Home » , , » Pemilik Situs "tukpencarialhaq" (Purwito) Antara Mutajassis dan Tukang Sampah. (Bagian: 2)

Pemilik Situs "tukpencarialhaq" (Purwito) Antara Mutajassis dan Tukang Sampah. (Bagian: 2)



Melerai Bungkaman dan Menyahut Tantangan, siapa takut?
Pemilik Situs "tukpencarialhaq" (Purwito) Antara Mutajassis dan Tukang Sampah. (Bagian: 2)
Purwito berkata:
Dan sungguh peremehan kalian terhadap ikhwah-ikhwah Ahlussunnah telah membuat kalian membuta babi dalam melemparkan cacian tuduhan dan makian seolah-olah hanyalah Abdul Ghafur seorang yang memiliki kecemburuan terhadap kejahatan kalian!! Padahal sekian banyak ikhwah telah bangkit kecemburuan agama mereka menyaksikan kemunkaran dan arogansi para penggembos manhaj yang sudah terlalu ngiler untuk ishlah bergandengan mesra bersama hizbiyun Halabiyun Rodjaiyun.Tidakkah kalian wahai Dzulqarnain, Hanan, Jafar Salih, Tedo dan…dan..memiliki cara yang lebih terhormat secara syariat daripada melemparkan dusta dan fitnahan hanya untuk menghadapi orang yang kalian sendiri menggelarinya sebagai orang jahil bodoh dan…dan…dan…?



Bantahan:
Sebenarnya yang selalu meremehkan ikhwan Ahlussunnah itu siapa? Bukankah saudara Purwito sebagai pemeran utama di balik layar situs setan "tupencarialhaq"? Ucapan diplomatis gaya politikus itu sudah basi dan tidak laku di kalangan Salafiyyun yang ikhlas dan jujur mengikuti kebenaran. Ucapan saudara Purwito mirip persis dengan ucapan seorang yang baru selesai mencaci-maki dan menuduh serampangan dalam pidatonya seraya berkata; "janganlah kita memaki dan menuduh orang lain secara membabi buta". Kira-kira apa komentar para audien?
Purwito berkata lagi:
seolah-olah hanyalah Abdul Ghafur seorang yang memiliki kecemburuan terhadap kejahatan kalian!! Padahal sekian banyak ikhwah telah bangkit kecemburuan agama mereka menyaksikan kemunkaran dan arogansi para penggembos manhaj yang sudah terlalu ngiler untuk ishlah bergandengan mesra bersama hizbiyun Halabiyun Rodjaiyun.

Bantahan:
1. Cemburu itu boleh-boleh saja, asalkan jangan cemburu buta! Sangat disayangkan tulisan-tulisan saudara Purwito mencerminkan cemburu buta yang membabi-buta berkedok "kecemburuan" terhadap manhaj Salaf.
2. Siapakah ikhwan yang sekian banyak yang disebutkan oleh saudara Purwito? Nyata ataukah sekedar hiasan kata-kata? Kami juga akan mengatakan: "Apakah saudara Purwito tidak menyadari sekian banyak ikhwah bahkan Asatidzah yang bangkit kecemburuan agamanya telah menyaksikan kebrutulan dan kekurangajaran Purwito terhadap manhaj Salaf dan para du'atnya?"
Purwito berkata: 
Tidakah kalian wahai Dzulqarnain, Hanan, Jafar Salih, Tedo dan…dan..memiliki cara yang lebih terhormat secara syariat daripada melemparkan dusta dan fitnahan hanya untuk menghadapi orang yang kalian sendiri menggelarinya sebagai orang jahil bodoh dan…dan…dan…?

Bantahan:
Kalau Purwito merasa dirinya bodoh kenapa sok berbicara problematika manhaj layaknya ustadz kibar? Apakah Purwito tidak menyadari kalau dirinya telah menjadi penggembos manhaj dan ikon resmi bagi ahlul bid'ah untuk menertawakan Salafiyyun? Orang bodoh layak diberikan penghormatan sebagaimana kaum muslimin secara umum, dan orang yang tidak menghormati kehormatan seorang muslim adalah orang yang tercela walau tidak perlu untuk dicela, kok Purwito ingin dihormati sedangkan dirinya tidak menghormati orang lain? Kenapa engkau sendiri yang mencela perbuatanmu kemudian engkau pula yang mengeluhkannya?

