Home » » Abu Hafidz At-Taubany

Abu Hafidz At-Taubany



ada yang mengatakan bahwa kami ini muqolidnya ust Luqman Ba'abdu... hallooo, ust2 ahlussunnah itu banyak di indonesia.. ada ust Umar assewed, ust Qomar, ust Afif, ust abdurrohman Lombok, ust askari, ust Idral harist, ust Usama mahri, ust agus sua'idi dan masih banyak lagi... mungkin diantara kami ada yang tdk mengenal (lihat muka ust Luqman).. tapi mengapa kami bersama ust Luqman ba'abdu ?? kami bersama beliau karena beliau bersama ulama Ahlussunah.. jika beliau meninggalkan ulama Ahlussunnah maka kami akan meninggalkannya sebagaimana dulu kami meninggalkan jafar umar tholib..


Tedo Hartono Ana juga bisa menjawab:
"Ada yang mengatakan kami adalah muqollidnya Ustadz Dzuqornain, hallo...! Ustadz Ahlussunnah Salafiyyun itu banyak di Indonesia, ada Ustadz muhammad Na'im, Ust. Jauhary, Ust. Rishkiy, Ust.Nashr, Ust. Abu Ubaidah, Ust. Mustamin, Ust. Khidir, Ust. Ibnu Yunus, Ust. Abdul Qodir, Ust. Jabir, Ust. Kholiful Haadi, Ust. Dzul Akmal, Ust. Wildan, Ust. Ust. Abu Mu'awiyah, Ust. Abu Ahmad, Ust. Imam, Ust. Ali, Ust. Luqman, Ust. Abdul Mu'thiy, Ust. Abdul Barr, Ust. Sofyan dan masih banyak lagi....kami bersama Ust. Dzulqornain karena kami tahu dan mengenal beliau dengan baik walaupun ada pihak yang suka menuduh dengan tuduhan-tuduhan yang keji, beliau bersama ulama walhamdulillah walaupun sebagian pihak tidak menyukai hal tersebut. Kami menjunjung tinggi kebenaran dan anti sikap ta'ashshub, kami meyakini bahwa siapa saja bisa diterima dan ditolak ucapannya kecuali Rasulullallahu shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana yang diucapkan imam Malik rahimahullah.

Luqman Ba'abduh menghina ulama Ahlussunnah seperti Syaikh Utsman As-Salimiy dan Syaikh Abdullah Al-Mar'iy -hafidzahumallah- dalam dauroh ghibahnya di Slipi.
Kami tinggalkan Luqman Ba'abduh karena menyadari makar dan politiknya terhadap dakwah yang mubarokah ini sebagaimana kami meninggalkan Jafar Umar Tholib.
Kami tinggalkan Luqman Ba'abduh karena fatwa sesatnya yang mendahului ulama, dia melarang sekolah formal dan melarang masuk LIPIA padahal ulama besar di zaman ini menyelisihi fatwa sesatnya.

Jika kami fine aja divonis muqollid kenapa kalian sewot dikatakan muqollid??? (Kalau ga mau dicubit ya jangan cubitin orang lain!)

Memangnya Abu Hafidz At-Taubaniy ini mujtahid ya??? Ataukah seorang penuntut imu yang memiliki qudroh untuk berijtihad??? Antum masuk di kalangan yang mana nih???

Atau jangan-jangan antum memang jahil terhadap makna "muqollid"???

Abu Hafidz At-taubaniy Syaikh Tedo Hartono@ pada zaman yang penuh fitnah sekarang ini, atas bimbingan Rasululloh, maka setiap permasalahan kita kembalikan kepada ulama Robbaniy.... wahai syaikh Tedo, menurut penilaian anda ust Luqman telah menghina syaikh Abdulloh al-mar'i dan syaikh Utsman as-salimiy waktu dauroh di slipi... kenapa anda wahai syaikh tdk membawa bukti2 tersebut kehadapan Masyaikh ????

ini perkara besar wahai syaikh ??
ucapan Karma islami dan salafy goncang saja dimintakan fatwa nya, karena Asatidz tahu pada zaman yang penuh fitnah ini, maka setiap urusan dikembalikan kepada ulamanya, asatidz ahlussunah tdk mau mengambil kesimpulan sendiri takut akan terpecahnya da'wah salafiyyah...

Ya syaikh, 

Ust Luqman telah membuat fatwa sesat dg melarang sekolah formal dan melarang masuk LIPIA, kenapa anda dan yang mulia syaikh Dzulqornain tdk mengadukan permasalahan ini dihadapan masyaikh ahlussunah ?? kenapa ?? apakah kalian lebih pinter dari ulama ??

ya Syaikh,

kemarin waktu Tahdzir keluar pertama kali kepada al-mukarrom as-syaikh Dzulqornain, beliau langsung menemui syaikh Robi'... sekarang Tahdzir malah datang dari sekian banyak masyaikh ahlussunah di saudi mengapa tdk didatengi atau minimal di telp lah .. ?? Tidakkah anda merasa janggal wahai syaikh ?? mengapa setelah datang tahdziran dari sekian banyak syaikh ahlussunah, malah tenang2 saja... 

ya syaikh Tedo,

kalau memiliki kebaikan, maka saya percaya seratus persen, yang mulia syaikh Dzulqornain memiliki banyak kebaikan, tapi sekarang babnya Tahdzir ya syaikh ?? harusnya kebaikannya di simpan dulu.... apakah syaikh lupa dengan Husain al-karobisy ?? beliau ulama ya sayikh.. memiliki sifat zuhud waro'.. dan sekian banyak kebaikan yang lain, tapi lihatlah apa yang dilakukan Imam ahmad ???

jika anda wahai sayikh,

mampu membawakan ucapan ulama, soal tahdzir mereka kepada ust luqman. maka kami akan meninggalkannya ya syaikh... ana tdk peduli dg sekian banyaknya kebaikan yang ada pada diri ust Luqman.. bagi kami.. Jarh yang terperinci lebih didahulukan daripada pujian..

wahai syaikh...
komentar anda adalah bentuk Tahdzir kepada Ust Luqman, ?? apakah antm sudah selevel dg syaikh Robi' ???

apakah anda termasuk ulama Jarh wa ta'dil ya syaikh ?? kalau kami selalu menunggu fatwa ulama... jadi ucapan mutalawin dll adalah ucapan ulama ahlussunnah, jangan sandarkan kpd saya, karena itu bukan ucapan saya tapi ucapan ulama..

Jadi siapa anda wahai syaikh ???

Tedo Hartono Abu Hafidz At-taubaniy, ana akan menjawab syubhaat yang antum adopsi dari Luqman Ba'abduh di atas, tolong dijawab dulu pertanyaan ana di atas:

Antum ini seorang:
1. Mujtahid kah?
2. Penuntut ilmu yang memiliki qudroh untuk berijtihad kah???
3. Atau Muqollid???

InsyaAllah ana akan babat habis satu-persatu syubhaat antjm di atas, semoga antum mau bertaubat kepada Allah dari menjatuhkan kehormatan seorang dai Salafy dengan kedok "Tahdzir"/ "ucapan ulama".

Ana perlu mengetahui apa jawaban antum dari pertanyaan ana di atas, supaya mudah bagi ana untuk memberikan jawaban yang bisa dicerna oleh otak antum.
Tafaddol antum panggil teman-teman antum yang setipe dengan antum dari kalangan muqollid ustadz Luqman Ba'abduh


Tedo Hartono Mas Herupurnomo, maaf mas! Kami tidak dididik untuk menjadi preman, soalnya menonjok seorang muslim itu adalah dosa. 
Walaupun Ustadz Luqman Ba'abduh cs beserta pembebeknya mendzolimi kami, insyaAllah kami tidak akan mendzolimi mereka apalagi menonjok mereka dan kami akan melawan mereka dengan Al-Hujjah dan Al-Bayan insyAllah.

