Home » , , » The Strange Man is Naked in The Mirror: "Purwito si Manusia Aneh Telanjang Depan Cermin" (Bagian: 2/2)

The Strange Man is Naked in The Mirror: "Purwito si Manusia Aneh Telanjang Depan Cermin" (Bagian: 2/2)













Purwito berkata:
Apa maksudmu jauh-jauh datang datang ke daerah orang lain?? Apakah demikian cara kalian mencap orang lain secara dusta dan mengkota-kotakkan wilayah NKRI sebagai Kerajaan, Paduka Raja tetapi di sisi yang lain justru menegaskan keberadaan kekuasaan wilayah/daerah tertentu sebagai wilayah kekuasaan kalian sendiri???Tetapi kalau engkau berkilah seorang ustadz Jawa mengadakan dauroh di daerahnya orang lain di Makasar maka sungguh saat ini tiada bedanya antara engkau mengadakan dauroh di dalam rumahmu sendiri yang kemudian dipancarluaskan oleh Syiar tauhid ke penjuru dunia. Bahkan engkau mengadakan dauroh di negeri Ginseng maupun di negeri Sakura sekalipun bukankah Abu Ahmad Siraj dan Syiar tauhid siap memancarluaskan ke daerah orang lain di belahan dunia lainnya?! Lalu siapa sebenarnya yang mengakui punya daerah yang menjadi kekuasaannya yang membedakannya dengan daerah orang lain? Allahu yahdik.Kami tanyakan, Pulau Bali, apakah itu daerahmu ataukah daerah orang lain??! Apapun jawabanmu maka inilah wajah dakwah MLM dan Halabiyun di pulau Bali yang saling bersatupadu dengan manhaj tamyi’nya:
Bantahan:
1. Ucapan Ane tentang "daerah orang lain", kok dikatakan mengkotak-kotakkan wilayah NKRI? Memangnya NKRI itu ga terbagi-terbagi menjadi wilayah propinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan dan seterusnya?
Kapan pula Ane menegaskan itu wilayah kekuasaan kami? Bangun akhiy jangan ngigau!
Agar dirimu wahai Purwito bisa mengerti dengam baik maksud ucapan Ane yang berbunyi "daerah orang lain", Ane berikan permisalan semoga otakmu mudah untuk mencernanya:
Si A berdomisili di Jember mengatakan kepada saudaranya si B yang berdomisili di Balikpapan: "Daerah Ane sekarang sedang musim hujan akhiy", kemudian si B menjawab: "Daerah Ane juga musim hujan akhiy" kemudian si A berkata "kira-kira di daerah orang lain musim hujan juga ga ya?"
Dari contoh dialog di atas, apakah mungkin kita memahami bahwa si A dan si B sedang menegaskan wilayah kekuasaannya? Jawabannya kembali kepada masing-masing pembaca, insyaAllah sangat jelas bagi mereka yang masih waras akalnya.
2. Kalau Ane ditanya apakah Pulau Bali itu daerah ane atau bukan, yah Ane jawab bukan! Karena Ane ga tinggal di situ! Selesai, gampangkan? (Senyum)
3. Wajah dakwah MLM dan Halabiyyun?, Ane juga bisa mengatakan; inilah wajah dakwah Manhaj Standar Ganda (MSG) dan Dai partai politik UMNO Malaysia bersatu padu dengan manhaj MSG-nya:
Tentang Ustadz Fathul Bary, beliau ini membolehkan berdakwah dengan foto, dan video loh! Lihat di sini:
http://www.abuaqifstudio.com/2014/03/ustazfathulbari-menjual-agama.html
Kenapa Luqman Ba'abduh dan engkau wahai Purwito ga menyikapinya sebagaimana kalian menyikapi sebagian orang yang membolehkan foto dan video di Indonesia ini? Jawabannya adalah kalian pakai MSG.
Jika Ane mau pinjem manhaj "Tahdzir Berantai" Luqman Ba'abduh cs, bererti Ane juga bisa dong memvonis Luqman Ba'abduh bermesraan dan bersikap tamyi'(lembek) dengan Jama'ah Tabligh?, karena Ustadz Fathul Bary barengan dengan Jama'ah Tabligh tuh, bahkan mendatangi markas mereka di Sri Petaling, lihat bukti kemesraan mereka di sini:
http://wirapendang.blogspot.com/2013/04/ziarah-dr-ustaz-fathul-bari-ke-sri.html
Juga Ustadz Fathul Bary punya hubungan dekat dengan pemilik website "www.abuaqifstudio.com", sedangkan website "abuaqifstudio.com" ini juga menampilkan pelajaran-pelajaran DR Syafiq Basalamah yang juga pengisi di radio Rodja/RodjaTV
http://www.abuaqifstudio.com/2014/04/dr-syafiq-reza-basalamah-penawar-di.html
Bererti Luqman Ba'abduh punya hubungan dengan Ustadz Syafiq Reza Basalamah? Bukankah beliau adalah pengisi radio Rodja/Rodja TV?
https://m.youtube.com/playlist?list=PLkoppbLhnzfYOVih05r8B0z5r-tCMo4x8
Tapi itupun kalau engkau wahai Purwito sudi untuk mengizinkan Ane (Tedo Hartono) untuk meminjem MSG-mu, kalau ga sudi yah ga apa-apa kok, karena Ane tahu bahwasanya hanya kalian yang boleh menggunakannya sedangkan selain kalian ga boleh! Biarlah para pembaca yang menilai sambil tersenyum.
