ada yang mengatakan bahwa kami ini muqolidnya ust Luqman Ba'abdu... hallooo, ust2 ahlussunnah itu banyak di indonesia.. ada ust Umar assewed, ust Qomar, ust Afif, ust abdurrohman Lombok, ust askari, ust Idral harist, ust Usama mahri, ust agus sua'idi dan masih banyak lagi... mungkin diantara kami ada yang tdk mengenal (lihat muka ust Luqman).. tapi mengapa kami bersama ust Luqman ba'abdu ?? kami bersama beliau karena beliau bersama ulama Ahlussunah.. jika beliau meninggalkan ulama Ahlussunnah maka kami akan meninggalkannya sebagaimana dulu kami meninggalkan jafar umar tholib..
Tedo Hartono Ana juga bisa menjawab:
"Ada yang mengatakan kami adalah muqollidnya Ustadz Dzuqornain, hallo...! Ustadz Ahlussunnah Salafiyyun itu banyak di Indonesia, ada Ustadz muhammad Na'im, Ust. Jauhary, Ust. Rishkiy, Ust.Nashr, Ust. Abu Ubaidah, Ust. Mustamin, Ust. Khidir, Ust. Ibnu Yunus, Ust. Abdul Qodir, Ust. Jabir, Ust. Kholiful Haadi, Ust. Dzul Akmal, Ust. Wildan, Ust. Ust. Abu Mu'awiyah, Ust. Abu Ahmad, Ust. Imam, Ust. Ali, Ust. Luqman, Ust. Abdul Mu'thiy, Ust. Abdul Barr, Ust. Sofyan dan masih banyak lagi....kami bersama Ust. Dzulqornain karena kami tahu dan mengenal beliau dengan baik walaupun ada pihak yang suka menuduh dengan tuduhan-tuduhan yang keji, beliau bersama ulama walhamdulillah walaupun sebagian pihak tidak menyukai hal tersebut. Kami menjunjung tinggi kebenaran dan anti sikap ta'ashshub, kami meyakini bahwa siapa saja bisa diterima dan ditolak ucapannya kecuali Rasulullallahu shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana yang diucapkan imam Malik rahimahullah.
Luqman Ba'abduh menghina ulama Ahlussunnah seperti Syaikh Utsman As-Salimiy dan Syaikh Abdullah Al-Mar'iy -hafidzahumallah- dalam dauroh ghibahnya di Slipi.
Kami tinggalkan Luqman Ba'abduh karena menyadari makar dan politiknya terhadap dakwah yang mubarokah ini sebagaimana kami meninggalkan Jafar Umar Tholib.
Kami tinggalkan Luqman Ba'abduh karena fatwa sesatnya yang mendahului ulama, dia melarang sekolah formal dan melarang masuk LIPIA padahal ulama besar di zaman ini menyelisihi fatwa sesatnya.
Jika kami fine aja divonis muqollid kenapa kalian sewot dikatakan muqollid??? (Kalau ga mau dicubit ya jangan cubitin orang lain!)
Memangnya Abu Hafidz At-Taubaniy ini mujtahid ya??? Ataukah seorang penuntut imu yang memiliki qudroh untuk berijtihad??? Antum masuk di kalangan yang mana nih???
Atau jangan-jangan antum memang jahil terhadap makna "muqollid"???
"Ada yang mengatakan kami adalah muqollidnya Ustadz Dzuqornain, hallo...! Ustadz Ahlussunnah Salafiyyun itu banyak di Indonesia, ada Ustadz muhammad Na'im, Ust. Jauhary, Ust. Rishkiy, Ust.Nashr, Ust. Abu Ubaidah, Ust. Mustamin, Ust. Khidir, Ust. Ibnu Yunus, Ust. Abdul Qodir, Ust. Jabir, Ust. Kholiful Haadi, Ust. Dzul Akmal, Ust. Wildan, Ust. Ust. Abu Mu'awiyah, Ust. Abu Ahmad, Ust. Imam, Ust. Ali, Ust. Luqman, Ust. Abdul Mu'thiy, Ust. Abdul Barr, Ust. Sofyan dan masih banyak lagi....kami bersama Ust. Dzulqornain karena kami tahu dan mengenal beliau dengan baik walaupun ada pihak yang suka menuduh dengan tuduhan-tuduhan yang keji, beliau bersama ulama walhamdulillah walaupun sebagian pihak tidak menyukai hal tersebut. Kami menjunjung tinggi kebenaran dan anti sikap ta'ashshub, kami meyakini bahwa siapa saja bisa diterima dan ditolak ucapannya kecuali Rasulullallahu shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana yang diucapkan imam Malik rahimahullah.
Luqman Ba'abduh menghina ulama Ahlussunnah seperti Syaikh Utsman As-Salimiy dan Syaikh Abdullah Al-Mar'iy -hafidzahumallah- dalam dauroh ghibahnya di Slipi.
Kami tinggalkan Luqman Ba'abduh karena menyadari makar dan politiknya terhadap dakwah yang mubarokah ini sebagaimana kami meninggalkan Jafar Umar Tholib.
Kami tinggalkan Luqman Ba'abduh karena fatwa sesatnya yang mendahului ulama, dia melarang sekolah formal dan melarang masuk LIPIA padahal ulama besar di zaman ini menyelisihi fatwa sesatnya.