Abu Hafidz At-taubaniy Tedo Hartono@ ana Tholabul ilmi... andaikan itu pun masih pantas ana sematkan karena ana merasa masih di bawa dari penuntut ilmu... silakan syaikh.. lanjut ??

Abu Hafidz At-taubaniy All@ komentar yg tdk ilmiyyah ana hapus, yg guyonan ana hapus... Hendro Umar@ ana sdh bilang sama antm dg baik2, jangan posting Link ahlu hawa disini... kalau tetap antm ana hapus dari pertemanan... ternyata antm ulangi lagi... Barokallohu fiek. antm ana remove.


Abu Hafidz At-taubaniy ana juga bingung... kenapa FB ana jadi keranjang sampah begini ya ?? hemmmmm.... tapi ana ambil hikmahnya aja.. sehingga ana tahu mana sururi, hajurry, atau muqolidnya syaikh al-mukarrom Dzulqornain, hingga tinggal meremove aja.. wallahu a'lam.

Abu Hafidz At-taubaniy Sholeh@ komen ente g ilmiyyah.. ana remove bersama arini.

Abu Hafidz At-taubaniy Tedo Hartono@ katanya mau mengajari saya.... syaikh, saya sudah siap syaikh... silakan..

Tedo Hartono Abu Hafidz At-Abu At-taubaniy: tenang akhiy, ada kesibukan yang harus ana selesaikan. Ana berharap diskusi kita di atas keikhlasan mengharap ridho Allah dan tidak keluar dari jalur pembahasan.


nasehat-tukpencarialhaq.blogspot.com
أنت تكثر سواد أهل الضلال إذا كنت تراهم وتسكت عنهم ، أنت مؤيد ومشجع لهم إذا كنت تراهم يعيثون في الأرض فساداً وتسكت . المجموع280/14



Tedo Hartono Abu At-taubaniy, Alhadmulillah jika antum bias gentle seperti itu, bererti antum memilih opsi nomor 2, yaitu antum adalah:

"Penuntut ilmu yang memiliki qudroh unttuk berijtihad"

Sekarang ana tanggapi syubhat antum satu persatu, kemudian kita bahas inti syubhat dari status antum yaitu makna "muqollid". 

Ucapan ente: Pada zaman yang penuh fitnah sekarang ini, atas bimbiingan Rasulullah , maka setiap permasalahan kita kembalikan kepada ulama Robbaniy….wahai syahik Tedo, menurut penilain anda ust Luqman telah menghina syaikh Abdulloh al-mar'I dan syaikh Utsman as-salimy waktu dauroh di slipi… kenapa anda wahai syaikh tdk membawa bukti2 tersebut kehadapan Masyayikh??? 

-----Tanggapan----- 
Kalau setiap permasalahan kita kembalikan kepada ulama, apakah setiap ada dauroh atau durus dari Ustadz Luqman Ba'abduh itu sudah dikembalikan kepada ulama? Siapa yang memerintahkannya untuk mengadakan dauroh ghibah itu? Siapa yang menyuruhnya mengungkit kisah kelam zaman laskar? Ketika di dauroh itu Ustadz Luqman menyuruh mendengarkan kaset ustadz Askary "silsilah kadzdzaabin"??? yaa akhiy! Bukankah semua itu sudah kita tutup dengan adanya ishlah tahun 2005???
Apakah Luqman Ba'abduh ingin menjadi seperti kaum Yahudi yang suka melanggar perjanjian???

Kalau kita mau konsisten kembali kepada ulama, kenapa Ustadz Luqman Ba'abduh menyelisihi menyelisihi fatwa ulama diantaranya Asy-Syaikh Ahmad AN-Najmiy dan Asy-Syaikh Shalih As-Suhaimiy rahimahumallah dalam masalah "belajar di LIPIA"??, kemudian menyelisihi Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry hafidzahullah dalam masalah "sekolah formal" padahal ustadz Luqman Ba'abduh sendiri yang bertanya langsung ke Asy-Syaikh Ubaid dan ? Kenapa fatwa ini tidak disebar??? Bahkan salah satu pengekornya mengatakan tentang fatwa itu : "min abaathil Ubaid"( diantara kebathilan-kebathilan Ubaid) 

Yaa akhiy! Bukankah ini menyelisihi ulama bahkan menghina ulama??? Kenapa ustadz Luqman Ba'abduh tidak mentahdzir temannya itu? Kemudian diterapkan 3 syarat taubat??? Kenapa yaa akhiy? Kenapa??? Bahkan dengan sombongnya ustadz Luqman melarang ikhwan untuk menyekolahkan anak-anak mereka di Al-Madinah Solo! Bukankah masalah sekolah formal sudah selesai??? Bahkan ketika itu Abu Nashim Mukhtar membawa buku-buku terbitan DikNas sedangkan ustadz Muhammad Na'im membawa bukti buku-buku terbitan dari sekolah al-Madinah. Kenapa Ma'had IT yang di Sumpiuh dan Ma'had Al-Faruq di Purwokerto tidak ditahdzir oleh Ustadz Luqman??? Kenapa dauroh Slipi Ustadz Luqman membabi buta menyerang Ustadz Dzulqornain terkait masalah sekolah formal??? 

Bukankah ini adalah mendahului ulama??? Bukankah ini kurang-ajar terhadap ulama? Bukankah ini main-main terhadap fatwa ulama?? Bukankah ini yang disebut MUTALAWWIN??? Kemana prinsip "kita harus kembali kepada ulama"??? 

Masalah menghinakan Syaikhain Utsman As-Salimiy dan Abdullah Al-Mar'iy tidak perlu antum tuntut ana untuk dibawa ke masyaayikh, kami bukanlah orang yang suka menjatuhkan orang lain seperti perbuatan ustadz Luqman Ba'abduh. Cukuplah ustadz Luqman Ba'abduh bercermin dan melihat dirinya sendiri.

Kami hanya melapor keoada Allah Yang Maha Perkasa trntang kelicikan ustadz Luqman Ba'abduh.

Tedo Hartono Ucapan ente:
" ini perkara besar wahai syaikh ??
ucapan Karma islami dan salafy goncang saja dimintakan fatwa nya, karena Asatidz tahu pada zaman yang penuh fitnah ini, maka setiap urusan dikembalikan kepada ulamanya, asatidz ahlussunah tdk mau mengambil kesimpulan sendiri takut akan terpecahnya da'wah salafiyyah..."

----tanggapan ane dari 2 sisi-----:

1. Tentang hukum Karma

Kenapa antum dan muqollid ustadz Luqman Ba'abduh cs suka berdusta dan menisbahkan sesuatu yang tidak diucapkan oleh orang lain??? 

Ana tantang antum untuk mendatangkan bukti ucapan Ustadz Dzulqornain yang mengatakan "Karma Islami" (antum haris bertaubat dengan menerapkan 3 syarat tobat kalau tidak mampu membawakan konteks kalimat tersebut)

Ini ana vawakan ucapan Ustadz Dzulqornain ketika ditanya tentang karma:

Penanya: Apakah hukum karma itu memang ada?

Jawaban dari Al-Ustadz Dzulqornain: 

Hukum karma dimaklumi ya dalam bahasa Indonesia, dalam pengertian kita. Seorang berbuat kejelekan, ada seseorang dia juga mendapatkan akibat yang semisalnya. Nah hal yang semacam ini mungkin saja ada, sebab dia adalah bentuk dari siksaan, bentuk dari pembalasan, iya, bentuk dari pembalasan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan bahwa pembalasannya itu sangatlah berat. Di dalam berbagai ayat diterangkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala, iya, memberikan balasan kepada orang yang berbuat dosa sesuai dengan amalannya masing-masing….(kemudian beliau membawakan ayat dan hadits untuk menguatkan fatwanya di atas) Berikut link bukti suaranya:http://www.4shared.com/.../hukum_karma_mungkin_saja_ada.html

Mana kalimat "Karma Islami" akhiy??? Sungguh sangat jelas kedustaan antum!

