Home » , , » Berkenalan dengan Manhaj Standar Ganda

Berkenalan dengan Manhaj Standar Ganda


Berkenalan dengan Manhaj Standar Ganda
Pengkhianatan Ustadz Luqman Ba'abduh terhadap Asy-Syaikh Ubaid hafidzahullah
Para pembaca yang budiman...
Kejujuran adalah sifat yang terpuji dalam Islam, bahkan sebagai salah satu sifat yang akan menghantarkan pelakunya menuju surga. Karena kejujuran akan menyetir seorang hamba untuk melakukan kebaikan dan dari kebaikan itu ia mendapat petunjuk ke jalan menuju surga.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Hendaknya kalian bersikap jujur, sesungguhnya kejujuran akan membimbing menuju kebaikan, dan kebaikan akan membimbing menuju surga, dan tidaklah seorang laki-laki itu jujur dan berusaha untuk jujur maka dia akan dicatat di sisi Alloh sebagai Siddiq. Hati-hati kalian dari dusta karena sesungguhnya dusta itu membimbing menuju kefajiran dan kefajiran membimbing menuju ke neraka, dan tidaklah seseorang itu berdusta dan berusaha untuk berdusta maka akan dicatat di sisi Alloh sebagai Pendusta”. (Muttafaqun 'alaihi)
Bagi para pengagum Ustadz Luqman Ba'abduh -hadaahullah- insyaAllah akan sedikit terperangah membaca judul dari catatan ini, tapi janganlah kalian terbawa emosi sebelum tuntas membaca isi catatan ini, karena apa yang akan kami sampaikan tidak lain hanyalah fakta yang terambil dari diri ustadz Luqman sendiri dan tentunya tidak banyak diketahui oleh para pengagumnya.
Apa yang kami torehkan adalah bagian kecil dari usaha-usaha kami dalam rangka saling nasehat-menasehati di atas kebenaran dan kesabaran serta peringatan dari bahayanya niat-niat rusak dan ghuluw dalam beragama.
Sekaligus teguran bagi diri Ustadz Luqman Ba'abduh -hadahullah- untuk mengintrospeksi diri bahwa dirinya juga tidak lepas dari kritikan.
Langsung saja ke inti permasalahan,
Dalam rekaman jalsah bersama Asy-Syaikh Ubaid hafidzahullah yang beliau beri judul "Al-Ajwibah Al-Ilmiyyah ala As-ilah Al-Indunisiyyah", pada pertanyaan ke empat menit 14:01-19:10.
Penanya (Luqman Ba'abduh-hadaahullah-) berkata:
kemudian Syaikhana baarakallahu fiykum. Sebagaimana yang anda ketahui, bahsawanya di negeri kami Indonesia terdapat "duurulhadits" yakni markas-markas ilmiyyah, ikhwah membangunnya sesuai kemampuan mereka, dan Alhamdulillah telah berlalu hal ini sekitar lima belas tahun alhamdulillah, dan tampak hasil-hasil alhamdulillah , dan ma'had-mahad dan markas-markas ilmiyyah ini mu'tarofah (diakui) oleh pemerintah tentunya.
Asy-Syaikh Ubaid hafidzahullah menimpali: Alhamdulillah. Ini adalah keunggulan Ahlussunnah, mereka tidak menyeleweng (dari) penguasa, bahkan mereka beramal dibawah naungan mereka, dibawah pendengaran dan penglihatan(baca: ketaatan) mereka.
Penanya melanjutkan: dan di antara keunggulan ma'had-ma'had dan markas-markas ilmiyyah, pemerintah tidak masuk campur dalam program pelajaran, akan tetapi di sana ada sebagian ikhwah menciptakan pembangunan sekolah-sekolah, sekolah yakni didalamnya dipelajari ilmu-ilmu kontemporer demikian pula ilmu-ilmu agama, akan tetapi sekolah-sekolah ini dari sekolah dasar, SMP dan setelahnya, pemerintah masuk campur dalam program pelajaran-pelajaran.
Dan kami beritahu kepada anda bahwa perkara-perkara yang diharuskan oleh pemerintah ini didalamnya terdapat mukholafah(penyimpangan) yang banyak, contohnya di sana ada pelajaran ilmu kalam, na'am.
