobrokan dia , di depan syaikh dia PUJI2 org yg dia ngga suka , di belakang syaikh dia tahdzir org itu , ini permainan LUQMAN , semua yg ngasih info itu bukan nya org awam BRO , tapi DA'I BRO !!! Dan kita sendiri hampir tertipu aama wajah ketawadhu'an luqman , hanya saja akal kita panjang bro bisa menilai bopeng nya luqman. Dimana LUQMAn turun di situ ada KEKACAUAN , dulu malaysia sebelum luqman datang adem2 ayem aja , bila LUQMAN masuk , maka muncul lah org2 SPECIES macam ente , begitu juga di singapore , dakwah di negeri kuffar sana adem2 ayem aja , begitu LUQMAN masuk , ikhwah disana pd berantam. Semoga allah membongkar segala MAKAR & KEJAHATAN luqman ini ... Dan semoga org2 semisal askari dan as-sewed mau pakai akal fikiran nya yg jernih agar ngga terus di jadiin TUNGGANGAN nya luqman , heheheeh... Memang aneh , LUQMAN sempat ngancan As-SEWED disebuah HOTEL , eh ketika as-sewed berpihak padanya terus di kasih pujian2 , huhuhuhuhu



0 komentar:
Posting Komentar