Setelah penjelasan di atas, mungkin Purwito akan berkelit; "itu kan dulu, sekarang sudah enggak lagi", Ane katakan; yah itulah Manhaj Standar Ganda kalian, kalian harus sadari bahwa Luqman Ba'abduh juga punya penyimpangan(kalau itu dianggap penyimpangan)dan setahu Ane, belum ada pengumuman taubat dari Luqman Ba'abduh yang memenuhi tiga syarat taubat.
Purwito berkata:
Gambar 15. Kepala Dakwah SalafBali, Badrimin dan para relasinya (mohon ma’af, untuk keperluan pembuktian kami tampilkan bagian wajahnya secara utuh)Jadi apapun anggapan dan perasan kalian, itu daerahmu atau itu daerah orang lain, itu di facebookmu atau di facebook orang lain ternyata manhaj kalian di sana dan di sini tetaplah sama, MLM csnya Halabiyun. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Bantahan
Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji'uun, kalau KAPOLDA(Kepala Politikus Dakwah) yang melakukan hal yang sama di Malaysia kok ga dipublikasikan ya Purwito? Kenapa? takut dipecat atau takut turun pangkat? Nuduh orang lain berbau busuk, ternyata hidungmu penuh dengan kotorannya, semut di seberang lautan keliatan, sedangkan gajah di depan matamu kok ga keliatan? Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.
Purwito berkata:
"Adapun siapa nama para ulama yang jauh-jauh menyebarluaskan “fitnah” ke berbagai penjuru dunia maka silakan lihat artikel-artikel yang mereka tulis atau audionya disebarluaskan di situs sahab, wahyain, albaidha dan lain-lain yang membongkar kejahatan manhaj Mumayyi’un, Halabiyun, Hasaniyun, Quthbiyun, Sururiyun, Irhabiyun dan sekte-sekte sesat lainnya.
Bantahan:
Loh, terus yang membacanya siapa? Apakah yang membaca artikel-artikel mereka yang dimuat di situs Sahab, Wahyain, Al-Baidha itu adalah orang-orang awam Indonesia yang tidak mengerti bahasa Arab? Ataukah hanya dibaca oleh mereka-mereka yang mengerti bahasa Arab?
Bagaimana mungkin engkau menganalogikan kondisi tersebut dengan kondisi seorang dai yang datang ke salah satu daerah di Indonesia kemudian berbicara fitnah yang para audien baik yang ngerti bahasa Arab atau tidak, bisa ikut-ikutan dalam fitnah? Kalau beranalogi jangan sembarangan ya wahai Purwito!
Purwito:
Sedangkan nama ulama yang dari jarak ribuan kilometer diberi kesempatan untuk berbicara fitnah melalui teleconference dengan lokasi salah satu Masjid di seputaran Depok Jakarta dan akhirnya mentahdzir Jafar Salih maka kami tidak yakin engkau pura-pura tidak tahu namanya.Adapun nama-nama para ulama yang jauh-jauh didatangi dari jarak ribuan kilometer seperti yang tinggal di Mekah maupun di Madinah hanya untuk membicarakan “fitnah” maka apakah engkau juga akan pura-pura dalam perahu, kura-kura tidak tahu wahai Tedo??
Bantahan:
Substansi Teleconferencenya adalah mendamaikan walaupun kalian tidak suka, dan hal itu berbeda dengan kondisi dai yang datang ke sebuah daerah kemudian berbicara fitnah dan mengobarkan api permusuhan di kalangan Salafiyyun. Kenapa dengan tega kau mengatakan Syaikh pengisi teleconference itu berbicara fitnah? Padahal ketika keluar surat pertama yang berisi "tahdzir" melalui perantara Syaikh itu kok kalian ga bilang itu fitnah? Standar ganda lagi ya? Sekali lagi Kalau beranalogi jangan sembarangan ya wahai Purwito!
Purwito berkata:
Tidak ada cara yang “ilmiyah” kecuali berupaya membungkam, melarang dan mengebiri Ahlussunnah agar tidak berani berbicara dalam rangka membongkar dan menjawab syubhuhat dan talbisat hizbiyyun dan mumayyi’un. Allahu a’lam.
Bantahan:
Ga terbalik tuh? Apakah kalian tidak punya cara yang "ilmiyyah" kecuali berupaya membungkam, melarang dan mengebiri Ahlussunnah agar tidak berani berbicara dalam rangka membongkar dan menjawab syubhuhat dan hakekat makar licik Luqmaniyyun? Kenapa harus orang awam seperti Purwito ikut tampil berbicara? Apalagi sok ilmiyyah? Orang awam kok ilmiyyah? Allahu a'lam.
Purwito berlata:
"BUKTI SEJARAH YANG DITOREHKAN TEDO HARTONO MENYINGKAP SENDIRI MAKAR DAN FITNAHAN KEJI TEDO HARTONOPada makalah sebelumnya telah kami tampilkan bukti tuduhan fitnah Tedo Hartono terhadap Al ustadz Luqman Ba’abduh. Untuk membuktikan pernyataan dusta dan fitnahannya yang disebarkan tersebut, kami memang sengaja menampilkan bukti pernyataan rujuk dan taubatnya Al Ustadz Dzul Akmal dengan menggarismerahi kalimat“sungguh telah jelas bagi saya bahwa khabar ini bathil dan bahwa yg menukil dari syaikh Robee’ telah keliru dan mengada-ada” , menyandingkannya dengan pernyataan tuduhan Tedo Hartono lalu memberikan arah tanda pada pernyataan fitnah Tedo Hartono tersebut untuk menegaskan bahwa apa yang telah dia tulis dan sebarkan tersebut adalah dusta dan fitnahan keji sebagaimana pengakuan pada pernyataan rujuk dan taubat yang dibuat oleh Al Ustadz Dzul Akmal."