Di sisi lain, mari kita simak jawaban Ustadz Askary s2bagai berikut:

Tanya :

Bismillah..afwan, apakah ada yang dikatakan “hukum karma”?

Jawab:

Apa yang dimaksud hukum karma?

الحكم على الشيء فرع عن تصوره

“Untuk menghukumi sesuatu harus mengetahui penggambarannya terlebih dahulu”

Apa itu hukum karma? Adapun di dalam islam tidak dikenal ada istilah hukum karma, itu tidak ada. Tidak ada sama sekali. Tidak disebutkan dalam Al Qur’an, tidak disebutkan dalam sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Istilah hukum karma, kalau yang dimaksud bahwa hukum karma itu dari Hindu, yaitu agamanya Hindu. Itu keyakinan mereka, dan itu tidak ada hubungannya dengan Islam, kalau yang ditanyakan adalah hukum karmanya.

Na’am, makanya kembali kepada istilah hukum karma itu apa sih? Saya sendiri tidak memahami secara detail. Tapi kalau yang dimaksud misalnya, siapa yang berbuat, dia akan mendapatkan balasannya. Siapa yang melakukan satu perbuatan, dia akan menerima hasilnya. Apabila seorang berbuat kebaikan, kebaikan pula yang dia dapatkan. Apabila seorang berbuat dzolim, maka dia akan mendapatkan pula akibatnya.

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا

“Maka balasan dari keburukan itu keburukan yang semisalnya..”

Seseorang yang melakukan perbuatan yang dzolim, itu tidak akan dibiarkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Pasti akan ada balasannya, entah di dunia atau di akhirat. Siapa saja yang berbuat kejahatan, maka pasti akan ada balasan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, entah di dunia ataukah di akhirat. Kalau yang dimaksud dari sisi ini. Bahwa setiap perbuatan keburukan itu ada balasannya, maka dari sisi ini benar.

Demikian banyak dalil dari Al Qur’an, dari hadits-hadits nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Ala ‘Alihi wa Sallam yang menerangkan tentang hal tersebut. Tapi kalau kembali kepada istilah bahwa hukum karma, apakah ada di dalam Islam? Tidak ada di dalam Islam hukum karma itu. Tidak dikenal di dalam Islam, istilah hukum karma. Barakallahu fiikum". [Dinukil darihttp://www.darussalaf.or.id/.../apakah-ada-yang.../]

Ucapan ust Asykari ini sama persis dg ucapan ust. Dzulqornain. Tapi kenapa beliau digugat, lalu ust. Asykari nggak digugat dan ditahdzir oleh ust. luqman Ba Abduh, cs.

Perhatikan baik2, jawabannya sama dari sisi makna etimologinya, hanya saja Al-Ustadz Dzulqornain menggunakan kalimat "mungkin saja ada", artinya beliau juga tidak memastikan, hampir sama dengan jawaban Al-Ustadz Askary di awal jawabannya, walaupun beliau dengan tegas menafikan tidak adanya hukum karma dalam Islam, namun di akhir jawaban Al-Ustadz Askary menetapkan adanya hukum karma jika ditinjau dari makna etimologi sebagaimana jawaban Al-Ustadz Dzulqornain.

Bererti Al-Ustadz Askary juga berhak untuk ditahdzir dan dimuat sebagai tamu hujatan dalam situs "tukpencarialhaq".

Tapi karena kebodohan, kedzaliman, dan kedengkian pemilik situs itu terhadap Al-Ustadz Dzulqornain, akhirnya hanya Al-Ustadz Dzulqornaian saja yang dihujat dengan tambahan-tambahan judul super dari pemilik situs, situs yg semestinya dinamai dg "pemakanbangkai.net".

Sisi lain, tentang permasalahan karma harusnya sudah selesai dan tidak perlu diungkit.
Karena, ketika ditanya tentang Karma, yg dijelaskan Ustadz Dzul adalah karma dalam bahasa Indonesia, atau “al-jaza min jinsil amal dalam syariah”, dan bukan adanya karma versi hindu di dalam agama Islam.http://www.youtube.com/watch?v=YyTPxyLDog4 .
Lagipula, Ustadz Dzul telah rujuk ketika mendapat nasihati ulama untuk menghidari kata tersebut, dan meralatnya ketika ditanyakan kembali di lain waktu . Sehingga harusnya masalah telah selesai. 
Hal ini seperti, jika ada yg bertanya kepada ustadz: "Adakah Neraka di dalam keyakinan Islam?" Sementara kata "neraka" berasal dr kata yg dulu dipakai dlm Hindu, namun diserap dlm bahasa Indonesia.http://en.wikipedia.org/wiki/Naraka_(Hinduism).

Tetapi hakikat dan makna "Neraka" yang dimaksud bukan dalam terminologi Hindu. Tetapi terminologi Islam yang dibakukan dalam bahasa Indonesia.
http://kbbi.web.id/neraka 
/ne•ra•ka/ n 1 alam akhirat tempat orang kafir dan orang durhaka mengalami siksaan dan kesengsaraan; 2 sial; celaka: — , nyah dr sini; 3cak keadaan atau tempat yg menyengsarakan (kemiskinan, penyakit parah): negara yg selalu bergolak merupakan — bagi penduduknya;