Purwito berkata:
" Apakah terbongkarnya pembelaan terhadap hizbiyun, kedustaan terhadap sesama, kebohongan terhadap ulama dan fitnahan yang demikian khabits ini cara kalian membangun umat sementara gelar sebagai perusak di atas muka bumi sudah terlanjur kalian sematkan kepada orang yang memampangkan bukti-bukti kejahatan kalian?"

Bantahan:
Siapa yang membela hizbiyyun? Bukankah kalian yang serampangan menghizbikan orang/Ustadz yang tidak mau tunduk mengikuti keinginan kalian? Bukankah kalian memiliki "manhaj tajassus" kemudian berkedok dengan slogan "ikuti ulama"??? Agar mudah bagi kalian merealisasikan keinginan dan hawa nafsu kalian?
Siapa yang berbohong? Bukankah kalian telah membohongi umat dengan menyembunyikan fatwa(jawaban) Syaikh Ubaid hafidzahullah tentang sekolah formal? Bukankah pihak kalian sudah berhadapan dengan pihak Al-Madinah (Solo)ketika kalian mengutus Mukhtar dan Idral untuk membahas masalah sekolah formal di hadapan Syaikh Abdullah Al-Bukhary hafidzahullah? Ke mana kalian sembunyikan oknum yang kalian "ustadzkan" yang telah mencela Syaikh Ubaid hafidzahullah? Mungkin kalian akan menyanggah "itu kan dulu, dia sudah tobat", Ane katakan: "mampukah kalian menerima ucapan yang semisal dari orang yang kalian permasalahkan"??? (Jangan standar ganda dong!)

Memang anda wahai Purwito adalah perusak di atas permukaan bumi! Kenapa dirimu berat untuk menerimanya? Apakah karena ada dukungan gelap untukmu dari oknum Ustadz yang berperan di balik layar???
Bukti apa yang engkau bawakan? Kenapa jika orang lain yang membawakan bukti-bukti kesesatan dan kengawuranmu engkau segera bersumpah dan mati-matian membela diri? Itulah akibat orang jahil murokkab yang sok berbicara urusan umat,

قل هل ننبؤكم بالاخسرين اعمالا الذين ضل سعيهم في الحياة الدنيا وهم يحسبون انهم يحسنون صنعا السؤال :
Katakanlah(wahai Muhammad): “Maukah kami kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (al-Kahfi: 103—104)

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Si’di rahimahullah berkata,“Katakanlah, wahai Muhammad kepada manusia dengan cara memperingatkan.“Maukah kami kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi amalannya” secara mutlak?“Yaitu (orang-orang yang) batal dan hilang seluruh apa yang mereka amalkan.”Yaitu mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat baik dalam perbuatannya, lalu bagaimana dengan amalan-amalan yang mereka mengetahui bahwa itu batal dan bahwa (amalan tersebut) merupakan bentuk penentangan serta permusuhan terhadap Allah l dan Rasul-Nya n?(Firman-Nya):Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” (az-Zumar: 15) [Taisirul Karimirrahman, hlm. 487—488]
Purwito berkata:
"Lalu siapakah sebenarnya yang merusak di atas muka bumi?"

Bantahan: 
Kalau seorang yang jahil murokkab memang tidak akan merasa dirinya bersalah, selalu merasa di atas kebenaran walaupun pada hakikatnya berada di atas kesalahan dan kekeliruan. Apakah anda tidak sadar? Andalah pelaku kerusakan dan telah mencoreng nama baik Dakwah Salafiyyah dengan kedok "Al-Jarhu wa At-Ta'diil" atau "membantah penyimpangan" padahal Antum bukan ahlinya, sehingga lebih banyak merusak daripada memperbaiki

Purwito berkata: 
"Maka di sini kami sampaikan ucapan jazakumullahu khairan katsira kepada segenap ikhwah yang telah sudi meluangkan waktu dan tenaganya untuk bersama-sama berta’awun mengirimkan screenshot-screenshot wajah manhaj murahan mereka ini."