Sebagaimana yang anda ketahui insyallah, yakni apa-apa didalamnya berupa mukholafaat(penyimpangan).
Demikian pula pelajaran akhlak di atas jalan tarekat-tarekat shufiyyah, dan di sana ada pelajaran-pelajaran umum seperti bahasa Indonesia pada sebagian materi didalamnya terpadat penyebutan yang menyelisihi tauhid, kesyirikan-kesyirikan, na'am, dan pekara-perkara lainnya berupa mukholafaat(penyimpangan) syar'iyyah didalamnya.
Apa yang anda nasehatkan bagi anak-anakmu di Indonesia? Yakni apakah mereka terus (berada) di atas ma'had-ma'had dan markas-markas ilmiyyah ataukah ke sekolah-sekolah ini?
Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiriy hafidzahullah menjawab:
Pertama, Baarakallahu fiykum, at-tawassu'(perluasan) telah dimasukkan didalamnya perkara yang tidak dirdhoi bersamaan berjalannya tahun(baca: waktu) dimasukkan ke dalam Ahlussunnah sesuatu yang bukan dari manhaj mereka seperti yang engkau sebutkan sekarang. Atau menyampaikan mereka kepada ketidaksanggupan untuk lanjut pada apa yang mereka loncati didalamnya, "thofroh"(loncatan).
Maka Aku komentari, Aku memandaang (agar) mencukupkan (diri) berdasarkan apa yang engkau sebutkan, Aku memandang (agar)mencukupkan (diri) di atas ma'had2 ilmiyyah, selama ia diakui oleh pemerintah, aku memandang (agar)mencukupkan (diri)diatasnya -baarakallahu fiykum- na'am,
Sekolah-sekolah ini jika kita dibiarkan bebas dalam memilih materi, maka ini didirikan agar menjadi senjata atau menjadi persiapan bagi mereka yang menginginkan lanjut ke pendidikan tinggi di daerah atau pada selainnya (yang) ijazahnya diakui.
Akan tetapi pertanyaan aku ingin tanyakan kepada kalian: Ma'had-ma'had ilmiyyah kalian, apakah ijazahnya diakui?
Luqman Ba'abduh: ijazah mereka, tidak, tidak diakui. (Pent; Sebelumnya Luqman Ba'abduh ngomong diakui? Tanya kenapa?)
Syaikh: ijazah mahad-ma'had kalian?
Luqman Ba'abduh: na'am, akan tetapi mungkin kita mengambil dengan jalan "mu'adalah"
Asy-Syaikh Ubaid hafidzahullah: tamam!
Terdengar suara Syaikh Muhammad bin Gholib hafidzahullah: "mereka terima wahai syaikh dengan jalur "mu'adalah"
Syaikh: bagus!, kholas ini mencukupi dari sekolah-sekolah. Aku katakan mencukupi dari sekolah-sekolah(pemerintah) berdasarkan apa yang kalian sebutkan. Karena ilmu kalam, rijaal para imam kebingungan didalamnya, dan terkadang sesuatu menodai dalam pikiran seorang pemuda(baca:pelajar) yang para pengajar tidak mampu menghilangkannya , maka aku memandang, mencukupkan diri dengan ma'had-ma'had ilmiyyah dan markas-markas, dalamnya ada keberkahan , dan yang diinginkan adalah penyebaran At-Tauhid dan As-Sunnah , yakni barangsiapa yang ingin belajar di sekolah-sekolah pemerintah, ini untuknya, kita tidak melarangnya.
Jika Seandainya ada seorang laki-laki –sebagai contoh- ia memiliki 4 orang anak datang dua orang kepada kita dan dua orang (lain) ke selokah-sekolah pemerintah, atau ia menjadikan pada sebagian (waktu) belajar pada kalian dan pada waktu lainnya belajar di sekolah-sekolah pemerintah, kita tidak menentangnya dan kita tidak melarangnya , na'am.
Apakah ini dipahami baarakallahu fiykum?
Penanya: na'am
Asy-Syaikh: aku tidak berpendapat membangun sekolah-sekolah berdasarkan apa yang kalian sebutkan.