Jika kami fine aja divonis muqollid kenapa kalian sewot dikatakan muqollid??? (Kalau ga mau dicubit ya jangan cubitin orang lain!)
Memangnya Abu Hafidz At-Taubaniy ini mujtahid ya??? Ataukah seorang penuntut imu yang memiliki qudroh untuk berijtihad??? Antum masuk di kalangan yang mana nih???
Atau jangan-jangan antum memang jahil terhadap makna "muqollid"???
Abu Hafidz At-taubaniy Syaikh Tedo Hartono@ pada zaman yang penuh fitnah sekarang ini, atas bimbingan Rasululloh, maka setiap permasalahan kita kembalikan kepada ulama Robbaniy.... wahai syaikh Tedo, menurut penilaian anda ust Luqman telah menghina syaikh Abdulloh al-mar'i dan syaikh Utsman as-salimiy waktu dauroh di slipi... kenapa anda wahai syaikh tdk membawa bukti2 tersebut kehadapan Masyaikh ????
ini perkara besar wahai syaikh ??
ucapan Karma islami dan salafy goncang saja dimintakan fatwa nya, karena Asatidz tahu pada zaman yang penuh fitnah ini, maka setiap urusan dikembalikan kepada ulamanya, asatidz ahlussunah tdk mau mengambil kesimpulan sendiri takut akan terpecahnya da'wah salafiyyah...
Ya syaikh,
Ust Luqman telah membuat fatwa sesat dg melarang sekolah formal dan melarang masuk LIPIA, kenapa anda dan yang mulia syaikh Dzulqornain tdk mengadukan permasalahan ini dihadapan masyaikh ahlussunah ?? kenapa ?? apakah kalian lebih pinter dari ulama ??
ya Syaikh,
kemarin waktu Tahdzir keluar pertama kali kepada al-mukarrom as-syaikh Dzulqornain, beliau langsung menemui syaikh Robi'... sekarang Tahdzir malah datang dari sekian banyak masyaikh ahlussunah di saudi mengapa tdk didatengi atau minimal di telp lah .. ?? Tidakkah anda merasa janggal wahai syaikh ?? mengapa setelah datang tahdziran dari sekian banyak syaikh ahlussunah, malah tenang2 saja...
ya syaikh Tedo,
kalau memiliki kebaikan, maka saya percaya seratus persen, yang mulia syaikh Dzulqornain memiliki banyak kebaikan, tapi sekarang babnya Tahdzir ya syaikh ?? harusnya kebaikannya di simpan dulu.... apakah syaikh lupa dengan Husain al-karobisy ?? beliau ulama ya sayikh.. memiliki sifat zuhud waro'.. dan sekian banyak kebaikan yang lain, tapi lihatlah apa yang dilakukan Imam ahmad ???
jika anda wahai sayikh,
mampu membawakan ucapan ulama, soal tahdzir mereka kepada ust luqman. maka kami akan meninggalkannya ya syaikh... ana tdk peduli dg sekian banyaknya kebaikan yang ada pada diri ust Luqman.. bagi kami.. Jarh yang terperinci lebih didahulukan daripada pujian..
wahai syaikh...
komentar anda adalah bentuk Tahdzir kepada Ust Luqman, ?? apakah antm sudah selevel dg syaikh Robi' ???
apakah anda termasuk ulama Jarh wa ta'dil ya syaikh ?? kalau kami selalu menunggu fatwa ulama... jadi ucapan mutalawin dll adalah ucapan ulama ahlussunnah, jangan sandarkan kpd saya, karena itu bukan ucapan saya tapi ucapan ulama..
Jadi siapa anda wahai syaikh ???
ini perkara besar wahai syaikh ??
ucapan Karma islami dan salafy goncang saja dimintakan fatwa nya, karena Asatidz tahu pada zaman yang penuh fitnah ini, maka setiap urusan dikembalikan kepada ulamanya, asatidz ahlussunah tdk mau mengambil kesimpulan sendiri takut akan terpecahnya da'wah salafiyyah...
Ya syaikh,
Ust Luqman telah membuat fatwa sesat dg melarang sekolah formal dan melarang masuk LIPIA, kenapa anda dan yang mulia syaikh Dzulqornain tdk mengadukan permasalahan ini dihadapan masyaikh ahlussunah ?? kenapa ?? apakah kalian lebih pinter dari ulama ??
ya Syaikh,
kemarin waktu Tahdzir keluar pertama kali kepada al-mukarrom as-syaikh Dzulqornain, beliau langsung menemui syaikh Robi'... sekarang Tahdzir malah datang dari sekian banyak masyaikh ahlussunah di saudi mengapa tdk didatengi atau minimal di telp lah .. ?? Tidakkah anda merasa janggal wahai syaikh ?? mengapa setelah datang tahdziran dari sekian banyak syaikh ahlussunah, malah tenang2 saja...
ya syaikh Tedo,
kalau memiliki kebaikan, maka saya percaya seratus persen, yang mulia syaikh Dzulqornain memiliki banyak kebaikan, tapi sekarang babnya Tahdzir ya syaikh ?? harusnya kebaikannya di simpan dulu.... apakah syaikh lupa dengan Husain al-karobisy ?? beliau ulama ya sayikh.. memiliki sifat zuhud waro'.. dan sekian banyak kebaikan yang lain, tapi lihatlah apa yang dilakukan Imam ahmad ???