Bantahan:
Dan ternyata manipulasi dan tuduhan kejimu wahai Purwito telah terjawab dan penjelasannya juga sudah dipaparkan; bahwa Purwito memang sengaja tidak menggaris bawahi kalimat "dan sungguh saya telah menukil khabar ini kpd sebagian ikhwah, dan telah tersebar khabar ini".
Berikut kami ulangi penjelasannya bagi Purwito:
Mari kita lihat pernyataan Al-Ustadz Dzul Akmal:
"Telah dinukil kpd sebagian ikhwah dari syaikh kami orang tua kami Assyaikh Robee' bahwa Al akh Assyaikh Luqman ba'abduh mengkhabarkan kpd beliau bahwa saya menerima harta (uang) dari Ihya'ut turots, dan sungguh saya telah menukil khabar ini kpd sebagian ikhwah, dan telah tersebar khabar ini, dan sungguh telah jelas bagi saya bahwa khabar ini bathil dan bahwa yg menukil dari syaikh Robee' telah keliru dan mengada-ada, maka saya meminta ampun kpd Allah dan saya bertaubat kpdNya dari tersebarnya khabar yg bathil ini dan saya memberi uzur (maaf) kpd saudara saya Assyaikh Luqman.... Semoga Allah memberi taufiq". (Selesai penukilan)
Jika kita perhatikan dengan seksama redaksi pernyataan rujuk Al-Ustadz Dzul Akmal di atas, beliau telah mengakui kesalahan beliau dan memang benar berita itu ia sendiri telah nukilkan kepada sebagian ikhwah. Sehingga apa yang pernah Ane sebutkan tentang hal itu memang benar adanya. Ane mendapatkan berita itu dari salah seorang ikhwan yang mengirimkan berita itu melalui inbox akun FB Ane (Tedo Hartono) sebelum adanya surat pernyataan taubat Al-Ustadz Dzul Akmal hafidzahullah yang ketika itu masih di Arab Saudi.
Anehnya, Purwito tidak menggubris sedikitpun komentar Muhammad Raihan yang berbunyi: "ini dari ust akmal. Yg dr asy syaikh Luqman Ba'abduh belum ada klarifikasi".(lihat foto screenshoot nomor 1 di bawah).
Kalau Al-Ustadz Dzul Akmal hafidzahullah melakukan klarifikasi, kenapa Luqman Ba'abduh tidak melakukannya? Bisa jadi Al-Ustadz Dzuk Akmal hafidzahullah "tanaazul" (mengalah) agar fitnah ini segera selesai, ternyata Purwito senang bercokol dalam fitnah dan menjadikan klarifikasi itu sebagai alibi untuk mendiskreditkan orang yang ia benci? Entah sampai kapan Purwito seperti itu, semoga saja dia cepat bertaubat." Selesai. (Lihat foto screenshoot nomor 1)
Purwito berkata:
Gambar 17. Fitnahan keji Tedo Hartono dan pernyataan Taubat UDA hafizhahullah.Na’am yang sesungguhnya bukti tuduhan yang tersebarluas di dunia facebook yang kemudian dicopas juga di grup WA berasal dari pernyataan Tedo Hartono dan Faruq Ibnu Zainal Abidin telah kami kirimkan ke Madinah sebagai bukti yang kemudian ada pertemuan antara UDA, ULB dan Syaikh Usamah dan berakhir dengan baik, walhamdulillah.
Bantahan:
Sudah berakhir ya? Lha, Terus kenapa engkau angkat lagi ke publik? Bukti tuduhan? Ane aja dikirimin oleh muridnya Ustadz Dzul Akmal hafidzahullah, kenapa bisa engkau menuduh itu berasal dari Ane? Ada-ada saja!
(Lihat foto nomor 2 dibawah; bukti screenshoot pengirimannya dari salah seorang ikhwan yang tidak mau disebutkan identitasnya, kemudian ia memblokir Ane)
Purwito berkata:
Berikut tampilan screenshot seutuhnya dari pernyataan yang bersumber kepada Tedo Hartono sebelum kami sandingkan dengan pernyataan taubat UDA hafizhahullah yang disampaikan oleh akun bernickname Muhammad Raihan (bukan dari grup khusus TS seperti yang Tedo nyatakan) yang kami dapatkan pada tanggal 8 April 2014.
Bantahan:
Purwito kok siang bolong mau berbohong? Jelas-jelas dalam screenshoot tertulis "Ta'zhimussunnah Indonesia", dalam screenshoot itu tertulis dari nickname "'atho Abusumayyah" kok bisa berganti lagi dengan nickname "Muhammad Raihan"? Kalau bohongin ummat jangan terang-terangan kayak gitu dong! (Lihat screenshoot nomor 3 di bawah)
Ane membantahmu sesuai dengan bukti screenshoot yang engkau sendiri pertama kali menguploadnya pada episode pertama artikelmu yang bertujuan membantah Ane, dan dengan screenshoot yang sama Ane pakai untuk membantahmu, kenapa sekarang engkau mengatakan nicknamenya "Muhammad Raihan"? Kemudian membawakan bukti screenshoot baru?
Dirimu ga jauh beda dengan tuanmu Luqman Ba'abduh! Licik! (Lihat screenshoot nomor 3 di bawah)
Purwito berkata:
Gambar 19. Isi pernyataan fitnah Tedo HartonoBenarkah Tedo tidak pernah membuat pernyataan tersebut? Yang artinya Abdul Ghafur telah mengirimkan bukti dusta ke Madinah yang diatasnamakan kepada Tedo Hartono? Itu hanyalah manipulasi yang menjadi gaya khas (??)