(selesai jawaban pada menit ke 19:10 detik).
Di akhir pertemuan Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry hafidzahullah mengatakan: Telah menyampaikan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Indonesia ini:
Al-faqiir ilaa rabbihi Ubaid ibnu Abdillah ibnu Sulaiman Al-jaabiry mantan pengajar Universitas Islam Madinah
Dan jalsah ini malam Ahad 15 jumadil Akhir tahun 1433 H/ 5 Mei tahun 2012 Wa shallallahuwa sallam 'ala Nabiyyina Muhammad wa 'ala aihi wa shohbihi. Selesai.
Dengarkan rekamannya di sini:
https://www.dropbox.com/s/1jv2ai3ot4pibyv/luqman-sy.ubaid.m4a
Ane Tedo Hartono katakan:
Perhatikanlah wahai para pembaca rahimakumullah! Ke mana fatwa ini? Kenapa tidak dipubliksikan oleh Luqman Ba'abduh cs? Kenapa setelah adanya fatwa ini, Luqman Ba'abduh cs masih saja mempermasalahkannya?
Bukankah ini bentuk pengkhianatan? Mereka hanya menyebarkan sebuah fatwa jika fatwa itu mencocoki selera dan hawa nafsu mereka, adapun jika tidak demikian maka fatwa itu tidak akan dipublikasikan.
Dikarenakan fatwa Asy-Syaikh Ubaid hafidzahullah di atas tidak cocok dengan hawa nafsu, pada tahun 2014 ini mereka kembali menyusun pertanyaan tentang sekolah Al-Madinah, Solo, yang lebih dahsyat dari pertanyaan di atas dan diajukan kepada Asy-Syaikh Robi hafidzahullah, padahal mereka sangat mengecam sikap asatidzah yang bertanya lebih dari satu kali, sebagaimana pada kasus Radio Rodja, mereka mencela asatidzah rombongan Al-Ustadz Dzulqornain hafidzahumullah yang mereka tuduh sebagai orang-orang yang tidak puas dengan jawaban Asy-Syaikh Robi hafidzahullah dan kembali bertanya ke Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafidzahullah.
Demikian pula sikap Ustadz Muhammad As-Sewed -hadaahullah- yang mencela perbuatan Al-Ustadz Dzulqornain hafidzahullah dan menuduhnya sebagai orang yang tidak puas dengan fatwa Asy-Syaikh Robi' kemudian bertanya lagi kepada Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahumullah.
Inilah sikap para penganut manhaj standar ganda (MSG), mereka habis-habisan mengkritik dan mencela sebuah perbuatan yang dilakukan orang lain tapi mereka sendiri boleh melakukannya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman
:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلونَ
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?” [QS. Ash-Shaff : 2].
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” [QS. Al-Baqarah : 44].
Perhatikan kalimat Asy-Syaikh Ubaid hafidzahullah di atas: "dan yang diinginkan adalah penyebaran At-Tauhid dan As-Sunnah , yakni barangsiapa yang ingin belajar di sekolah-sekolah pemerintah, ini untuknya, kita tidak melarangnya."
Ertinya; inti dari sekolah formal maupun ma'had non formal adalah untuk menyebarkan tauhid dan sunnah, dan sekolah Al-Madinah Solo memiliki peranan yang sangat besar dalam menyebarkan tauhid dan sunnah di kota Solo dan sekitarnya seperti Boyolali. Fakta ini kita bisa saksikan sendiri jika langsung ke tempat tersebut, hanya orang-orang hasad dari kalangan Hizbiyyun yang tidak menyukai tersebarnya dakwah tauhid dan sunnah melalui sekolah Al-Madinah Solo ini.
Harusnya Luqman Ba'abduh mengurusi diri sendiri, perhatikan daerah Jember sebelum dirinya melirik ke kota Solo yang jauh di sana, dan harusnya dirinya bersyukur dengan keberadaan saudara-saudaranya semanhaj yang juga berdakwah mengajak manusia kepada jalan yang benar yaitu tauhid dan sunnah.
Aduhai, jika kiranya Luqman Ba'abduh mengamalkan fatwa itu!