jika anda wahai sayikh,
mampu membawakan ucapan ulama, soal tahdzir mereka kepada ust luqman. maka kami akan meninggalkannya ya syaikh... ana tdk peduli dg sekian banyaknya kebaikan yang ada pada diri ust Luqman.. bagi kami.. Jarh yang terperinci lebih didahulukan daripada pujian..
wahai syaikh...
komentar anda adalah bentuk Tahdzir kepada Ust Luqman, ?? apakah antm sudah selevel dg syaikh Robi' ???
apakah anda termasuk ulama Jarh wa ta'dil ya syaikh ?? kalau kami selalu menunggu fatwa ulama... jadi ucapan mutalawin dll adalah ucapan ulama ahlussunnah, jangan sandarkan kpd saya, karena itu bukan ucapan saya tapi ucapan ulama..
Jadi siapa anda wahai syaikh ???
Tedo Hartono Abu Hafidz At-taubaniy, ana akan menjawab syubhaat yang antum adopsi dari Luqman Ba'abduh di atas, tolong dijawab dulu pertanyaan ana di atas:
Antum ini seorang:
1. Mujtahid kah?
2. Penuntut ilmu yang memiliki qudroh untuk berijtihad kah???
3. Atau Muqollid???
InsyaAllah ana akan babat habis satu-persatu syubhaat antjm di atas, semoga antum mau bertaubat kepada Allah dari menjatuhkan kehormatan seorang dai Salafy dengan kedok "Tahdzir"/ "ucapan ulama".
Ana perlu mengetahui apa jawaban antum dari pertanyaan ana di atas, supaya mudah bagi ana untuk memberikan jawaban yang bisa dicerna oleh otak antum.
Tafaddol antum panggil teman-teman antum yang setipe dengan antum dari kalangan muqollid ustadz Luqman Ba'abduh
Antum ini seorang:
1. Mujtahid kah?
2. Penuntut ilmu yang memiliki qudroh untuk berijtihad kah???
3. Atau Muqollid???
InsyaAllah ana akan babat habis satu-persatu syubhaat antjm di atas, semoga antum mau bertaubat kepada Allah dari menjatuhkan kehormatan seorang dai Salafy dengan kedok "Tahdzir"/ "ucapan ulama".
Ana perlu mengetahui apa jawaban antum dari pertanyaan ana di atas, supaya mudah bagi ana untuk memberikan jawaban yang bisa dicerna oleh otak antum.
Tafaddol antum panggil teman-teman antum yang setipe dengan antum dari kalangan muqollid ustadz Luqman Ba'abduh
Tedo Hartono Mas Herupurnomo, maaf mas! Kami tidak dididik untuk menjadi preman, soalnya menonjok seorang muslim itu adalah dosa.
Walaupun Ustadz Luqman Ba'abduh cs beserta pembebeknya mendzolimi kami, insyaAllah kami tidak akan mendzolimi mereka apalagi menonjok mereka dan kami akan melawan mereka dengan Al-Hujjah dan Al-Bayan insyAllah.
Walaupun Ustadz Luqman Ba'abduh cs beserta pembebeknya mendzolimi kami, insyaAllah kami tidak akan mendzolimi mereka apalagi menonjok mereka dan kami akan melawan mereka dengan Al-Hujjah dan Al-Bayan insyAllah.
Abu Hafidz At-taubaniy Tedo Hartono@ ana Tholabul ilmi... andaikan itu pun masih pantas ana sematkan karena ana merasa masih di bawa dari penuntut ilmu... silakan syaikh.. lanjut ??
Abu Hafidz At-taubaniy All@ komentar yg tdk ilmiyyah ana hapus, yg guyonan ana hapus... Hendro Umar@ ana sdh bilang sama antm dg baik2, jangan posting Link ahlu hawa disini... kalau tetap antm ana hapus dari pertemanan... ternyata antm ulangi lagi... Barokallohu fiek. antm ana remove.
Abu Hafidz At-taubaniy ana juga bingung... kenapa FB ana jadi keranjang sampah begini ya ?? hemmmmm.... tapi ana ambil hikmahnya aja.. sehingga ana tahu mana sururi, hajurry, atau muqolidnya syaikh al-mukarrom Dzulqornain, hingga tinggal meremove aja.. wallahu a'lam.
Abu Hafidz At-taubaniy Sholeh@ komen ente g ilmiyyah.. ana remove bersama arini.
Abu Hafidz At-taubaniy Tedo Hartono@ katanya mau mengajari saya.... syaikh, saya sudah siap syaikh... silakan..
Tedo Hartono Abu Hafidz At-Abu At-taubaniy: tenang akhiy, ada kesibukan yang harus ana selesaikan. Ana berharap diskusi kita di atas keikhlasan mengharap ridho Allah dan tidak keluar dari jalur pembahasan.
Tedo Hartono Abu At-taubaniy, Alhadmulillah jika antum bias gentle seperti itu, bererti antum memilih opsi nomor 2, yaitu antum adalah:
"Penuntut ilmu yang memiliki qudroh unttuk berijtihad"
Sekarang ana tanggapi syubhat antum satu persatu, kemudian kita bahas inti syubhat dari status antum yaitu makna "muqollid".
