Yang menjadi pokok permasalahan adalah al-akh Luqman Ba’abduh menyatakan “KERAGUAN” pada diri syaikh Utsman As-Salimy hafizhahullah setelah di nesehati syaikh Abdurrahman Al-Adeny dan syaikh Muhammad Al-Wushaby hafizhahumallah.
Dari mana al-akh Luqman Ba’abduh tau bahwa syaikh Utsman “RAGU”?.
Apakah al-akh Luqman Ba’abduh sudah bertanya kepada syaikh Utsman?, ternyata tidak ada.
Apakah al-akh Luqman Ba’abduh sudah membelah dada syaikh Utsman atau mengetahui “PERKARA GHOIB” (dukun) yang dengannya dia mengetahui apa yang ada dalam dada beliau berupa “KERAGUAN”?, tentu tidak.
Jika tidak ada kemungkinan di atas maka apalagi selain dari “KEDUSTAAN”
Apakah al-akh Luqman Ba’abduh sudah membelah dada syaikh Utsman atau mengetahui “PERKARA GHOIB” (dukun) yang dengannya dia mengetahui apa yang ada dalam dada beliau berupa “KERAGUAN”?, tentu tidak.
Jika tidak ada kemungkinan di atas maka apalagi selain dari “KEDUSTAAN”
Inilah para pahlawan kesiangan yang nyata-nyata membela “KEDUSTAAN” akh Luqman Ba’abduh. Kita sudah melihat bagaimana mereka ini bergerilya dalam kronologi KLARIFIKASI:
[Berawal dari pertemuan kami dan para musyrif (pembimbing) pelajar Indonesia di Darul Hadits Al Fiyuys bersama Syaikhuna Abdurahman Al 'Adeni pada tanggal 6 Syakban 1435/4 Juni 2014, saat itu kami berjumlah sekitar 10 ikhwah, yang terdiri dari;
- Abu Ubaidah Iqbal Cilacap
- Abu Ali Abdul Hakam At Tamimi Pasuruan
- Abu Muhamad Hasan (Hardi) Jember
- Abu Abdillah Zaki Purworejo
- Abu Abdurahman Arif Cirebon
- Abu Utbah Ibrohim Ambon
- Abu Muhamad Farhan Temanggung
- Abu Dawud Palembang
- Abu Muhamad Qosim Probolinggo
- Abu Aliyah Afif Semarang.
- dr. Abu Naufal Jamil Solo]
[Berawal dari pertemuan kami dan para musyrif (pembimbing) pelajar Indonesia di Darul Hadits Al Fiyuys bersama Syaikhuna Abdurahman Al 'Adeni pada tanggal 6 Syakban 1435/4 Juni 2014, saat itu kami berjumlah sekitar 10 ikhwah, yang terdiri dari;
- Abu Ubaidah Iqbal Cilacap
- Abu Ali Abdul Hakam At Tamimi Pasuruan
- Abu Muhamad Hasan (Hardi) Jember
- Abu Abdillah Zaki Purworejo
- Abu Abdurahman Arif Cirebon
- Abu Utbah Ibrohim Ambon
- Abu Muhamad Farhan Temanggung
- Abu Dawud Palembang
- Abu Muhamad Qosim Probolinggo
- Abu Aliyah Afif Semarang.
- dr. Abu Naufal Jamil Solo]
Di Yaman begini ya kelakuannya, bukannya menyibukkan diri dengan Ilmu. Kelakuan mereka ini nggak ada bedanya sama akh Luqman Ba’abduh, ilmu secuil sudah memposisikan diri sebagai Ahli al-Jarh wat-Ta’dil Indonesia. Sama dengan mereka ini, ilmu nggak seberapa sudah memposisikan diri sebagai pahlawan dan orang penting dalam fitnah di negri ini. Apakah fitnah dengan serta merta selesai dengan ikut berpartisifasinya mereka dalam fitnah ini. Jadi ngapain mereka sibuk ikut-ikutan?!. Alangkah baiknya mereka menyibukkan diri dengan ilmu di depan ulama. Banyak yang menginginkan kesempatan ini untuk ke Yaman tapi nggak ada kemampuan.
Sebenarnya ilmu mereka ini nggak seberapa dengan 2 santri Indonesia di Fiyusy yang mendapatkan perhatian khusus syaikh Abdurrahman al-Adeny. Salah satunya ana kenal baik, sebelum ke Dammaj lalu ke Fiyusy, di salah satu ma’had di Indonesia dia sudah hafal al-Qur’an, banyak hafal hadits dan mutun, pelajaran ilmu haditsnya sudah sampai Tadribur Rawi sekaligus praktek membahas, dan mendapat kepercayaan untuk memegang kunci maktabah karena waktunya banyak di habiskan di maktabah. Ketika di Fiyusy wajar syaikh memberikan perhatian khusus walaupun nggak jadi musyrif santri Indonesia.
Ketahuilah oleh kalian behwa tidak ada satupun asatidzah yang bersama akh Luqman Ba’abduh yang mengajarkan Ilmu Hadits sampai kitab Tadribur Rawi sekaligus praktek membahas mutun dan asanid suatu hadits serta mentakhrijnya, makanya banyak qaidah al-Jarh wat-Ta’dil akh Luqman, cs adalah qaidah ngawur, yang hasilnya tahdzir serampangan.
Ada dua ustadz yang mumpuni dan mengajarkan Ilmu Hadits sampai kitab Tadribur Rawi disertai praktek membahas yaitu ustadz Dzulqarnain dan ustadz Khaliful Hadi tapi mereka tidak di anggap oleh akh Luqman cs.
----------------------------------
----------------------------------
HARAP TENANG...
Satu point (dari 24 point) dari yang di anggap akh Luqman sebagai kesalahan pada ustadz Dzulqarnain (yang beliau harus taubat dengannya) akan didudukkan kembali di hadapan syaikh Robi’ hafizhahullah. Point inilah nantinya yang akan membongkar “KEDUSTAAN” akh Luqman, cs di depan syaikh Robi’ (bisa jadi ini adalah awal terbongkarnya kedustaan lainnya), inilah point yang membuat akh Luqman tidak tenang kerena pihak akh Luqman sudah pernah kena marah dari syaikh Abdullah Bukhari ketika masalah ini didudukkan di hadapan beliau. Kita tunggu sikap syaikh Robi’ kepadanya.




0 komentar:
Posting Komentar