Perhatikan ucapan Luqman Ba'abduh yang berbunyi:
" na'am, akan tetapi mungkin kita mengambil dengan jalan "mu'adalah"
Ane katakan:
Kapan ma'hadnya Luqman Ba'abduh akan melakukan mu'adalah dengan Universitas Islam Madinah? Semoga ga asal ngomong dan bermanis bahasa di hadapan Asy-Syaikh.
Jika kita ingin membandingkan prestasi antara sekolah Al-Madinah Solo dengan Ma'hadnya Luqman Ba'abduh di Jember, fakta menunjukkan ada tiga orang dari alumni sekolah Al-Madinah Solo yang diterima di Universitas Islam Madinah pada tahun ini (2014), dan ini merupakan kabar gembira bagi salafiyyun. Sebaliknya, tidak seorang pun dari alumni ma'hadnya Luqman Ba'abduh yang lolos masuk ke Universitas Islam Madinah dengan ijazah dari ma'hadnya, kalaupun ada maka mereka mendaftar dengan ijazah sekolah umum yang mereka miliki sebelumnya dan bukan dari ma'hadnya Luqman Ba'abduh. Bersamaan dengan itu, dalam tanya-jawab dauroh di Balikpapan tahun 2013, Luqman Ba'abduh melarang Salafiyyun untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah Al-Madinah Solo, itu pun tanpa hujjah!
Dengarkan sendiri suaranya di sini:
https://m.app.box.com/view_shared/46ka64i9njthysuqsneo
Rekaman dauroh di atas pada tahun 2013 loh!(Ga punya solusi sok melarang? Sudah gitu menyelisihi fatwa ulama pula? Hebat kan Luqman Ba'abduh ini?)
Luqman Ba'abduh sebagaimana kebiasaannya akan menyetir pertanyaan agar mendapatkan jawaban sesuai keinginannya, karena materi "ilmu kalam" yang disebutkan terlalu umum sehingga jawaban hukum
tentang ilmu kalam tidak cocok diterapkan begitu saja tanpa melihat perinciannya.
Menariknya, Luqman Ba'abduh menggambarkan kepada Asy-Syaikh Ubaid hafidzahullah dengan gambaran yang tidak sesuai dengan fakta sekolah Al-Madinah, padahal sekolah Al-Madinah telah mencetak buku "muqorror" (panduan) sendiri yang sesuai dengan manhaj syar'iy, tentunya semampu yang mereka sanggupi, dan hal ini diizinkan oleh kementerian pendidikan.
Luqman Ba'abduh sendiri pernah mengatakan dalam tanya-jawab tentang LIPIA, pada dauroh di Balikpapan 2013 lalu, bahwasanya kalau melapor kepada ulama itu harus:
"Secara lengkap gambarannya sesuai kondisinya"
Padahal sebelumnya, pada tahun 2012, Luqman Ba'abduh pernah melapor dengan laporan yang tidak lengkap gambarannya dan tidak sesuai kondisi?
Apa-apaan ini?
Sekolah Al-Madinah Solo telah merevisi kurikulumnya, termasuk materi ilmu kalam yang diharuskan oleh pemerintah Indonesia, sehingga penyimpangan yang ada bisa diminimalisir dan tetap dalam pengawasan seorang pengajar yang mengingatkan penyimpangan tersebut. Untuk lebih detailnya kami persilakan datangi langsung para pendiri sekolah Al-Madinah Solo, merekz masih hidup alhamdulillah.
Harusnya Luqman Ba'abduh merinci dengan mengambil langsung contohnya dari sekolah Al-Madinah Solo, bukan dengan gambaran umum sehingga jawaban bisa sesuai dengan hawa nafsu si penanya.
Asy-Syaikh Ubaid hafidzahullah mengatakan:
"sebagaimana yang kalian katakan",
Ertinya Asy-Syaikh menjawab sesuai dengan konteks gambaran yang telah digambarkan bagi beliau, dan tentunya hukum itu akan berbeda jika ternyata gambarannya berbeda dengan kenyataan yang ada.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika dahulu pada tahun 2008, pihak Luqman Ba'abduh yang diwakili oleh dua orang pemuda bernama Idral dan Mukhtar dimarahin oleh Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhoriy hafidzahullah, ketika mereka membawakan contoh gambaran sekolah formal umum sedangkan pihak Al-Madinah Solo yang diwakili oleh Al-Ustadz Muhammad Na'im Lc, Al-Ustadz Jauhari Lc dan Al-Ustadz Mustamin Lc -hafidzahumullah- dengan membawakan contoh gambaran kurikulum sekolah Al-Madinah yang telah direvisi sendiri oleh pihak sekolah Al-Madinah Solo.