Ucapan ente: Pada zaman yang penuh fitnah sekarang ini, atas bimbiingan Rasulullah , maka setiap permasalahan kita kembalikan kepada ulama Robbaniy….wahai syahik Tedo, menurut penilain anda ust Luqman telah menghina syaikh Abdulloh al-mar'I dan syaikh Utsman as-salimy waktu dauroh di slipi… kenapa anda wahai syaikh tdk membawa bukti2 tersebut kehadapan Masyayikh???
-----Tanggapan-----
Kalau setiap permasalahan kita kembalikan kepada ulama, apakah setiap ada dauroh atau durus dari Ustadz Luqman Ba'abduh itu sudah dikembalikan kepada ulama? Siapa yang memerintahkannya untuk mengadakan dauroh ghibah itu? Siapa yang menyuruhnya mengungkit kisah kelam zaman laskar? Ketika di dauroh itu Ustadz Luqman menyuruh mendengarkan kaset ustadz Askary "silsilah kadzdzaabin"??? yaa akhiy! Bukankah semua itu sudah kita tutup dengan adanya ishlah tahun 2005???
Apakah Luqman Ba'abduh ingin menjadi seperti kaum Yahudi yang suka melanggar perjanjian???
Kalau kita mau konsisten kembali kepada ulama, kenapa Ustadz Luqman Ba'abduh menyelisihi menyelisihi fatwa ulama diantaranya Asy-Syaikh Ahmad AN-Najmiy dan Asy-Syaikh Shalih As-Suhaimiy rahimahumallah dalam masalah "belajar di LIPIA"??, kemudian menyelisihi Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry hafidzahullah dalam masalah "sekolah formal" padahal ustadz Luqman Ba'abduh sendiri yang bertanya langsung ke Asy-Syaikh Ubaid dan ? Kenapa fatwa ini tidak disebar??? Bahkan salah satu pengekornya mengatakan tentang fatwa itu : "min abaathil Ubaid"( diantara kebathilan-kebathilan Ubaid)
Yaa akhiy! Bukankah ini menyelisihi ulama bahkan menghina ulama??? Kenapa ustadz Luqman Ba'abduh tidak mentahdzir temannya itu? Kemudian diterapkan 3 syarat taubat??? Kenapa yaa akhiy? Kenapa??? Bahkan dengan sombongnya ustadz Luqman melarang ikhwan untuk menyekolahkan anak-anak mereka di Al-Madinah Solo! Bukankah masalah sekolah formal sudah selesai??? Bahkan ketika itu Abu Nashim Mukhtar membawa buku-buku terbitan DikNas sedangkan ustadz Muhammad Na'im membawa bukti buku-buku terbitan dari sekolah al-Madinah. Kenapa Ma'had IT yang di Sumpiuh dan Ma'had Al-Faruq di Purwokerto tidak ditahdzir oleh Ustadz Luqman??? Kenapa dauroh Slipi Ustadz Luqman membabi buta menyerang Ustadz Dzulqornain terkait masalah sekolah formal???
Bukankah ini adalah mendahului ulama??? Bukankah ini kurang-ajar terhadap ulama? Bukankah ini main-main terhadap fatwa ulama?? Bukankah ini yang disebut MUTALAWWIN??? Kemana prinsip "kita harus kembali kepada ulama"???
Masalah menghinakan Syaikhain Utsman As-Salimiy dan Abdullah Al-Mar'iy tidak perlu antum tuntut ana untuk dibawa ke masyaayikh, kami bukanlah orang yang suka menjatuhkan orang lain seperti perbuatan ustadz Luqman Ba'abduh. Cukuplah ustadz Luqman Ba'abduh bercermin dan melihat dirinya sendiri.
Kami hanya melapor keoada Allah Yang Maha Perkasa trntang kelicikan ustadz Luqman Ba'abduh.
"Penuntut ilmu yang memiliki qudroh unttuk berijtihad"
Sekarang ana tanggapi syubhat antum satu persatu, kemudian kita bahas inti syubhat dari status antum yaitu makna "muqollid".
Ucapan ente: Pada zaman yang penuh fitnah sekarang ini, atas bimbiingan Rasulullah , maka setiap permasalahan kita kembalikan kepada ulama Robbaniy….wahai syahik Tedo, menurut penilain anda ust Luqman telah menghina syaikh Abdulloh al-mar'I dan syaikh Utsman as-salimy waktu dauroh di slipi… kenapa anda wahai syaikh tdk membawa bukti2 tersebut kehadapan Masyayikh???
-----Tanggapan-----
Kalau setiap permasalahan kita kembalikan kepada ulama, apakah setiap ada dauroh atau durus dari Ustadz Luqman Ba'abduh itu sudah dikembalikan kepada ulama? Siapa yang memerintahkannya untuk mengadakan dauroh ghibah itu? Siapa yang menyuruhnya mengungkit kisah kelam zaman laskar? Ketika di dauroh itu Ustadz Luqman menyuruh mendengarkan kaset ustadz Askary "silsilah kadzdzaabin"??? yaa akhiy! Bukankah semua itu sudah kita tutup dengan adanya ishlah tahun 2005???
Apakah Luqman Ba'abduh ingin menjadi seperti kaum Yahudi yang suka melanggar perjanjian???