Kata “Agama” itu sendiri serapan dari Sansekerta. Sedangkan kata “ber-bakti” (seperti pada kalimat “Berbakti kepada Orangtua”) jika dihubungkan dengan terminologi Hindu & Dharmik artinya beribadah. Dan Kata “Sengsara” yang artinya Kelahiran kembali (reinkarnasi). Juga Derma atau darma artinya Dharma juga merupakan akidah penting dalam Hindu.
http://sealang.net/lwim/search.pl?dict=lwim... 
http://en.wikipedia.org/wiki/Bhakti 
http://en.wikipedia.org/wiki/Sa%E1%B9%83s%C4%81ra 
Dalam bahasa Indonesia "karma" berarti:
http://kbbi.web.id/karma 
karma /kar•ma/ n 1 perbuatan manusia ketika hidup di dunia; 2 hukum sebab-akibat:
http://kbbi.web.id/hukum 
-karma: hukum yg menyatakan bahwa siapa berbuat akan merasakan akibatnya; hukum balas; 
~~~~ 
Jadi, semua kata2 ini adalah serapan dari bahasa lain. Ketika ia diserap ke dalam bahasa Indonesia, maka ia berubah maknanya kpd makna lain yg berbeda dr asal bahasanya.

"Setiap hukum hanyalah berkaitan dengan makna suatu istilah, tidak dengan sekadar namanya saja.” (Fathu al-Baari, Ibnu Hajar al-Asqalaani, 10/56).
Ini penjelasan seputar karma. Jika hal itu mau ditinggalkn krn berhati2, maka silakan. Namun jgn menjadikan hal itu senjata yg digunakan dlm menyudutkan seseorang. Apalagi mengafirkannya.

Hal ini perlu kami jelaskan krn jgn sampai ada yg mengafirkn ust Dzulqornain dg dalih ia meyakini keyakinan Hindu!! Subhanalloh, ini sungguh kebohongan besar atas beliau.

Ya akhiy! Kenapa Ustadz Askary tidak ditahdzir dan disikapi sebagaimana Ustadz Dzulqornain??? Kenapa akhiy,??? Kenapa???

e.4shared.com
4shared is a perfect place to store your pictures, documents, videos and files, ...Lihat Selengkapnya

Tedo Hartono 2. Tentang "Salafy Goncang"

Perlu antum ketahui akhiy Abu Hafidz Abu At-taubaniy dan segenap muqollid Ustadz Luqman Ba'abduh, bahwa permasalahan ini sudah pernah diangkat di depan Syaikh Robi' hafidzahullah dan telah dijawab dengan ilmiah oleh Ustadz Dzulqornain sebelum keluarnya "tahdziran" itu, ngapain lagi diangkat oleh Ustadz Luqman di Slipi???
Kalau Ustadz Luqman Ba'abduh mau jujur, harusnya Ustadz Hasan Rosyid kendari juga ditahdzir dan sikapi sama seperti Ustadz Dzulqornain, karena Ustadz Hasan Rosyid juga mengatakan kalau Ustadz Yazid Jawaz itu Salafy, bahkan sebagaimana yang disampaikan oleh salah seorang ikhwan sebagai berikut:

Ustadz Abu Irbadh Bulukumba hafizhahullah bertamu di rumah kami dan dalam salah satu perbincangan, beliau menyampaikan ucapan ustadz Hasan (bil ma’na), bahwa Abdurrahman Abdul Khaliq adalah ahlussunnah yang menyimpang...kami tekankan sekali lagi AHLUSSUNNAH yang menyimpang. Ketika itu kami memang sedang memperbincangkan ucapan Syaikh Robi’ yang menganggap Abdurrahman Abdul Khaliq sebagai mubtadi’, tapi ustadz Hasan masih menganggapnya sebagai ahlussunnah tapi menyimpang. Kami berprasangka bahwa ucapan ustadz Abu Irbadh itu adalah benar, dikarenakan tempo hari kami bercerita lepas, tidak ada dorongan fitnah sebagaimana yang terjadi sekarang ini dan beliau masih bersama ustadz Hasan ketika itu (sebagai murid di pondok Minhajussunnah Kendari milik ustadz Hasan).

Tapi kenapa Ustadz Hasan Rosyid tidak diangkat permasalahannya? Bahkan sempat berdusta dan menjatuhkan Ustadz Khidir, dan mengatakan Ustadz khidir tidak bertemu dengan masyayikh ketika umroh???? Dosa apa lagi yang kalian ingin petik??? Ustadz Khidir sendiri sempat bertemu dengan Syaikh Muhammad bin Hadi, Syaikh Ali Nashir Faqihiy dan Syaikh Shalih As-Suhaimiy hafidzahumullahu sebagaimana yang beliau alami sendiri. Kenapa akhiy??? Kenapa??? (Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah). 

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian menjadi orang-orang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencian kalian terhadap sesuatu kaum, mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa, dan bertakwalah kepada Allah. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan". (Q.S. Al Maidah ayat 9).


Tedo Hartono Ucapan ente:
Ya syaikh, 

Ust Luqman telah membuat fatwa sesat dg melarang sekolah formal dan melarang masuk LIPIA, kenapa anda dan yang mulia syaikh Dzulqornain tdk mengadukan permasalahan ini dihadapan masyaikh ahlussunah ?? kenapa ?? apakah kalian lebih pinter dari ulama ??

Tangapan.........
Apa mata dan hati antum sudah buta???
Apakah antum tidak membaca fatwa ulama dalam masalah tersebut? Kenapa harus diadukan lagi kalau sudah ada fatwa??? 
Kami bukan seperti ustadz Luqman yang suka mengobok-obok fatwa ulama, berikut ana tampilkan fatwa tersebut:

1. Fatwa Asy-Syaikh Al-'Allaamah Ahmad An-Najmiy rahimahullahu:
Pertanyaan: Di kota kami terdapat sebuah Universitas yang merupakan cabang dari Universitas Al Imam Muhammad bin Su’ud yang ada di Riyadh. Bolehkah bagi salafiyun untuk belajar di Universitas tersebut, sedangkan mayoritas pengajarnya bukan salafiyun, bahkan tiga orang dari mereka tergolong tokoh ikhwanul muslimin di sana? Asy-Syaikh Ahmad menjawab; Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah dan keluarganya. Wa ba’du;Tidak diragukan lagi bahwa kita tidak mengkafirkan mereka (ikhwanul muslimin). Akan tetapi kita meyakini bahwa akidah mereka adalah akidah yang mencampurkan antara yang hak dengan yang batil dan antara sunnah dan bid’ah. Dan seharusnyalah bagi yang menginginkan al hak untuk tidak belajar kepada mereka kecuali orang tersebut berhati-hati dan paham dengan hizbiyah-hizbiyah ini dan berhati-hati darinya dan dari orang-orangnya. Terlebih lagi orang yang belajar kepada mereka akan merasa hutang jasa, hanya saja apabila dia dapat membedakan yang hak dengan yang batil maka boleh baginya untuk belajar, akan tetapi tetap berhati-hati. Najamiyah, Ahad 9/1/1425 (1 Maret 2004) 
Yang bertanya Jafar Salih

2. Fatwa Asy-Syaikh Shalih As-Suhaimiy hafidzahullah
Penanya: Assalamu'alaikum Syaikhanaa 
Asy-Syaikh: Wa'alaikum salam warahmatullah 
Penanya: Saya seorang penuntut ilmu Universitas Islam Madinah dari Indonesia 
Asy-Syaikh: Hayyaakallahu Penanya: Di negeri kami ada sebuah Universitas cabang Universitas Muhammad bin Su'uud (Riyadh) 

Asy-Syaikh: iya, saya mengetahui tentangnya, dan saya mengetahui para pengurusnya. 
Penanya: Padanya ada sebagian pengajar yang terpengaruh dengan manhaj Ikhwanul Muslimin, maka apa nasehat anda wahai Syaikh? Karena sebagian penuntut ilmu mentahdzir Universitas ini dan sebagian mereka tidak mentahdzirnya. 

Asy-Syaikh: tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak! Universitas tersebut manhajnya selamat(benar)

Penanya: Jazaakumullahu khairan 