Gambar 20.
Tedo Hartono berbalik menuding sebagai manipulasi adalah gaya khas Abdul Ghafur untuk menjatuhkan orang yang ia benci.Sejujurnya, setelah membaca pengingkarannya tersebut dan berbalik menuduh kami telah memanipulasi -yang katanya itu merupakan gaya kami- maka kami hanya memasrahkan semua persoalan ini kepada Allah Ta’ala karena sungguh Dia Yang Maha Mengetahui takkan mungkin bisa dibohongi oleh seorang Abdul Ghafur!! Bahkan oleh seribu Abdul Ghafur sekalipun!! Dan pasti akan Dia bongkar kepada umat dengan cara yang Dia kehendaki jika memang Abdul Ghafur telah menghalalkan cara yang harom hanya untuk merusak dan merobek kehormatan seorang yang dia benci, Tedo Hartono.
Bantahan:
Jangan bersedih akhiy, berita itu juga kami dapat dari kiriman seorang ikhwan yang tidak mau disebut identitasnya(sebagaimana telah berlalu penjelsannya). Kalau Engkau tetap ngeyel menuduh Ane berdusta terkait berita itu, padahal Ane sudah jelaskan kronologinya pada episode pertama, maka Ane katakan; jika Ane (Tedo Hartono) berbohong bahwa berita itu adalah rekayasa Ane dan tidak bersumber dari Ustadz Dzulakmal, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala akan membongkar siapa di antara kita yang berdusta.
Adapun tentang dirimu telah menggunakan cara yang harom untuk merusak dan merobek kehormatan seorang yang engkau benci sudah Ane jelaskan pada tulisan-tulisan yang lalu dan insyaAllah akan semakin jelas keliatan pada tulisan Ane yang akan datang. Allahu yahdiik!
Purwito berkata:
"Maka yang nampak secara yakin bagi kami adalah Tedo Hartono ini orang yang benar-benar diluarperkiraan kami kadar kejahatannya, tanpa merasa takut dengan adzab Allah ia berani berdusta kepada dunia untuk menutupi kedustaan sebelumnya yang ia lancarkan kepada ustadz Luqman setelah kita singkap bukti pernyataannya, bahkan ia berbalik menuduh, kamilah yang telah melakukan rekayasa, menisbahkan kebohongan kepada dirinya dengan perbuatan yang tidak pernah ia lakukan!! Allahumma…Perhatikan pernyataan-pernyataannya di bawah ini bersama situs MLM Pelita Sunnah, dan lihatlah bahwa nama Sunnah hanyalah hiasan untuk melakukan tipu daya syaithoniyah dan kebohongan kepada umat:Gambar 21. Screenshot Tedo merasa dituduh Abdul GhafurTedo melanjutkan…
Bantahan:
Keyakinan muqollid sepertimu bagi Ane tidak teranggap dan bukanlah sesuatu yang perlu Ane khawatirkan, bagaimana mungkin engkau meyakini kadar kejahatan seseorang hanya berdasarkan "perkiraan"?
Perhatikan juga kejahatan Luqman Ba'abduh, jangan engkau berlaku curang kemudian menutupi kesalahan Luqman Ba'abduh dan berbalik menuduh orang lain sebagai pelaku kejahatan karena telah membongkar dan menjelaskan kejahatan Luqman Ba'abduh. (Standar ganda lagi ya?)
Justru dirimu yang tanpa rasa malu dan takut kepada Allah menuduhku sebagai "MLM", "PENDUSTA" dan tuduhan-tuduhan lainnya.
Tuduhan apa yang Ane tuduhkan kepada Luqman Ba'abduh? Terkait berita itu Ane sudah menjelaskan bahwa berita itu murni berasal dari Al-Ustadz Dzulakmal melalui seorang yang tidak mau disebutkan namanya.
Buktinya ada pernyataan rujuknya kan?, dan tentang isi berita itu benar ataukah tidak, sudah juga Ane jelaskan bahwa bisa jadi Al-Ustadz Dzulakmal "tanaazul"(mengalah) dan juga karena tidak ada klarifikasi dari Luqman Ba'abduh terkait perkara itu.
Khusus Luqman Ba'abduh, dengan memohon pertolongan kepada Allah Yang Maha Perkasa, Ane akan ungkapkan sifat-sifat khianatnya terhadap ummat terkhusus salafiyyun, insyaAllah.
Maka Ane persilakan dirimu wahai Purwito membela tuanmu Luqman Ba'abduh semampumu dan insyaAllah Ane -dengan kemampuan yang ada serta memohon pertolongan kepada Allah- juga akan berusaha semaksimal mungkin menjelaskan kepada ummat perbuatan jahat kalian. Allahul Musta'aan.
Purwito berkata:
"Gambar 22. Tudingan baliknya, Abdul Ghafur yang menyebarkan aibnya (bukan Tedo)Lihatlah bukti di atas! Bahkan Tedo berbalik menuduh bahwa data publik itu kamilah yang menyebarluaskannya padahal tidaklah kami menampilkan bukti pernyataan dusta Tedo Hartono kecuali kami sandingkan dengan pernyataan taubat UDA adalah sebagai bukti nyata bahwa apa yang dituliskan oleh saudara Tedo adalah murni 100% dusta dan fitnahan keji!!