Kalau kita mau konsisten kembali kepada ulama, kenapa Ustadz Luqman Ba'abduh menyelisihi menyelisihi fatwa ulama diantaranya Asy-Syaikh Ahmad AN-Najmiy dan Asy-Syaikh Shalih As-Suhaimiy rahimahumallah dalam masalah "belajar di LIPIA"??, kemudian menyelisihi Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry hafidzahullah dalam masalah "sekolah formal" padahal ustadz Luqman Ba'abduh sendiri yang bertanya langsung ke Asy-Syaikh Ubaid dan ? Kenapa fatwa ini tidak disebar??? Bahkan salah satu pengekornya mengatakan tentang fatwa itu : "min abaathil Ubaid"( diantara kebathilan-kebathilan Ubaid)
Yaa akhiy! Bukankah ini menyelisihi ulama bahkan menghina ulama??? Kenapa ustadz Luqman Ba'abduh tidak mentahdzir temannya itu? Kemudian diterapkan 3 syarat taubat??? Kenapa yaa akhiy? Kenapa??? Bahkan dengan sombongnya ustadz Luqman melarang ikhwan untuk menyekolahkan anak-anak mereka di Al-Madinah Solo! Bukankah masalah sekolah formal sudah selesai??? Bahkan ketika itu Abu Nashim Mukhtar membawa buku-buku terbitan DikNas sedangkan ustadz Muhammad Na'im membawa bukti buku-buku terbitan dari sekolah al-Madinah. Kenapa Ma'had IT yang di Sumpiuh dan Ma'had Al-Faruq di Purwokerto tidak ditahdzir oleh Ustadz Luqman??? Kenapa dauroh Slipi Ustadz Luqman membabi buta menyerang Ustadz Dzulqornain terkait masalah sekolah formal???
Bukankah ini adalah mendahului ulama??? Bukankah ini kurang-ajar terhadap ulama? Bukankah ini main-main terhadap fatwa ulama?? Bukankah ini yang disebut MUTALAWWIN??? Kemana prinsip "kita harus kembali kepada ulama"???
Masalah menghinakan Syaikhain Utsman As-Salimiy dan Abdullah Al-Mar'iy tidak perlu antum tuntut ana untuk dibawa ke masyaayikh, kami bukanlah orang yang suka menjatuhkan orang lain seperti perbuatan ustadz Luqman Ba'abduh. Cukuplah ustadz Luqman Ba'abduh bercermin dan melihat dirinya sendiri.
Kami hanya melapor keoada Allah Yang Maha Perkasa trntang kelicikan ustadz Luqman Ba'abduh.
Tedo Hartono Ucapan ente:
" ini perkara besar wahai syaikh ??
ucapan Karma islami dan salafy goncang saja dimintakan fatwa nya, karena Asatidz tahu pada zaman yang penuh fitnah ini, maka setiap urusan dikembalikan kepada ulamanya, asatidz ahlussunah tdk mau mengambil kesimpulan sendiri takut akan terpecahnya da'wah salafiyyah..."
----tanggapan ane dari 2 sisi-----:
1. Tentang hukum Karma
Kenapa antum dan muqollid ustadz Luqman Ba'abduh cs suka berdusta dan menisbahkan sesuatu yang tidak diucapkan oleh orang lain???
Ana tantang antum untuk mendatangkan bukti ucapan Ustadz Dzulqornain yang mengatakan "Karma Islami" (antum haris bertaubat dengan menerapkan 3 syarat tobat kalau tidak mampu membawakan konteks kalimat tersebut)
Ini ana vawakan ucapan Ustadz Dzulqornain ketika ditanya tentang karma:
Penanya: Apakah hukum karma itu memang ada?
Jawaban dari Al-Ustadz Dzulqornain:
Hukum karma dimaklumi ya dalam bahasa Indonesia, dalam pengertian kita. Seorang berbuat kejelekan, ada seseorang dia juga mendapatkan akibat yang semisalnya. Nah hal yang semacam ini mungkin saja ada, sebab dia adalah bentuk dari siksaan, bentuk dari pembalasan, iya, bentuk dari pembalasan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan bahwa pembalasannya itu sangatlah berat. Di dalam berbagai ayat diterangkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala, iya, memberikan balasan kepada orang yang berbuat dosa sesuai dengan amalannya masing-masing….(kemudian beliau membawakan ayat dan hadits untuk menguatkan fatwanya di atas) Berikut link bukti suaranya:http://www.4shared.com/.../hukum_karma_mungkin_saja_ada.html
Mana kalimat "Karma Islami" akhiy??? Sungguh sangat jelas kedustaan antum!
Di sisi lain, mari kita simak jawaban Ustadz Askary s2bagai berikut:
Tanya :
Bismillah..afwan, apakah ada yang dikatakan “hukum karma”?
Jawab:
Apa yang dimaksud hukum karma?
الحكم على الشيء فرع عن تصوره
“Untuk menghukumi sesuatu harus mengetahui penggambarannya terlebih dahulu”
Apa itu hukum karma? Adapun di dalam islam tidak dikenal ada istilah hukum karma, itu tidak ada. Tidak ada sama sekali. Tidak disebutkan dalam Al Qur’an, tidak disebutkan dalam sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Istilah hukum karma, kalau yang dimaksud bahwa hukum karma itu dari Hindu, yaitu agamanya Hindu. Itu keyakinan mereka, dan itu tidak ada hubungannya dengan Islam, kalau yang ditanyakan adalah hukum karmanya.