Asy-Syaikh: Maka jika didapati seseorang yang tidak menerapkan manhajnya(universitas tersebut), hal itu tidaklah merubah kebaikan universitas itu, masuklah ke universitas tersebut. 

Penanya: Jazaakumullahu khairan syaikhanaa, 

Asy-Syaikh: Hayyaakallahu 

Penanya: Assalamu'alaikum 

Asy-syaikh: Wa'alaikum salam [Transkrip rekaman tanya jawab bersama Fadhilatusy SyaikhDR Shalih As-Suhaimiy hafidzahullah setelah materi pelajaran umum tentang ibadah haji dan adab-adab ziarah kota Madinah, Masjid An-Nabawiy, kota Madinah. Hari kamis-malam jum'at- 24 oktober 2013]

3. Fatwa Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiiriy hafidzahullah tentang "sekolah formal" 

الله الرحمن الرحيممن عبيد الجابري إلى إخوانه في الله مؤسسي المدرسة السلفية في براونج جزيرة سومطرا إندونيسيا حفظنا الله وإياكم بالسنة وجعلنا من خواص أهلها في الدنيا والآخرةالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته .وبعد :وقد اطلعت على رسالتكم إلينا المؤرخة 18 مايو 2009 م ، وسرّني ما ذكرتموه من إنشاء هذه المدرسة واجتهادكم في مناهجها حتى تكون على السنة .وخلاصة جوابنا على أسئلتكم :أولا : أحسنتم حين استئذنتم الشؤون الدينية في إنشاء المدرسة ، فإن ذلك من تمام السمع والطاعة لولي الأمر .ثانيا : إذا جاءتكم دعوة من الحكومة للمشاركة في معتمر ، وكان حضوركم لازما فانتدبوا لحضور ذلك المعتمر رجالا منكم ، وليغضوا من أبصارهم كما أمر الله { قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ } إذا كان في المعتمر نساء .ثالثا : إذا زاركم ملاحظ من الحكومة فمكّنوه من زيارة المدرسة ، سواء كان رجلا أو امرأة ، لأني فهمت من الرسالة أن ذلك مفروض عليكم من قبل الشؤون الدينية .رابعا : لا بأس بأخذكم المساعدة من الحكومة ، وإن كانت الحكومة تطلب منكم الخراج لحاجتكم الشديدة إلى هذه المساعدة .خامسا : افصلوا البنين عن البنات في السنوات الثلاث الأولى ، وننصحكم بواحد من طريقين :1- جعل البنات في المؤخرة بعيدات عن البنين مع أمركم بنات تسع فما فوق بلبس الخمار والثياب الضافية الساترة وتخصيص باب يدخلن ويخرجن منه .2- أو اجعلوا فترة خاصة يدرس فيها هؤلاء البنات ، إذا لم تتمكنوا من ضمهن إلى زميلاتهن في السنوات الرابعة والخامسة والسادسة حتى يدرّسهن نساء .سادسا : إذا اضطررتم إلى وضع صور المعلمين والمعلمات ولا خلاص لكم إلا بذلك فلا بأس عليكم إن شاء الله .سابعا : إذا فرضت عليكم مواد لا ترغبون في تدريسها لمخالفتها الشرع ، فإن كانت من المحرمات المحضة كالمعازف والرقص وسباحة النساء فلا تقبلوها . وإن كانت تلك المواد يمكن التصرف فيها بما يوافق الشرع فلا مانع من قبولها ودراستها حتى يحصل الطلاب والطالبات على شهادات تؤهلهم إلى مواصلة الدراسة في جامعات إسلامية معتبرة لأن الجامعات لا تقبل شهادة غير معترف بها في التعليم عندكم .ثامنا : لا مانع من دراستكم قوانين البلد مع بيان ما فيها من مخالفات شرعية حتى يتربى الطلاب والطالبات على الحذر منها مستقبلا .تاسعا : ليس حصولكم على الإذن من الحكومة وكذلك أخذ المساعدة منها مداهنة أو مجاملة ما دمتم تربون الطلاب والطالبات على التوحيد والسنة .عاشرا : إذا انتدبت الجهة التعليمية رجلا منكم لملاحظة الطلاب والطالبات ولم يمكنكم التخلص من ذلك فابعثوا مَن تثقون بدينه وأمانته إلى تلك المدارس وإن كان فيها اختلاط وعليه الغض من بصره كما أمر الله .حادي عشر : صور ذوات الأرواح في المذكرات الدراسية إذا كنتم ملزمين بها فلا بأس عليكم إن شاء الله فهو مما عمت به بلوى .وفقكم الله وشكر مساعيكم والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته .أخوكم في الله عبيد بن عبد الله بن سليمان الجابري المدرس بالجامعة الإسلامية سابقا وحرر مساء الإثنين الخامس عشر من جمادى الآخرة عام ثلاثين وأربعمائة وألف الثامن من يونيو عام تسعة وألفين





Tedo Hartono
Terjemah Tanya-Jawab

بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Ubaid Al JabiriyKepada Saudara-saudaranya fillah, para Perintis Madrasah Salafiyyah di Perawang , Sumatra, Indonesia.Semoga Allah menjaga kami dan kalian dengan sunnah dan semoga Ia menjadikan kita pengikut sunnah pilihan di dunia dan akhiratالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته .وبعد :Sungguh kami telah menelaah surat kalian kepada kami tertanggal 18 Mei 2009 M. Telah membuat aku gembira, sesuatu yg kalian sebutkan berupa pembangunan madrasah ini dan kesungguhan kalian dalam (membuat) manhaj (metodenya) sampai ia berada di atas sunnah.Sedang inti jawaban kami atas pertanyaan-pertanyaan kalian:Pertama : Kalian telah bersikap benar saat meminta ijin kepada bagian urusan pendidikan (Depag) dalam membangun madrasah (sekolah) ini. Karena, hal itu termasuk kesempurnaan mendengar dan taat kepada pemerintah.Kedua : Jika datang kepada kalian undangan dari pemerintah untuk ikut serta dalam sebuah muktamar (pertemuan), sedang kehadiran kalian adalah sebuah keharusan, maka utuslah beberapa orang lelaki diantara kalian untuk menghadiri pertemuan itu dan hendaknya mereka (yg hadir) menahan (menundukkan) sebagian pandangannya sebagaimana yg Allah perintahkan:قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya…" (An Nuur : 30),jika di dalam pertemuan itu terdapat beberapa orang wanita.Ketiga: Jika kalian dikunjungi oleh pengawas dari pemerintah, maka biarkanlah ia mengunjungi madrasah, sama saja apakah ia (pengawas) itu adalah pria atau wanita. Karena, aku pahami dr surat kalian bahwa hal itu diharuskan bagi kalian dari pihak Depag.Keempat: Tidak mengapa kalian mengambil bantuan dari pemerintah, walaupun pemerintah meminta dari kalian pajak (pungutan), karena hajat kalian besar terhadap bantuan itu.Kelima : Pisahkanlah anak-anak putra dari anak-anak putri pada tiga tahun yang pertama dan kami nasihatkan bagi kalian dengan salah satu diantara dua cara:1. Meletakkan anak-anak putri di bagian belakang, dalam kondisi mereka jauh dari anak-anak putra, seiring kalian memerintahkan anak-anak putri yg berumur 9 tahun dan lebih untuk memakai kerudung dan pakaian yg longgar lagi menutupi aurat serta mengkhususkan sebuah pintu yg anak-anak putri keluar-masuk darinya.2. ataukah buatlah waktu khusus, di dalam anak-anak putri itu dapat belajar, jika kalian tidak mampu untuk menyatukan mereka bersama teman-teman putri mereka di kelas 4, 5 dan 6 sehingga mereka diajari oleh para wanita.Keenam : Jika kalian terpaksa meletakkan (memasang) foto para guru pria dan wanita, sedang tidak ada jalan bagi kalian, kecuali itu, maka tidak mengapa hal itu bagi kalian.Jika diharuskan bagi kalian beberapa materi pelajaran yang kalian tidak sukai untuk diajarkan, karena ia menyelisihi syariat, maka bila ia merupakan perkara murni haram, seperti musik, menari (joget), berenang bagi kaum wanita, maka jangan kalian terima.Jika materi-materi pelajaran itu mungkin untuk di-tashorruf (diubah) dengan sesuatu yg mencocoki syariat, maka tidak ada halangan untuk menerimanya dan mengajarkannya sehingga para santriwan dan santriwati dapat meraih ijazah yg menjadikan mereka berhak untuk melanjutkan pendidikan di beberapa universitas Islam yg diakui. Karena, universitas-universitas