Bantahan:
Apa yang Ane tuliskan bersumber dari orang yang telah menyatakan taubatnya, kenapa masih saja dirimu tidak puas dengan penjelasan yang sudah dijelaskan? Dari mana berita tuduhan Luqman Ba'abduh itu datang? Apakah engkau ingin mengatakan bahwa ustadz Dzulakmal lah yang sengaja berdusta? Padahal dalam konteks pernyataan rujuknya ia mengatakan:
" dan bahwa yg menukil dari syaikh Robee' telah keliru dan mengada-ada"
Pertanyaan nya sekarang, bisakah engkau menjelaskan siapa oknum yang telah menukil berita tuduhan itu dari Asy-Syaikh Robi hafidzahullah? Ataukah sekarang engkau akan meminta Luqman Ba'abduh menyatakan dan bersumpah atas nama Allah bahwa dirinya tidak pernah menuduh Al-Ustadz Dzulakmal dengan tuduhan itu? Kemudian mempublikasikannya?
Mohon maaf, kami sudah tahu apa dan bagaimana kelicikan Luqman Ba'abduh dalam menjatuhkan Asatidzah yang tidak mau mengikuti garis komandonya.
Purwito berkata:
"Faktanya Kang Tedo telah mencuci tangannya bersih-bersih, lepas tanggung jawab, menegaskan bahwa dia tidak pernah membuat pernyataan yang memfitnah Al Ustadz Luqman dan melemparkan semua tanggungjawabnya kepada grup Ta’zhimussunnah Riau.Gambar 23. Screenshot “Ane tidak pernah membuat “status” tentang berita itu, Purwito sengaja memanipulasi dan mengesankan kalau Ane (Tedo Hartono) pernah membuat “status” terkait berita itu….dst. Allahul musta’an.Tetapi sumbu kedustaan itu sangatlah pendek……Sepandai-pandai “Musang berbulu Domba” toh akhirnya keberatan dan kepanasan juga dengan “bulu Domba yang dikenakannya untuk menyamar menipu mangsanya…pun akhirnya melepasnya…dan tampaklah hakekat kebohongan yang dikulitinya sendiri setelah sebelumnya bersusah payah mengingkarinya…walhamdulillah:Gambar 24. Screenshot pengakuan yang memberatkan…sehingga apa yang ane sebutkan tentang hal itu memang benar adanya. Ane mendapatkan berita itu….(bandingkan dengan screenshot nomor 16, 17 dan 18)Masya Allah….tetapi mana buktinya “apa yang pernah ane sebutkan”? Yang menunjukkan bahwa saudara Tedo pernah membuat tuduhan fitnah keji dan kebohongan terhadap ustadz Luqman? Apa arti “pengakuan” di atas toh kalian tidak bisa menunjukkan buktinya???!!
Bantahan dari beberapa sisi:
1.Siapa yang mencuci tangan? Kalau Luqman Ba'abduh yang suka mencuci tangan bersih-bersih dari perbuatan kelamnya seperti di zaman Laskar dahulu, yah jangan samakan Ane dengan kebiasaan kalian dong!
Sekarang bukan zaman laskar lagi, walaupun sisa-sisa borok laskar itu masih tersisa pada diri Luqman Ba'abduh, kami insyaAllah tidak gentar sedikitpun untuk menjelaskan kepada ummat keboborokan dan kejahatannya.
2. Ucapan Ane pada bantahan episode pertama yang berbunyi; "apa yang pernah Ane sebutkan" adalah isyarat sekaligus pemberitahuan kalau Ane memang menyatakan hal tersebut tapi bukan dalam bentuk "Status", Ane sengaja untuk tidak menjelaskan karena Ane tahu kalau engkau wahai Purwito akan berusaha membongkar kembali dan mencari pernyataan Ane tersebut, baik dirimu langsung maupun melalui teman-temanmu. Dan hal itu akan semakin menguatkan bukti bahwa memang foto screenshoot status yang memuat berita itu bukanlah akun Ane tapi akun orang lain yang telah menukilnya dari pernyataan Ane yang ada dalam kolom komentar kemudian orang itu menjadikannya sebagai "status" Facebooknya. Hal ini pula menguatkan pernyataan Ane bahwa memang engkau sengaja memanipulasi dengan memotong nama dari foto screenshoot foto profil orang tersebut kemudian menisbahkannya kepada Ane.
Intinya, Ane ingin semua orang tahu, kalau engkau memang suka memanipulasi. Dan itu telah Ane buktikan pada episode pertama dengan menunjukkan perbedaan warna foto profil Ane dengan warna foto profil orang tersebut. (Semoga otakmu bisa mencerna penjelasan ini)
3. sedangkan pengingkaran Ane yang berbunyi:
"Ane tidak pernah membuat “status” tentang berita itu, Purwito sengaja memanipulasi dan mengesankan kalau Ane (Tedo Hartono) pernah membuat “status” terkait berita itu" Selesai.
Purwito jangan meloncat-loncat kegirangan dulu, coba perhatikan kalimat "status", para pembaca yang sudah sudah familiar dengan Facebook insyaAllah bisa membedakan antara "status" dan "komentar".
Pengingkaran itu adalah bantahan atasmu yang sengaja memanipulasi foto screenshoot status orang lain dengan memotong namanya kemudian dinisbahkan kepada Ane, padahal itu bukan foto profil akun Ane! Dan Ane telah menjelaskan pada episode pertama tentang perbedaan warna foto profil itu dengan foto profil akun Ane.
Setelah penjelasan di atas, masihkah engkau wahai Purwito mengatakan bahwasanya Ane (Tedo Hartono) kontradiksi? Dan dengan bangganya engkau bersumpah dan memvonis Ane sebagai pendusta besar?