Na’am, makanya kembali kepada istilah hukum karma itu apa sih? Saya sendiri tidak memahami secara detail. Tapi kalau yang dimaksud misalnya, siapa yang berbuat, dia akan mendapatkan balasannya. Siapa yang melakukan satu perbuatan, dia akan menerima hasilnya. Apabila seorang berbuat kebaikan, kebaikan pula yang dia dapatkan. Apabila seorang berbuat dzolim, maka dia akan mendapatkan pula akibatnya.
وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
“Maka balasan dari keburukan itu keburukan yang semisalnya..”
Seseorang yang melakukan perbuatan yang dzolim, itu tidak akan dibiarkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Pasti akan ada balasannya, entah di dunia atau di akhirat. Siapa saja yang berbuat kejahatan, maka pasti akan ada balasan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, entah di dunia ataukah di akhirat. Kalau yang dimaksud dari sisi ini. Bahwa setiap perbuatan keburukan itu ada balasannya, maka dari sisi ini benar.
Demikian banyak dalil dari Al Qur’an, dari hadits-hadits nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Ala ‘Alihi wa Sallam yang menerangkan tentang hal tersebut. Tapi kalau kembali kepada istilah bahwa hukum karma, apakah ada di dalam Islam? Tidak ada di dalam Islam hukum karma itu. Tidak dikenal di dalam Islam, istilah hukum karma. Barakallahu fiikum". [Dinukil darihttp://www.darussalaf.or.id/.../apakah-ada-yang.../]
Ucapan ust Asykari ini sama persis dg ucapan ust. Dzulqornain. Tapi kenapa beliau digugat, lalu ust. Asykari nggak digugat dan ditahdzir oleh ust. luqman Ba Abduh, cs.
Perhatikan baik2, jawabannya sama dari sisi makna etimologinya, hanya saja Al-Ustadz Dzulqornain menggunakan kalimat "mungkin saja ada", artinya beliau juga tidak memastikan, hampir sama dengan jawaban Al-Ustadz Askary di awal jawabannya, walaupun beliau dengan tegas menafikan tidak adanya hukum karma dalam Islam, namun di akhir jawaban Al-Ustadz Askary menetapkan adanya hukum karma jika ditinjau dari makna etimologi sebagaimana jawaban Al-Ustadz Dzulqornain.
Bererti Al-Ustadz Askary juga berhak untuk ditahdzir dan dimuat sebagai tamu hujatan dalam situs "tukpencarialhaq".
Tapi karena kebodohan, kedzaliman, dan kedengkian pemilik situs itu terhadap Al-Ustadz Dzulqornain, akhirnya hanya Al-Ustadz Dzulqornaian saja yang dihujat dengan tambahan-tambahan judul super dari pemilik situs, situs yg semestinya dinamai dg "pemakanbangkai.net".
Sisi lain, tentang permasalahan karma harusnya sudah selesai dan tidak perlu diungkit.
Karena, ketika ditanya tentang Karma, yg dijelaskan Ustadz Dzul adalah karma dalam bahasa Indonesia, atau “al-jaza min jinsil amal dalam syariah”, dan bukan adanya karma versi hindu di dalam agama Islam.http://www.youtube.com/watch?v=YyTPxyLDog4 .
Lagipula, Ustadz Dzul telah rujuk ketika mendapat nasihati ulama untuk menghidari kata tersebut, dan meralatnya ketika ditanyakan kembali di lain waktu . Sehingga harusnya masalah telah selesai.
Hal ini seperti, jika ada yg bertanya kepada ustadz: "Adakah Neraka di dalam keyakinan Islam?" Sementara kata "neraka" berasal dr kata yg dulu dipakai dlm Hindu, namun diserap dlm bahasa Indonesia.http://en.wikipedia.org/wiki/Naraka_(Hinduism).
Tetapi hakikat dan makna "Neraka" yang dimaksud bukan dalam terminologi Hindu. Tetapi terminologi Islam yang dibakukan dalam bahasa Indonesia.
http://kbbi.web.id/neraka
/ne•ra•ka/ n 1 alam akhirat tempat orang kafir dan orang durhaka mengalami siksaan dan kesengsaraan; 2 sial; celaka: — , nyah dr sini; 3cak keadaan atau tempat yg menyengsarakan (kemiskinan, penyakit parah): negara yg selalu bergolak merupakan — bagi penduduknya;
Kata “Agama” itu sendiri serapan dari Sansekerta. Sedangkan kata “ber-bakti” (seperti pada kalimat “Berbakti kepada Orangtua”) jika dihubungkan dengan terminologi Hindu & Dharmik artinya beribadah. Dan Kata “Sengsara” yang artinya Kelahiran kembali (reinkarnasi). Juga Derma atau darma artinya Dharma juga merupakan akidah penting dalam Hindu.
http://sealang.net/lwim/search.pl?dict=lwim...
http://en.wikipedia.org/wiki/Bhakti
http://en.wikipedia.org/wiki/Sa%E1%B9%83s%C4%81ra
Dalam bahasa Indonesia "karma" berarti:
http://kbbi.web.id/karma
karma /kar•ma/ n 1 perbuatan manusia ketika hidup di dunia; 2 hukum sebab-akibat:
http://kbbi.web.id/hukum
-karma: hukum yg menyatakan bahwa siapa berbuat akan merasakan akibatnya; hukum balas;
~~~~
Jadi, semua kata2 ini adalah serapan dari bahasa lain. Ketika ia diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka ia berubah maknanya kpd makna lain yg berbeda dr asal bahasanya.