itu tidak akan menerima ijazah yg diakui dalam dunia pendidikan di sisi kalian.Kedelapan : Tidak ada halangan kalian mengajarkan undang-undang negara, seiring adanya penjelasan ttg sesuatu yg ada di dalamnya berupa penyelisihan-penyelisihan syar'i, sehingga para santriwan dan santriwati terdidik untuk berhati-hati darinya di masa yg akan datang.Kesembilan: Dapatnya kalian izin dari pemerintah, demikian pula bantuan dari mereka sebagai mudahanah (bermanis muka) dan mujamalah (bersikap ramah), selama kalian (tetap) mendidik santriwan dan santriwati di atas sunnah dan tauhid.Kesepuluh : Jika Diknas mengutus seorang diantara kalian untuk mengawasi para santriwan (siswa) dan santriwati (siswi), dan kalian tidak mampu mengelak dr hal itu, maka utuslah orang yg kalian percayai agamanya dan amanahnya ke sekolah-sekolah itu, walaupun di dalamnya terdapat ikhtilath dan wajib baginya untuk menundukkan sebagian pandangannya sebagaimana yg Allah perintahkan.Kesebelas : gambar-gambar makhluk bernyawa pada diktat-diktat pelajaran; jika kalian terharuskan dengannya, maka tidak ada apa-apa bagi kalian, insya Allah. Ia termasuk musibah yg hampir merata.Semoga Allah memberikan taufiq kepada kalian dan mensyukuri segala usaha kalian.والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته .Saudaramu fillah, Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman Al Jabiriy, Mantan Pengajar di Al Jami'ah Al Islamiyyah (Universitas Islam Madinah).Telah diperiksa kembali pada Hari Senin, 15 Jumadal Akhiroh, 1430 H yg bertepatan dengan tanggal 8 Juni 2009.

Tahukah antum fatwa ini dikatakan oleh salah seorang teman Ustadz Luqman "min abaathil Ubaid"??(dari kebathilan-kebathilan Ubaid)

Akhiy! Bukankah ini pelecehan terhadap ulama? Bukankah ini merasa lebih pinter bahkan sombong dan durhaka terhadap ulama? Butakah antum dari perkara ini? Apakah kalian lebih pinter dari ulama???

Tahukah antum kalau fatwa tentang sekolah formal ini disembunyikan oleh ustadz Luqman padahal dia sendiri yang bertanya??
Antum dengwrkan sendiri suara Ustadz Luqman di sini (kalau antum mengerti bahasa Arab insyaAllah antum akan paham apa yang ana sampaikan di atas)
https://www.dropbox.com/.../1jv2ai3ot.../luqman-sy.ubaid.m4a


www.dropbox.com
Shared with Dropbox


Tedo Hartono Ucapan ente:
kemarin waktu Tahdzir keluar pertama kali kepada al-mukarrom as-syaikh Dzulqornain, beliau langsung menemui syaikh Robi'... sekarang Tahdzir malah datang dari sekian banyak masyaikh ahlussunah di saudi mengapa tdk didatengi atau minimal di telp lah .. ?? Tidakkah anda merasa janggal wahai syaikh ?? mengapa setelah datang tahdziran dari sekian banyak syaikh ahlussunah, malah tenang2 saja... 

Tanggapan:
Antum mau lihat kejanggalan dan keanehan serta kontradiksi sikap ustadz Luqman Ba'abduh cs???, simak berikut ini:

1. Kejanggalan dengan ucapan Asy Syaikh Robi' Hafizhahullah bahwa tahdzir belum dicabut (berarti belum bisa ta'lim sama ustadz Dzulqarnain), padahal surat Asy Syaikh Hani' hafizhahullah yang kedua (yang juga sudah diperiksa oleh Asy Syaikh Robi' hafizhahullah sendiri), kita diarahkan untuk menerima beliau sebagai saudara dan da'i (bisa diambil ilmunya). Ini menimbulkan tanda tanya yang besar mengenai "ole-ole" yang pihak ustadz Luqman Ba'abduh sangat andalkan itu.

2. Satu hal lagi, bahwa fatwa pertama, Ustadz luqman ba'abduh cs sangat berpegang teguh dan menggigitnya dengan gigi geraham, tapi begitu muncul fatwa kedua dari Syaikh Robi' terkait ruju dan persaudaraan, mereka menolaknya mentah-mentah. Padahal mereka sangat memegang prinsip "Syaikh Robi' TIDAK MUNGKIN SALAH, karena sangat ta'anni dan sangat tatsabutnya beliau". lha, kalo begitu fatwa kedua apakah mereka menganggap bahwa Syaikh Robi' tidak ta'anni dan tatsabut lagi? yang ta'anni dan tatsabut itu hanyalah yang mencocoki hawa nafsu mereka? lalu siapa sebenarnya yang mutalawwin, la'ab dan makar terhadap ulama? Sungguh perbuatan yang sangat tidak inshof. SANGAT TIDAK INSHOF!!!!! Nasalullaha assalaama wal’afiyah. Tidakkah anda merasa janggal??
3. Kenapa surat pertama tidak disertakan redaksi pertanyaan atau pernyataan yang diajukan oleh pihak Ustadz Luqman Ba'abduh kepada Syaikh Haaniy yang akhirnya keluarlah kesimpulan Asy-Syaikh Robi hafidzahullah???
4. Demikian pula "ole-ole"- nya, mana redaksi pertanyaan atau pernyataan yang diajukan kepada masyaayikh tersebut? Apa yang mereka laporkan??? Kok takut transparan? Kalau Asatidzah pembawa ole-ole itu jujur mau memperbaiki keadaan ummat khususnya kaum Salafiyyun harusnya mereka menjelaskan dengan gamblang apa yang telah mereka sampaikan kepada Masyaayikh tersebut! Bukan sepotong-sepotong! 
Tidakkah anda merasa janggal???

5. Ustadz Luqman cs mengklaim menginginkan kebaikan bagi Ustadz Dzulqornain, tapi anehnya kenapa surat pertama itu tidak disampaikan langsung kepada Ustadz Dzulqornain yang ketika itu masih di Arab Saudi?? Sehingga mudah bagi beliau untuk klarifikasi langsung ke Syaikh Robi' & Syaikh Haniy???? Kenapa harus diaembunyikan berbulan-bulan????
Aneh kan??? Ya begitulah Ustadz Luqman Ba'abduh!

Ustadz Dzulqornain diam disikapi, beliau berbicara pun disikapi! Beliau langsung ke Saudi pun disikapi! Ustadz Luqman Ba'abduh maunya apa???
Teleconference pun disikapi! Apalagi yang tersisa???

Kami sudah muak dengan sikap talaa'ubnya ustadz Luqman Ba'abduh cs, fatwa yang kira-kira mendukung sikap uniknya disebarkan seluas-luasnya, tapi jika tidak cocok dengan sikap uniknya eh malah disembunyiin????

Tidakkah anda merasa janggal???

Tedo Hartono Ucapan ente:
ya syaikh Tedo,

kalau memiliki kebaikan, maka saya percaya seratus persen, yang mulia syaikh Dzulqornain memiliki banyak kebaikan, tapi sekarang babnya Tahdzir ya syaikh ?? harusnya kebaikannya di simpan dulu.... apakah syaikh lupa dengan Husain al-karobisy ?? beliau ulama ya sayikh.. memiliki sifat zuhud waro'.. dan sekian banyak kebaikan yang lain, tapi lihatlah apa yang dilakukan Imam ahmad ???

-----tanggapan---

Jangan sembarangan beranalogi kalau ga punya ilmu akhiy, apakah antum mau samakan Ustadz Dzuqornain dengan Husain Al-Karoobisiy??
Apakah antum tahu sebab Al-Imam Ahmad mentahdzir Husain Al-Karoobisy??? Ataukah antum hanya ingin berbicara tanpa ilmu???

Al-Imam Ahmad mentahdzir Husain AL-Karobisiy karena masalah 
"lafadz yang diucapkan dengan Al-Qur'an adalah makhluk"

Ana tantang antum bawakan ucapan Ustadz Dzulqornain yang mengatakan demikian!!! (Jangan suka berbicara tanpa ilmu akhiy! Karena akan nampak kejahilanmu)