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
,((إذا قال الرجل لأخيه يا كافر، فقد باء بها أحدهما، فإن كان كما قال وإلا رجعت عليه)) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Jika seseorang berkata kepada saudaranya, “Wahai kafir!” maka salah seorang di antara dua orang itu menjadi kafir. Kaliau keadaanya seperti yang dikatakan (maka sungguh dia kafir –pent), namun jika tidak, maka ucapan itu akan kembali kepada si pengucap” (Muttafaqun Alaihi). Dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dalam kitab Al Adab (6104) dan Al Imam Muslim dalam kitab Al Iman (111).
Sebenarnya otakmu sudah dipenuhi buruk sangka, kebencian dan doktrin jahat Luqman Ba'abduh sehingga tidak bisa mencerna dengan baik penjelasan Ane, Ane tidak perlu bersumpah kalau dirimu adalah orang awam yang ghuluw yang bodoh tapi sok mengurusi urusan ummat.
Purwito berkata:
"Sampai fase ini tentunya tanpa kita bisa menghadirkan buktinya, saudara Tedo, Pelita Sunnah dan segenap para pendukung Halabiyun & MLMnya masih bisa bernafas lega…..Ooohhh ada jejak kejahatan saudara Tedo yang belum dibersihkan dari pandangan ummat setelah membuang hajat khabits untuk melemparkan fitnahan keji dan tipu dayanya kepada umat dalam keadaan dirinya menampiknya dan melemparkan tuduhan kepada orang lain sebagai perekayasanya. Masya Allah, bukti pernyataannya yang utuh lengkap sembari menasehati lawan bicaranya agar bersabar….menerima kebohongannya!!!
Bantahan:
Ane hanya bisa ketawa dengan kebodohanmu wahai Purwito, masih lengkap dan utuh ya? Mana jejak kejahatan itu? Mari kita saksikan bersama.
Purwito dengan gembira menuju ke TKP sambil berkata:
"Mari kita menuju ke TKP:Gambar 25. Penampakan tuduhan fitnahan keji Tedo yang ia ingkari sendiri masih segar bugar dan utuh lengkap dengan hyperlink ke akun facebooknya yang menunjukkan postingan tersebut adalah hasil copy paste dari sumber aslinya.Url bukti:http://tukpencarihaq.blogspot.com/2014/04/tedo-hartono-admin-tukpemakanbangkai.htmlIn sya Allah penglihatan kami masih normal, tidak buta warna untuk mengeja si pembuat/penyebar fitnah keji tersebut ASELI 100% bernama T E D O HARTO NO seperti yang kami kotaki namanya tanpa dia menyandarkan kepada siapapun sebagai narasumbernya agar dia bisa berkilah dan lepas tanggungjawab kecuali nama dirinya yang termaktub.Sekarang tunjukkan dan buktikan secara ilmiyah kepada umat bahwa dirimu wahai Tedo MLM adalah orang jujur dan amanah dalam menyampaikan berita!
Bantahan:
Penglihatanmu masih normal ya?, terus foto screenshoot pada episode pertama itu akunnya siapa? (Senyum)
Sekarang Ane tunjukkan dan mengulangi penjelasan kepada engkau yang begitu bodoh tapi sok pinter:
1. Pada episode pertama engkau memanipulasi akun orang lain yang membuat "status" berisi pernyataan Ane yang orang itu ambil dari kolom komentar Ane.
2. Engkau potong dan sembunyikan nama akun aslinya tapi masih tersisa setengah warna dari foto profilnya. Manipulasi seperti ini memang kerjaanmu tapi kok ga ngaku?
3. Ane bantah bahwa itu bukanlah akun Ane dan Ane tidak pernah membuat "status" seperti itu, kemudian Ane tunjukin bukti perbedaan warna foto profil akun Ane dengan warna foto profil akun orang lain yang telah engkau sembunyikan namanya.
4. Pada episode pertama, kalau Ane mau langsung tunjukin redaksi "komentar" ane yang memuat berita itu bisa aje, tapi Ane sengaja tidak memuatnya karena Ane yakin ente dan kawan-kawan ente akan membongkar kembali dan mencarinya.
5. Nah, sekarang sudah terbukti kan? Terus foto screenshoot yang ente bawakan pada episode pertama itu milik siapa? Apakah ente masih tetap ngeyel mengatakan akun yang telah ente hapus namanya itu adalah akun Ane? (Senyum)
Sekarang siapa sebenarnya yang pembohong dan tukang manipulasi?
Purwito berkata dengan penuh semangat:
"Kami berani bersumpah atas nama Allah Yang Maha Perkasa …WALLAHI itu adalah tampilan asli 100% wajah bukumu sendiri wahai Tedo Hartono! Tidak ada rekayasa atau makar apapun dari seorang Abdul Ghafur baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan!! Maka bersumpahlah atas nama Allah Yang Maha Perkasa untuk mendustakan Abdul Ghafur bahwa bukti di atas bukanlah isi facebookmu dan bukan pula komentarmu sendiri wahai Tedo Hartono!!!Lihatlah wahai pembaca yang semoga Allah mengaruniakan kalian dan kami untuk selalu dimudahkanNya rujuk kepada kebenaran."
Bantahan:
Purwito kenapa baru sekarang berani bersumpah? (Senyum) Kenapa dari episode pertama ente ga berani bersumpah? Karena ente yakin itu adalah akun orang lain kemudian ente hapus namanya dan menisbahkannya kepada Ane kan? Padahal Ane tidak pernah membuat "status" seperti itu.
Ente mau Ane bersumpah ya? Kasian juga ente ini kayak anak kecil.
Kaum muslimin itu diperintahkan agar menjaga sumpahnya, jadi Ane nasehati ente agar jangan terlalu sering mengumbar sumpah!
Allah telah mencela orang yang terlalu banyak atau gampang bersumpah.