"Setiap hukum hanyalah berkaitan dengan makna suatu istilah, tidak dengan sekadar namanya saja.” (Fathu al-Baari, Ibnu Hajar al-Asqalaani, 10/56).
Ini penjelasan seputar karma. Jika hal itu mau ditinggalkn krn berhati2, maka silakan. Namun jgn menjadikan hal itu senjata yg digunakan dlm menyudutkan seseorang. Apalagi mengafirkannya.
Hal ini perlu kami jelaskan krn jgn sampai ada yg mengafirkn ust Dzulqornain dg dalih ia meyakini keyakinan Hindu!! Subhanalloh, ini sungguh kebohongan besar atas beliau.
Ya akhiy! Kenapa Ustadz Askary tidak ditahdzir dan disikapi sebagaimana Ustadz Dzulqornain??? Kenapa akhiy,??? Kenapa???
" ini perkara besar wahai syaikh ??
ucapan Karma islami dan salafy goncang saja dimintakan fatwa nya, karena Asatidz tahu pada zaman yang penuh fitnah ini, maka setiap urusan dikembalikan kepada ulamanya, asatidz ahlussunah tdk mau mengambil kesimpulan sendiri takut akan terpecahnya da'wah salafiyyah..."
----tanggapan ane dari 2 sisi-----:
1. Tentang hukum Karma
Kenapa antum dan muqollid ustadz Luqman Ba'abduh cs suka berdusta dan menisbahkan sesuatu yang tidak diucapkan oleh orang lain???
Ana tantang antum untuk mendatangkan bukti ucapan Ustadz Dzulqornain yang mengatakan "Karma Islami" (antum haris bertaubat dengan menerapkan 3 syarat tobat kalau tidak mampu membawakan konteks kalimat tersebut)
Ini ana vawakan ucapan Ustadz Dzulqornain ketika ditanya tentang karma:
Penanya: Apakah hukum karma itu memang ada?
Jawaban dari Al-Ustadz Dzulqornain:
Hukum karma dimaklumi ya dalam bahasa Indonesia, dalam pengertian kita. Seorang berbuat kejelekan, ada seseorang dia juga mendapatkan akibat yang semisalnya. Nah hal yang semacam ini mungkin saja ada, sebab dia adalah bentuk dari siksaan, bentuk dari pembalasan, iya, bentuk dari pembalasan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan bahwa pembalasannya itu sangatlah berat. Di dalam berbagai ayat diterangkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala, iya, memberikan balasan kepada orang yang berbuat dosa sesuai dengan amalannya masing-masing….(kemudian beliau membawakan ayat dan hadits untuk menguatkan fatwanya di atas) Berikut link bukti suaranya:http://www.4shared.com/.../hukum_karma_mungkin_saja_ada.html
Mana kalimat "Karma Islami" akhiy??? Sungguh sangat jelas kedustaan antum!
Di sisi lain, mari kita simak jawaban Ustadz Askary s2bagai berikut:
Tanya :
Bismillah..afwan, apakah ada yang dikatakan “hukum karma”?
Jawab:
Apa yang dimaksud hukum karma?
الحكم على الشيء فرع عن تصوره
“Untuk menghukumi sesuatu harus mengetahui penggambarannya terlebih dahulu”
Apa itu hukum karma? Adapun di dalam islam tidak dikenal ada istilah hukum karma, itu tidak ada. Tidak ada sama sekali. Tidak disebutkan dalam Al Qur’an, tidak disebutkan dalam sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Istilah hukum karma, kalau yang dimaksud bahwa hukum karma itu dari Hindu, yaitu agamanya Hindu. Itu keyakinan mereka, dan itu tidak ada hubungannya dengan Islam, kalau yang ditanyakan adalah hukum karmanya.
Na’am, makanya kembali kepada istilah hukum karma itu apa sih? Saya sendiri tidak memahami secara detail. Tapi kalau yang dimaksud misalnya, siapa yang berbuat, dia akan mendapatkan balasannya. Siapa yang melakukan satu perbuatan, dia akan menerima hasilnya. Apabila seorang berbuat kebaikan, kebaikan pula yang dia dapatkan. Apabila seorang berbuat dzolim, maka dia akan mendapatkan pula akibatnya.
وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
“Maka balasan dari keburukan itu keburukan yang semisalnya..”
Seseorang yang melakukan perbuatan yang dzolim, itu tidak akan dibiarkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Pasti akan ada balasannya, entah di dunia atau di akhirat. Siapa saja yang berbuat kejahatan, maka pasti akan ada balasan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, entah di dunia ataukah di akhirat. Kalau yang dimaksud dari sisi ini. Bahwa setiap perbuatan keburukan itu ada balasannya, maka dari sisi ini benar.