Bahkan Ustadz Dzulqornain dalam banyak pelajaran-pelajarannya menjelaskan hal tersebut, dengarkan sendiri rekaman-rekaman pelajarannya yang saray dengan ilmu para ulama salaf, berbeda dengan Ustadz Luqman Ba'abduh yang tidak memiliki kemampuan ilmiah seperti Ustadz Dzulqornain.

Lagian kita tidak membahas masalah "muwaazanah", jadi ga usah deh menyeret ane ke masalah tersebut, tlong kalau diskusi jangan ke mana-mana ok!

Tedo Hartono Ucapan ente:
kemarin waktu Tahdzir keluar pertama kali kepada al-mukarrom as-syaikh Dzulqornain, beliau langsung menemui syaikh Robi'... sekarang Tahdzir malah datang dari sekian banyak masyaikh ahlussunah di saudi mengapa tdk didatengi atau minimal di telp lah .. ?? Tidakkah anda merasa janggal wahai syaikh ?? mengapa setelah datang tahdziran dari sekian banyak syaikh ahlussunah, malah tenang2 saja... 

Tanggapan:
Antum mau lihat kejanggalan dan keanehan serta kontradiksi sikap ustadz Luqman Ba'abduh cs???, simak berikut ini:

1. Kejanggalan dengan ucapan Asy Syaikh Robi' Hafizhahullah bahwa tahdzir belum dicabut (berarti belum bisa ta'lim sama ustadz Dzulqarnain), padahal surat Asy Syaikh Hani' hafizhahullah yang kedua (yang juga sudah diperiksa oleh Asy Syaikh Robi' hafizhahullah sendiri), kita diarahkan untuk menerima beliau sebagai saudara dan da'i (bisa diambil ilmunya). Ini menimbulkan tanda tanya yang besar mengenai "ole-ole" yang pihak ustadz Luqman Ba'abduh sangat andalkan itu.

2. Satu hal lagi, bahwa fatwa pertama, Ustadz luqman ba'abduh cs sangat berpegang teguh dan menggigitnya dengan gigi geraham, tapi begitu muncul fatwa kedua dari Syaikh Robi' terkait ruju dan persaudaraan, mereka menolaknya mentah-mentah. Padahal mereka sangat memegang prinsip "Syaikh Robi' TIDAK MUNGKIN SALAH, karena sangat ta'anni dan sangat tatsabutnya beliau". lha, kalo begitu fatwa kedua apakah mereka menganggap bahwa Syaikh Robi' tidak ta'anni dan tatsabut lagi? yang ta'anni dan tatsabut itu hanyalah yang mencocoki hawa nafsu mereka? lalu siapa sebenarnya yang mutalawwin, la'ab dan makar terhadap ulama? Sungguh perbuatan yang sangat tidak inshof. SANGAT TIDAK INSHOF!!!!! Nasalullaha assalaama wal’afiyah. Tidakkah anda merasa janggal??
3. Kenapa surat pertama tidak disertakan redaksi pertanyaan atau pernyataan yang diajukan oleh pihak Ustadz Luqman Ba'abduh kepada Syaikh Haaniy yang akhirnya keluarlah kesimpulan Asy-Syaikh Robi hafidzahullah???
4. Demikian pula "ole-ole"- nya, mana redaksi pertanyaan atau pernyataan yang diajukan kepada masyaayikh tersebut? Apa yang mereka laporkan??? Kok takut transparan? Kalau Asatidzah pembawa ole-ole itu jujur mau memperbaiki keadaan ummat khususnya kaum Salafiyyun harusnya mereka menjelaskan dengan gamblang apa yang telah mereka sampaikan kepada Masyaayikh tersebut! Bukan sepotong-sepotong! 
Tidakkah anda merasa janggal???

5. Ustadz Luqman cs mengklaim menginginkan kebaikan bagi Ustadz Dzulqornain, tapi anehnya kenapa surat pertama itu tidak disampaikan langsung kepada Ustadz Dzulqornain yang ketika itu masih di Arab Saudi?? Sehingga mudah bagi beliau untuk klarifikasi langsung ke Syaikh Robi' & Syaikh Haniy???? Kenapa harus diaembunyikan berbulan-bulan????
Aneh kan??? Ya begitulah Ustadz Luqman Ba'abduh!

Ustadz Dzulqornain diam disikapi, beliau berbicara pun disikapi! Beliau langsung ke Saudi pun disikapi! Ustadz Luqman Ba'abduh maunya apa???
Teleconference pun disikapi! Apalagi yang tersisa???

Kami sudah muak dengan sikap talaa'ubnya ustadz Luqman Ba'abduh cs, fatwa yang kira-kira mendukung sikap uniknya disebarkan seluas-luasnya, tapi jika tidak cocok dengan sikap uniknya eh malah disembunyiin????

Tidakkah anda merasa janggal???

Tedo Hartono Ucapan ente:
ya syaikh Tedo,

kalau memiliki kebaikan, maka saya percaya seratus persen, yang mulia syaikh Dzulqornain memiliki banyak kebaikan, tapi sekarang babnya Tahdzir ya syaikh ?? harusnya kebaikannya di simpan dulu.... apakah syaikh lupa dengan Husain al-karobisy ?? beliau ulama ya sayikh.. memiliki sifat zuhud waro'.. dan sekian banyak kebaikan yang lain, tapi lihatlah apa yang dilakukan Imam ahmad ???

-----tanggapan---

Jangan sembarangan beranalogi kalau ga punya ilmu akhiy, apakah antum mau samakan Ustadz Dzuqornain dengan Husain Al-Karoobisiy??
Apakah antum tahu sebab Al-Imam Ahmad mentahdzir Husain Al-Karoobisy??? Ataukah antum hanya ingin berbicara tanpa ilmu???

Al-Imam Ahmad mentahdzir Husain AL-Karobisiy karena masalah 
"lafadz yang diucapkan dengan Al-Qur'an adalah makhluk"

Ana tantang antum bawakan ucapan Ustadz Dzulqornain yang mengatakan demikian!!! (Jangan suka berbicara tanpa ilmu akhiy! Karena akan nampak kejahilanmu)

Bahkan Ustadz Dzulqornain dalam banyak pelajaran-pelajarannya menjelaskan hal tersebut, dengarkan sendiri rekaman-rekaman pelajarannya yang saray dengan ilmu para ulama salaf, berbeda dengan Ustadz Luqman Ba'abduh yang tidak memiliki kemampuan ilmiah seperti Ustadz Dzulqornain.

Lagian kita tidak membahas masalah "muwaazanah", jadi ga usah deh menyeret ane ke masalah tersebut, tlong kalau diskusi jangan ke mana-mana ok!

Tedo Hartono Ucapan ente:
jika anda wahai sayikh,

mampu membawakan ucapan ulama, soal tahdzir mereka kepada ust luqman. maka kami akan meninggalkannya ya syaikh... ana tdk peduli dg sekian banyaknya kebaikan yang ada pada diri ust Luqman.. bagi kami.. Jarh yang terperinci lebih didahulukan daripada pujian..

wahai syaikh...
komentar anda adalah bentuk Tahdzir kepada Ust Luqman, ?? apakah antm sudah selevel dg syaikh Robi' ???

apakah anda termasuk ulama Jarh wa ta'dil ya syaikh ?? kalau kami selalu menunggu fatwa ulama... jadi ucapan mutalawin dll adalah ucapan ulama ahlussunnah, jangan sandarkan kpd saya, karena itu bukan ucapan saya tapi ucapan ulama..

Jadi siapa anda wahai syaikh ???

----tanggapan----

Ane adalah Tedo Hartono, salam kenal!...ane juga bisa mengatakan:

Siapa ustadz Luqman Ba'abduh??? Apakah Ustadz Luqman Ba'abduh adalah termasuk jajaran ulama Al-Jarh wat Ta'diil sehingga dengan sombongnya dia melarang untuk belajar di Al-Madinah Solo???
Apakah dia bagian dari Ulama Al-Jarh wat Ta'diil dengan enaknya melarang sekolah di LIPIA padahal ada ulama yang menyelisihinya? 
Apakah dia bagian dari ulama Al-Jarh wat Ta'diil sehingga dengan enaknya di menjatuhkan saudaranya dalam 1 dauroh khusus????

Syaikh Robi' hafidzahullah mengucapkan sebuah ucapan ringkas eh ustadz Luqman Ba'abduh cs syarah panjang lebar???
Bukankah ucapan-ucapan itu sudah ada klarifikasinya dalam surat ke -2 ??? Kenapa dipermasalahkan lagi???

Lagian walaupun Ustadz Dzulqornain sudah rujuk kepada ulama, eh tetap saja Ustadz Luqman Ba'abduh cs tidak puas, jadi intinya memang ingin menjatuhkan!