وَلاَ تُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَّهِينٍ
“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak
bersumpah lagi hina.” (QS. Al-Qalam: 10)
Allah sudah memerintahkan agar tidak mudah dan sering bersumpah dalam firman-Nya,
وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُم
“Dan jagalah sumpah-sumpah kalian.” (QS. Al-Maidah: 79)
Tapi biar ente puas dan tenang di sana, tafadhdal dibaca dan plototin baik-baik ya:
"Demi Allah Yang Maha Perkasa itu adalah isi komentarku dan Aku (Tedo Hartono) tidak pernah membuat "status" seperti itu."
Bagaimana Purwito? Apakah ente masih meloncat-loncat gembira atau sudah jungkir balik?
Ane sarankan agar ente membuang jauh-jauh sikap tergesa-gesa dalam membantah, agar engkau tidak malu dan menyesal di kemudian hari. Sebagaimana doamu, semoga Allah memudahkanmu untuk kembali kepada kebenaran, dan Ane tambahkan semoga Allah memberimu petunjuk dan kesadaran bahwa dirimu adalah orang awam yang tidak layak berbicara urusan agama, apalagi sampai menjatuhkan para dai yang mengajak kepada Al-Quran dan As-Sunnah.
Kemudian Purwito berkata:
"Seperti pernyataanmu, kami yakin Allah Yang Maha Perkasa akan membalas orang-orang yang dzalim cepat atau lambat! Dan penyingkapan bukti kejahatan khabitsmu ini adalah salah satu buktinya!"
Bantahan:
Jangan khawatir! Ane masih yakin Allah Yang Maha Perkasa akan membalas orang-orang yang dzalim cepat atau lambat!
Ucapan-ucapan khabitsmu terhadapku sedikitpun tidak memberikan pengaruh kepadaku, walaupun ente mengkafirkan Ane, tetap hal itu tidak memberikan pengaruh insyaAllah.
Tapi hendaknya engkau ingat baik-baik sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ini:
,((إذا قال الرجل لأخيه يا كافر، فقد باء بها أحدهما، فإن كان كما قال وإلا رجعت عليه)) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Jika seseorang berkata kepada saudaranya, “Wahai kafir!” maka salah seorang di antara dua orang itu menjadi kafir. Kalau keadaanya seperti yang dikatakan (maka sungguh dia kafir –pent), namun jika tidak, maka ucapan itu akan kembali kepada si pengucap” (Muttafaqun Alaihi). Dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dalam kitab Al Adab (6104) dan Al Imam Muslim dalam kitab Al Iman (111).
InsyaAllah, akan tersingkap siapa sebenarnya yang khobits!
Purwito berrkata:
Gambar 28. Tedo Hartono umroh bersama AMDz?
Sesungguhnya jika mendengarkan bukti audionya berikut bukti laporan yang disampaikan kepada Syaikh Utsman dan Syaikh Abdullah tersebut maka tampaklah bahwa syubhat-syubhat Tedo Hartono hanyalah akan laku di kalangan orang-orang yang tak memiliki sandaran bukti dalam menjawab.
Bantahan:
1. Sejak kapan Ane umroh bersama Al-Ustadz Dzulqornain hafidzahullah? Kenapa pakai tanda tanya? Takut salah ya? Ente takut kalau Ane minta bukti? (Senyum)
2.Kami sudah mendengarkan bukti audio itu, dan bagi Ane memang wajar kalau Luqman dipermasalahkan. Semua keterangab orang yang berusaha untuk menjelaskan borok-borok dan kejahatan Luqman Ba'abduh dengan mudah kalian sebut "syubhat", apakah ente tahu definisi syubhat? Justru Ane katakan:
"Artikel-artikel sampahmu hanyalah laku di kalangan orang-orang yang tak memiliki pondasi ilmu agama yang kokoh"
3. Sekarang Ane balik menantang, coba Luqman Ba'abduh cs membawakan bukti laporan yang mereka adukan ke Syaikh Robi hafidzahullah sehingga keluar tahdziran itu!
Sejak dari hari pertama Luqman Ba'abduh cs menyebarkan fatwa Syaikh Robi hafidzahullah hingga hari ini, redaksi bukti laporan itu masih misterius dan dalam tanda tanya! Kenapa Luqman Ba'abduh cs menjadi orang-orang yang pengecut menampilkan redaksi laporan mereka? Padahal kalian mengklaim berada di atas kebenaran?
Tafadhdhal tunjukkan kepada ummat apa isi redaksi laporan yang kalian laporkan kepada Asy-Syaikh Robi hafidzahullah, agar kaum muslimin khususnya Salafiyyun tahu dan bisa mengambil pelajaran darinya.
(Ditunggu ya!)
Purwito berkata:
"Gambar 29. Screenshot ketidakmampuan berlaga di medan pembuktian ilmiyah, MLM Tedo Hartono bersama Halabiyun memilih bahu membahu memaki dan melemparkan tuduhan besar dan sangat besar MEMPERTUHANKAN LUQMAN!!
Bantahan:
Medan pembuktian ilmiyah? Jangan bermimpi disiang bolong! Ane ajak ente diskusi langsung di wall akun Facebook Ane!
Kita tentukan "bahan diskusi" dan mendiskusikannya secara ilmiyyah berdasarkan dalil-dalil dari Al-Quran dan As-Sunnah juga penjelasan-penjelasan para ulama salaf.
Ane akan menentukan sebuah yang berjudul:
"Wajibkah seorang muslim menerima fatwa"?
Ane sekalian menantang Luqman Ba'abduh, Askary, Qomar, Afifuddin dan As-Sewed untuk bergabung bersamamu!