Lihatlah berapa kali mereka mempermasalahkan dan bertanya? Kok boleh ya? Sedangkan orang selain mereka ga boleh? Luaar biasa! (MSG-Manhaj Standar Ganda)
Sikap tidak puas dengan jawaban/fatwa dan kembali mengulangi permasalahan yang telah dijawab oleh ulama adalah sikap yang dikecam hebat oleh Luqman Ba'abduh ketika ia dengan penuh semangat mencela perbuatan seperti ini yang menurutnya telah dilakoni oleh Ustadz Jafar Shalih. Dengarkan langsung suaranya di sini:https://m.app.box.com/view_shared/nbjivcnf9ueyjefkslwn
Ternyata sikap tercela ini juga dimiliki dan dilakoni oleh Luqman Ba'abduh sendiri ketika ia kembali mempermasalahkan sekolah Al-Madinah Solo sebagaimana yang telah disinggung di atas.
Sungguh luar biasa Luqman Ba'abduh ini, laa hawla wa laa quwwata illaa billah.
Luqman Ba'abduh mengatakan dalam konteks pertanyaannya:
"dan di sana ada pelajaran-pelajaran umum seperti bahasa Indonesia pada sebagian materi didalamnya terpadat penyebutan yang menyelisihi tauhid, kesyirikan-kesyirikan, na'am, dan pekara-perkara lainnya berupa mukholafaat(penyimpangan) syar'iyyah didalamnya."
Ane katakan:
Apakah masuk akal jika alumni Universitas Islam Madinah mengajarkan dan membiarkan sekolah yang mereka kelola mengajarkan kesyirikan? Ahlul Ahwa dari kalangan Shufiyyah, Liberal, Syi'ah dll aje ngerti dan tahu kalau alumni Universitas Islam Madinah itu sangat anti dengan yang namanya kesyirikan, lah kok Luqman Ba'abduh dengan beraninya berdusta kalau sekolah Al-Madinah Solo mengajarkan kesyirikan melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia? Akal Luqman Ba'abduh ke mana?
Demikianlah Luqman Ba'abduh cs menyusun pertanyaan, pertanyaannya sudah dikondisikan agar jawabannya sesuai dengan hawa nafsu mereka, mereka bertanya memang bertujuan untuk menjatuhkan bukan untuk diamalkan, buktinya; fatwa di atas tidak dipublikasikan oleh Luqman Ba'abduh cs. Biasanya kalau fatwa itu mencocoki hawa nafsu mereka, akan segera dipublikasikan.
Kalau Luqman Ba'abduh mau jujur bertanya, sampaikan juga dong kondisi positif sekolah Al-Madinah Solo, seperti:
1. Tersebarnya dakwah tauhid dan sunnah di Solo dan sekitarnya melalui sekolah Al-Madinah.
2. Sebagian pihak pemerintahan pun tertarik memasukkan anak-anak mereka ke sekolah Al-Madinah Solo.
3. Buku muqorror diniyyah di ambil dari Kementerian Pendidikan Tinggi ilmu Pengetahuan Kerajan Arab Saudi, dari jenjang Sekolah Dasar(SD), SMP dan SMA
4. Pakaian Syar'iy bagi siswa (Gamis dan Sirwal yang tidak melewati kata kaki) dan siswi (Hijab Syar'iy). Kalau ga percaya lihat dan saksikan sendiri di Solo, hanya orang buta yang ga bisa melihat (karena memang buta)
5. Penjagaan shalat berjamaah di masjid bagi para pengajar dan siswa, adapun siswi dan para pengajar muslimah mengerjakannya di dalam sekolah. Tafadhdhal saksikan sendiri di sekolah Al-Madinah cabang Boyolali, para siswanya berjalan berbaris diatur oleh ustadznya dari sekolah menuju ke masjid untuk shalat Dzuhur, karena memang posisi sekolah agak jauh dari mesjid, penduduk setempat pun apresiasi dengan keberadaan sekolah tersebut.