Kami sangat kenal Ustadz Dzulqornain, beliau adalah orang yang mudah rujuk kepada kebenaran (insyaAllah), maka tunjukilah apa kesalahannya! Bukan disembunyikan! Kemudian kalian tetap ngotot menuntutnya untuk bertaubat! Bukakan jalan untuk saudaramu! Bimbinglah dia ketika ia terjatuh dalam kesalahan!, bukan diinjak-injak dan ditinggalkan begitu saja!
Ketika ia diam kalian sikapi! Ketika ia berbicara pun kalian sikapi! Agama macam apa yang kalian anuti!! Siapa salaf kalian dengan sikap buruk seperti itu??? 
Apakah Ustadz Dzulqornain adalah seorang mubtadi' di mata kalian???
Kalau jawabannya "iya", maka sungguh kalian sama dengan Haddiyyun!
Kalau kalian jawab "tidak", maka kenapa kalian menyikapinya layaknya seorang mubtadi'??? Silakan pilih jawabannya "ya" atau "tidak"!!

Kalau kalian menganggapnya masih Ahlussunnah mana tuntunan ulama Ahlussunnah dalam menyikapi seorang yang berilmu??? Ataukah kalian lebih memilih tuntunan Ustadz Luqman Ba'abduh???
Kalau kalian masih menganggapnya Ahlussunnah, maka tuntunlah dia dan rangkullah tangannya! Bukan cuman teriak "kami menyayanginya" , "ini adalah kebaikan untuknya" dan lain-lainnya tapi pada praktiknya kalian membencinya dan kalian menginginkannya terus dalam tuduhan keji yang kalian ada-adakan!

Sungguh Maha Suci Allah yang berfirman:

"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan" (QS An Nahl [16]:128)

Kalian selalu menunggu ulama??? Kenapa kalau ada fatwa ulama yang menyelisihi hawa nafsu Ustadz Luqman Ba'abduh kalian tidak meninggalkannya???...(lihat kembali fatwa 3 ulama besar di atas yang diselisihi oleh Ustadz Luqman Ba'abduh)

Kalau antum beragama menunggu ulama, bererti dasar antum dalam beragama adalah "fatwa"??? Ini merupakan perkara baru dalam agama! Karena kami Salafiyyun beragama di atas Al-Qur'an & As-Sunnah sesuai pemahaman para ulama Salaf.

Aqwaal para sahabat radhiyallahu anhum saja masih masuk dalam kategori adillah mukhtalafun fiiha, apalagi selain shahabat radhiyallahu anhum???

Ucapan antum itu mengingatkan ane kepada zaman laskar, bukankah slogan awal sehinhga terbentuknya forum komunikasi laskar jihad adalah "kita ikuti fatwa ulama???" Kalimat haq tapi diinginkan dengannya kebathilan, sehingga Allah sesatkan mereka dipertengahan jalan. Harusnya kalian banyak berterima ,kasih kepada Ustadz Dzulqornain dan Asatudzah yang bersamanya yang melaporkan pelanggaran syariat yang terjadi dalam tubuh laskar swhingga dibubarkan, eh malahan dijadikan "target" ?????....laa hawla wa laa quwwata illa bilaah!

Prinsip kami sebagaimana yang diucapkan oleh Al-Imam Malik rahimahullah:

"Setiap orang bisa diambil ucapannya dan bisa ditolak kecuali Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-"
( Minhaj Al Firqoh An Najiyah : 10 )

Ucapan Al-Imam Al-Bukhariy rahimahullah:

"Tidak ada seorangpun setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali diambil dan ditolak pendapatya kecuali Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam"
(Al-Qiroah Kholfa al-Imam, alaman 213)

Juga ucapan Mujahid rahimahullah:

Tidak ada seorangpun kecuali diambil dan ditinggalkan ucapannya kecuali Nabi shallallahu 'alaihi wa salam" (Al-Imam Al-Baihaqiy dalam Al-Madkhal ila as-Sunan al-Kubro: 1/10739, Hilyah al-Auliyaa: 3/ 300,)



Abu Gabriel Udh basi smwx wahai para pembebek zdul... Si tedo salfyx kpn? Jadi org cobalah yg adil jgn cuma perkat'anx zul aj yg diambil,! Maklumlah sdh kedoktrin sma si gonjang mna buktix.. Kya plg tw ust luqman aja menurut ana itu tulisanx org pengekor sitanduk patah.. jgn asal bunyi, dr tulisanx keliatn membabi picek si zul.. Capek baca artiklx bakar hutan cukup satu ayat dlm qur'an ولو ردوه إلى الرسول وإلى أولى الأمز منهم ...الآية





Tedo Hartono Abu Gabriel, memang basi bagi mereka yang tidak mampu membedakan mana yang basi dan mana yang bukan basi.

Kalian juga jangan cuman perkataannya Ustadz Luqman Ba'abduh cs saja yang diambil.

Bantahlah dengan ilmiah jika antum adalah orang yang berakal, antum jangan lupa! ayat di atas juga menimpa Ustadz Luqman Ba'abduh waffaqohullah.

Apakah Ustadz Luqman Ba'abduh mengajarkanmu membakar hutan dengan ayat-ayat Allah??? Sungguh sangat keji ucapanmu jika kau jadikan ayat-ayat sebagai bahan bakar!

Baarakallahu fiyk.



Abu Gabriel Udh basi smwx wahai para pembebek zdul... Si tedo salfyx kpn? Jadi org cobalah yg adil jgn cuma perkat'anx zul aj yg diambil,! Maklumlah sdh kedoktrin sma si gonjang.. mna buktix doo.. Kya plg tw ust luqman aja. dr tulisanx udh kliatn org pengekor sitanduk patah.. Capek baca artiklx KURANG PANJANG BOOOOSSSS bakar hutan maksar aja...haha wlwpn ana krg berilmu tp ana tau yg salah & yg goncang & yg haq ..cukup satu ayat dlm qur'an ولو ردوه إلى الرسول وإلى أولى الأمر منهم ...الآية



Tedo Hartono Abu Gabriel, Bagaimana mungkin orang kurang berilmu bisa tahu mana yang salah, mana yang goncang dan mana yang haq??? Di sisi lain kalian sering berteriak "orang yang berilmu tahu permasalahan"?? Kenapa pengekor Ustadz Luqman Ba'abduh suka kontradiksi seperti ini??? Bangga dengan kebodohan adalah penyakit yang mematikan! Waspadalah!

Kurangilah ketawa, karena banyak ketawa akan mematikan hatimu!

Allahu yahdiik!



Tedo Hartono Lebih mending banyak ketawa????
Sungguh betapa bodohnya dirimu, sudah ya akhiy! Ane cukupkan dengan hadits ini supaya antum segera bertaubat:

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

:لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi no. 2227, Ibnu Majah no. 4183, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7435)Dari Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa dia berkata
:مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَجْمِعًا ضَاحِكًا حَتَّى أَرَى مِنْهُ لَهَوَاتِهِ إِنَّمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ“

Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, beliau biasanya hanya tersenyum.” (HR. Al-Bukhari no. 6092 dan Muslim no. 1497)

Apakah Ustadz Luqman tidak pernah mengajarkankepada kalian hadits ini????
Bukankah ini adalah bentuk membantah kebenaran & Nasehat dari Rasulullah shallallahu 'alaiho wa sallam???

Mana yang lebih parah???

Ane yang yang mendudukkan fatwa ulama pada tempatnya?
Ataukah antum yang telah membantah kebenaran & nasehat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam???

Bolehkah ane memvonis ente sebagai orang yang menyimpang dan menentang hadits?
Kalau bagi ane, ya ente insyaAllah ma'dzuur karena ente jahil & komentar asal-asalan.

Lain kali, Kalau berkomentar jangan pake hawa nafsu, semuanya akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.