Bentuk mempertuhankan makhluk itu bukan hanya dalam bentuk rukuk atau sujud kepadanya, bisa jadi dalam hal mengikuti tokoh tertentu dalam menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah atau sebaliknya mengharamkan sesuatu yang dihalakan oleh Allah. Purwito ga pernah baca kita At-Tauhid ya?
Simak hadits berikut ini:
Dari ‘Ady bin Hatim radhiyallahu 'anhu bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam membaca firman Allah Subhanahu wata’ala :
]اتخذوا أحبارهم ورهبانهم أربابا من دون الله[
“Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah…”(QS. Al Bara’ah, 31)
Maka saya berkata kepada beliau : “Sungguh kami tidaklah menyembah mereka”, beliau bersabda :"أليس يحرمون ما أحل الله فتحرمونه، ويحلون ما حرم الله فتحلونه ؟ فقلت : بلى، قال : فتلك عبادتهم، رواه أحمد والترمذي وحسنه.“Tidakkah mereka mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah, lalu kalian pun mengharamkanya dan tidakkah mereka itu menghalalkan apa yang diharamkan Allah, lalu kalian menghalalkannya ?”, Aku menjawab : ya, maka beliau bersabda : “itulah bentuk penyembahan kepada mereka.” (HR. Imam Ahmad dan At Tirmidzi dengan menyatakan hasan)
Lihat kembali penjelasannya dalam Kitab At-Tauhid pada Bab ke 38.
Lihat fakta yang ada! Para pengekor yang mengikuti fatwa Luqman Ba'abduh yang melarang masuk ke LIPIA atau ke Sekolah Al-Madinah Solo!
Dan yang terbaru, lihat sikap pembebek Luqman yang mengikuti kedustaan Luqman Ba'abduh atas Asy-Syaikh Utsman As-Salimiy hafidzahullah
Purwito berkata:
"Setelah kami tampilkan dan paparkan bukti-bukti nyata kebohongan besarmu itu, bahkan di akun wajahmu sendiri barang bukti kejahatan khabitsmu yang engkau ingkari ternyata bisa kami buktikan secara ilmiyah terukir nyata dalam sejarah yang kamu tulis sendiri bertanggal 3 April at 12:35 berikut lambang profil bendera bertuliskan kalimat mulia La ilaha illallah yang engkau gunakan untuk mengkamuflasekan fitnah, kedustaan dan tipudayamu wahai PENDUSTA BESAR Tedo Hartono (atau siapapun yang bertopeng dengan nama tersebut agar dirimu merasa bebas melontarkan fitnah dan bualan ke tengah-tengah umat tanpa resiko ke sana kemari wajahmu dituding sebagai pendusta licik)
Bantahan:
Siapa yang berbohong? Apa tidak cukup dengan sumpah Ane di atas? Atau perlu diulangi lagi?
Yang Ane permasalahkan adalah manipulasimu pada foto screenshoot status pada episode pertama, engkau dengan licik menghapus nama akun orang itu seakan-akan Ane yang membuat status seperti itu, padahal Ane tidak pernah membuat status seperti itu! Kemanakah akalmu?
Purwito berkata:
maka ULANGILAH meneriakkan kepada umat dengan nama Allah Yang Maha Perkasa yang sangat pedih siksaanNya (!!!!!!) bahwa semua tampilan bukti yang menyingkap makar, dusta dan fitnahan kejimu tersebut hanyalah hasil rekayasa dan tipuan Abdul Ghafur yang buta warna!!Allahu Akbar!!!! Demi Allah kamu adalah Pendusta besar!!
Bantahan:
Tampilan bukti tentang komentar Ane yang berisikan berita itu sampai sekarang masih ada, sebelum Engkau Purwito menampilkan episode keduamu ini, komentar Ane itu masih utuh dan Ane tidak pernah mengambil sikap "cuci tangan" sebagaimana tuduhan kejimu wahai Purwito!
Dan di episode pertama Ane sudah mengisyaratkan dengan ucapan Ane yang berbunyi:
"Sehingga apa yang pernah Ane sebutkan tentang hal itu memang benar adanya. Ane mendapatkan berita itu dari salah seorang ikhwan yang mengirimkan berita itu melalui inbox akun FB Ane (Tedo Hartono) sebelum adanya surat pernyataan taubat Al-Ustadz Dzul Akmal hafidzahullah yang ketika itu masih di Arab Saudi. "
Tapi dasar otakmu yang error dan buruknya pemahamanmu sehingga dengan mudah dirimu mengambil kesimpulan sepihak dan menuduh Ane sebagai pembohong besar! Apakah karena kebodohanmu dalam memahami ucapanku sehingga dirimu dengan bangga bersumpah dan menuduhku sebagai Pendusta? Luar biasa licik!
Demi jiwaku yang ada dalam genggaman-Nya:
Foto screenshoot dalam episode pertama itu telah engkau manipulasi dan itu bukan akunku!
Allah Ta’ala berfirman
:إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ (١٠٥)
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (An Nahl 105)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
Hendaknya kalian bersikap jujur, sesungguhnya kejujuran akan membimbing menuju kebaikan, dan kebaikan akan membimbing menuju surga, dan tidaklah seorang laki-laki itu jujur dan berusaha untuk jujur maka dia akan dicatat di sisi Alloh sebagai Siddiq. Hati-hati kalian dari dusta karena sesungguhnya dusta itu membimbing menuju kefajiran dan kefajiran membimbing menuju ke neraka, dan tidaklah seseorang itu berdusta dan berusaha untuk berdusta maka akan dicatat di sisi Alloh sebagai Pendusta”.

Sumber : KLIK DI SINI

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.