Home » » Meluruskan SYUBHAT Syaikh Asykari Al-Bughisy yang menyelisihi qaidah Ahlul Hadits

Meluruskan SYUBHAT Syaikh Asykari Al-Bughisy yang menyelisihi qaidah Ahlul Hadits



Meluruskan SYUBHAT Syaikh Asykari Al-Bughisy yang menyelisihi qaidah Ahlul Hadits
Syaikh Asykari mengharuskan menerima qaul Syaikh Rabi' hafizhahullah tanpa harus meminta rincian sebab keluarnya Tahdzir.
Apakah qaul dari Syaikh tsiqah seperti Syaikh Rabi wajib secara mutlak diterima ketika beliau menjarh Ustadz Dzulqarnain???.
Jawab :
Ibnu Shalah rahimahullah berkata dalam Muqaddimah fi Ulumil hadits : “Keharusan menjelaskan sebab-sebab celaan (kritikan) tersebut, karena kritikan yang tidak disertai penjelasan sebab-sebab TIDAK DITERIMA, kecuali jika perawi yang dikritik tersebut tidak didapati seorang imam ahlul hadits pun yang menta’dilnya.”
Qaidah yang disebutkan Ibnu Shalah jelas kita pahami bahwa kita akan TERIMA secara mutlak Tahdzir/Jarh Syaikh Rabi’ jika tidak ada Masyaikh yang menta’dil/merekomendasi Ustadz Dzulqarnain. Jika ada Masyaikh yang menta’dil maka wajib bagi Syaikh Rabi’ menjelaskan rincian sebab-sebab keluarnya Jarh/Tahdzir dan sampai saat ini belum ada penjelasan dari Syaikh Rabi', jika tidak ada penjelasan maka Jarh/Tahdzir beliau bisa ditolak (apalagi Jarh beliau masih global dan berbentuk gambaran). Kenyataannya masih banyak Masyaikh yang menta’dil Ustadz Dzulqarnain seperti Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah, juga Ulama’ Yaman yang menunjuk kepanitiaan Dauroh dari pihak Ustadz Dzulqarnain, ini adalah bentuk ta’dil mereka. Atas qaidah Ilmu Hadits yang dijelaskan Ibnu Shalah maka saya BELUM bisa MENERIMA Jarh/Tahdzir Syaikh Rabi’ kepada Ustadz Dzulqarnain.
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Atsqalany berkata fi muqaddimah Fathul Bari : “Tidaklah diterima pencacatan seseorang kecuali terdapat sesuatu yang jelas mencacatkannya”.
Tanpa sadar dia telah mengajak ummat untuk taqlid kepada Syaikh Rabi.
Bukankah taqlid itu harom, Yang kita ikuti dari Syaikh Rabi adalah hujjah beliau, mengikuti Syaikh Rabi’ tanpa hujjah tidak ada bedanya sama Nashara yang telah menjadikan Ulama’ dan Ruhban mereka sebagai tandingan selain Allah. Syaikh Rabi’ bukan sekutu bagi Allah dan saya bukan pelaku syirik (muqallid).

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.