6. Pemisahan antara siswa dan siswi sejak jenjang Sekolah Dasar(SD)
7. Hafalan Al-Quran 10 juz pada setiap jenjang, ertinya siswa/siswi ditargetkan hafal Al-Quran 30 juz setelah tamat sekolah. Alhamdulillah kebanyakannya mampu mendekati tarhet 30 juz tersebut. Sehingga membuat sebagian Pengawas Sekolah utusan pemerintah bergembira dan berkeinginan memasukkan anak-anak mereka ke sekolah Al-Madinah.
Tambahan: Untuk point ini Ane ga heran, karena memang Ustadz di situ seperti Al-Ustadz Muhammad Na'im dan Al-Ustadz Jauhary hafidzahumallah itu hafal Al-Quran, kalau mau banding dengan ma'had Luqman Ba'abduh, oh jauh banget! Luqman Ba'abduh aja ga hafal Al-Quran!
8. Hafalan 100 hadits bagi setiap jenjang pendidikan, ertinya siswa/siswi ditargetkan mengahafal 300 hadits setelah tamat sekolah.
9. Buku-buku muqorror yang diterbitkan oleh sekolah Al-Madinah Solo juga digunakan oleh sebagian ustadz salafy di beberapa daerah seperti Jakarta, Pekan Baru, Makassar dan Ambon.
10. Tahun 2014 ini, terdapat 3 orang santri jebolan sekolah Al-Madinah lulus diterima di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Jebolan ma'had Luqman Ba'abduh ga ada!
Sepuluh point di atas bukan promosi loh ye, itu hanyalah bagian dari hal-hal positif sekolah Al-Madinah Solo yang menurut Ane hendaknya Luqman Ba'abduh paparkan kalau memang mau jujur ingin bertanya kepada ulama dan mengamalkannya. Biar informasinya imbang dan jawabannya juga pas!
Dalam fatwa di atas, Asy-Syaikh Ubaid hafidzahullah mengatakan:
"yakni barangsiapa yang ingin belajar di sekolah-sekolah pemerintah, ini untuknya, kita tidak melarangnya.
Jika Seandainya ada seorang laki-laki –sebagai contoh- ia memiliki 4 orang anak datang dua orang kepada kita dan dua orang (lain) ke selokah-sekolah pemerintah, atau ia menjadikan pada sebagian (waktu) belajar pada kalian dan pada waktu lainnya belajar di sekolah-sekolah pemerintah, kita tidak menentangnya dan kita tidak melarangnya , na'am. "
Ane katakan:
Hendaknya Luqman Ba'abduh ingat baik-baik pesan di atas dan jangan pura-pura lupa. Dan ingat! Sekolah Al-Madinah Solo masih lebih baik jika dibandingkan dengan sekolah formal yang umum.
Terakhir:
Asy-Syaikh mengingatkan:
" Apakah ini dipahami baarakallahu fiykum?"
Luqman Ba'abduh pun menjawab: "na'am"
Ane katakan:
Inilah ustadz Luqman Ba'abduh yang sebenarnya, jadi jangan heran dan terkejut kalau kalian mendengarkan sebagian ustadz salafy berkata: "Ah, Luqman Ba'abduh itu depan Masyayikh doang ngomong "iya", dibelakang lain lagi", karena begitulah wataknya. Kalian jangan heran pula jika fitnah di kalangan Salafiyyun tak kunjung padam, kemudian dipolesi dengan slogan "kembali kepada ulama" tapi mereka sendiri tidak ikut ulama, memangnya dai salafy selain Luqman Ba'abduh cs itu ga ikut ulama?
Demikianlah sekilas fakta yang banyak tidak diketahui oleh ikhwan Salafiyyun, semoga menjadi pengetuk hati yang terbuai dalam lautan taklid buta dan pengkultusan individu.
Abu Abdillah Tedo Hartono
Tanggerang, 2 Juni 2014.

Sumber : KLIK DI SINI

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.