Demikian banyak dalil dari Al Qur’an, dari hadits-hadits nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Ala ‘Alihi wa Sallam yang menerangkan tentang hal tersebut. Tapi kalau kembali kepada istilah bahwa hukum karma, apakah ada di dalam Islam? Tidak ada di dalam Islam hukum karma itu. Tidak dikenal di dalam Islam, istilah hukum karma. Barakallahu fiikum". [Dinukil darihttp://www.darussalaf.or.id/.../apakah-ada-yang.../]
Ucapan ust Asykari ini sama persis dg ucapan ust. Dzulqornain. Tapi kenapa beliau digugat, lalu ust. Asykari nggak digugat dan ditahdzir oleh ust. luqman Ba Abduh, cs.
Perhatikan baik2, jawabannya sama dari sisi makna etimologinya, hanya saja Al-Ustadz Dzulqornain menggunakan kalimat "mungkin saja ada", artinya beliau juga tidak memastikan, hampir sama dengan jawaban Al-Ustadz Askary di awal jawabannya, walaupun beliau dengan tegas menafikan tidak adanya hukum karma dalam Islam, namun di akhir jawaban Al-Ustadz Askary menetapkan adanya hukum karma jika ditinjau dari makna etimologi sebagaimana jawaban Al-Ustadz Dzulqornain.
Bererti Al-Ustadz Askary juga berhak untuk ditahdzir dan dimuat sebagai tamu hujatan dalam situs "tukpencarialhaq".
Tapi karena kebodohan, kedzaliman, dan kedengkian pemilik situs itu terhadap Al-Ustadz Dzulqornain, akhirnya hanya Al-Ustadz Dzulqornaian saja yang dihujat dengan tambahan-tambahan judul super dari pemilik situs, situs yg semestinya dinamai dg "pemakanbangkai.net".
Sisi lain, tentang permasalahan karma harusnya sudah selesai dan tidak perlu diungkit.
Karena, ketika ditanya tentang Karma, yg dijelaskan Ustadz Dzul adalah karma dalam bahasa Indonesia, atau “al-jaza min jinsil amal dalam syariah”, dan bukan adanya karma versi hindu di dalam agama Islam.http://www.youtube.com/watch?v=YyTPxyLDog4 .
Lagipula, Ustadz Dzul telah rujuk ketika mendapat nasihati ulama untuk menghidari kata tersebut, dan meralatnya ketika ditanyakan kembali di lain waktu . Sehingga harusnya masalah telah selesai.
Hal ini seperti, jika ada yg bertanya kepada ustadz: "Adakah Neraka di dalam keyakinan Islam?" Sementara kata "neraka" berasal dr kata yg dulu dipakai dlm Hindu, namun diserap dlm bahasa Indonesia.http://en.wikipedia.org/wiki/Naraka_(Hinduism).
Tetapi hakikat dan makna "Neraka" yang dimaksud bukan dalam terminologi Hindu. Tetapi terminologi Islam yang dibakukan dalam bahasa Indonesia.
http://kbbi.web.id/neraka
/ne•ra•ka/ n 1 alam akhirat tempat orang kafir dan orang durhaka mengalami siksaan dan kesengsaraan; 2 sial; celaka: — , nyah dr sini; 3cak keadaan atau tempat yg menyengsarakan (kemiskinan, penyakit parah): negara yg selalu bergolak merupakan — bagi penduduknya;
Kata “Agama” itu sendiri serapan dari Sansekerta. Sedangkan kata “ber-bakti” (seperti pada kalimat “Berbakti kepada Orangtua”) jika dihubungkan dengan terminologi Hindu & Dharmik artinya beribadah. Dan Kata “Sengsara” yang artinya Kelahiran kembali (reinkarnasi). Juga Derma atau darma artinya Dharma juga merupakan akidah penting dalam Hindu.
http://sealang.net/lwim/search.pl?dict=lwim...
http://en.wikipedia.org/wiki/Bhakti
http://en.wikipedia.org/wiki/Sa%E1%B9%83s%C4%81ra
Dalam bahasa Indonesia "karma" berarti:
http://kbbi.web.id/karma
karma /kar•ma/ n 1 perbuatan manusia ketika hidup di dunia; 2 hukum sebab-akibat:
http://kbbi.web.id/hukum
-karma: hukum yg menyatakan bahwa siapa berbuat akan merasakan akibatnya; hukum balas;
~~~~
Jadi, semua kata2 ini adalah serapan dari bahasa lain. Ketika ia diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka ia berubah maknanya kpd makna lain yg berbeda dr asal bahasanya.
"Setiap hukum hanyalah berkaitan dengan makna suatu istilah, tidak dengan sekadar namanya saja.” (Fathu al-Baari, Ibnu Hajar al-Asqalaani, 10/56).
Ini penjelasan seputar karma. Jika hal itu mau ditinggalkn krn berhati2, maka silakan. Namun jgn menjadikan hal itu senjata yg digunakan dlm menyudutkan seseorang. Apalagi mengafirkannya.
Hal ini perlu kami jelaskan krn jgn sampai ada yg mengafirkn ust Dzulqornain dg dalih ia meyakini keyakinan Hindu!! Subhanalloh, ini sungguh kebohongan besar atas beliau.
Ya akhiy! Kenapa Ustadz Askary tidak ditahdzir dan disikapi sebagaimana Ustadz Dzulqornain??? Kenapa akhiy,??? Kenapa???




0 komentar:
Posting Komentar