Bantahan:
1. Kami juga berterima kasih kepada saudara Purwito yang akhirnya mengakui kedurhakaan kalian terhadap Mufti Jember Luqman Ba'abduh, lihat fatwa larangannya di sini:
(Kami telah menanggapi fatwa super ini pada tulisan sebelumnya -tafadhdhal diperiksa)

Fatwa Luqman Ba'abduh ini hampir mirip kesimpulannya dengan fatwa Syaikh Yahya Al-Hajury yang telah ditabdi' oleh kalian, lihat di sini:

2. Ternyata para pemuja Luqman Ba'abduh itu tidak bisa konsisten dengan pendirian mereka, di satu sisi mereka sangat gembira dengan fatwa-fatwa Luqman Ba'abduh dan segera mengamalkan dan menerimanya dengan penuh penghormatan, namun di lain sisi mereka menolak dan durhaka tatkala fatwa itu menyelisihi hawa nafsu mereka. Siapakah sebenarnya yang keliru? Apakah para muqollid Luqman Ba'abduh yang mengikuti hawa nafsu? Ataukah Luqman Ba'abduh yang berfatwa dengan hawa nafsu? Pilih saja salah satunya!
3. Luar biasa kontradiksi sikap mereka, Luqman Ba'abduh yang melarang Facebook ternyata mendukung perbuatan kriminal Purwito terhadap Manhaj yang haq ini. Secara silent dia menerima informasi dari Facebook, padahal dia sendiri yang melarang? Na'udzubillah
Allah ta’ala berfirman

:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُون
َ
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?” [QS. Ash-Shaff : 2].

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” [QS. Al-Baqarah : 44].
Purwito berkata: 
"Sungguh sumbangsih kalian semuanya telah membuat mereka ini tidak bisa tidur nyenyak karena merasa dunia kejahatan mereka terus dipantau melalui CCTV sehingga berakibat mereka ini menceracau membuta babi tanpa kendali."

Bantahan: 
1. Perhatikanlah wahai pembaca yang budiman! Akhirnya saudara Purwito mengakui konspirasi dengan para proxynya untuk melakukan "tajassus" terhadap orang-orang yang mereka benci, kemudian setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, segera semua hasil tajassus itu dipublikasikan.

Makna Tajassus
"Mengintai berita-berita dan menyelidiki perkara-perkara yang tersembunyi, dan biasanya digunakan dalam kejelekan" ( Mufrodaat Al-Faadzul Quran, halaman 196, Al-Qomus Al-Muhith, halaman 690, Al-Mu'jamul Washith, halaman 122)
Al-Imam Asy-Syaukaaniy rahimahullah menuturkan:
"Dan At-Tajassus (adalah) mencari sesuatu yang tersembunyi darimu berupa aib-aib dan aurat-aurat kaum muslimin, Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah melarang mereka dari mencari-cari aib-aib manusia" (Fathul Qodhiir: 5/65, lihat juga; Al-Maushu'ah Al-Fiqhiyyah: 1/162)

Allah Subhanahu wa Ta'aala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus) dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang” [QS. Al-Hujuraat : 12].
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ، وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا "
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Berhati-hatilah kalian terhadap prasangka (buruk), karena prasangka (buruk) itu adalah sedusta-dusta perkataan. Janganlah kalian saling mencari-cari kejelekan (tahassus), saling memata-matai (tajassus), saling hasad, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian, wahai hamba-hamba Allah, orang-orang yang bersaudara” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 6064].
2. Sebagai bentuk pembelaan diri, Purwito akan berdalih; dirinya hanyalah memaparkan kesalahan orang-orang yang melakukan pelanggaran secara terang-terangan dan yang seperti ini tidaklah tercela.
Ane katakan: 
Bukankah dalam banyak screenshoot murahannya, Purwito(walau ga ngaku punya akun FB) dan klompotannya gemar membuka profil akun facebook orang lain kemudian dihubung-hubungkan dengan akun orang lain? Ini buktinya:

Bukankah isi email juga telah dibeberkan oleh Purwito? Lupa ya? Lihat di sini:

Terkadang memang sesuatu yang dipublikasikan, akan tetapi dipelintir dan dimanipulasi oleh Purwito sehingga mengesankan imej buruk sesuai keinginannya, lihat bagaimana mereka menjatuhkan Al-Ustadz Jafar Shalih sebagai orang yang menghalalkan daging babi, apakah Ustadz Jafar Shalih sebodoh itu? Ataukah hanyalah kesimpulan permainan kejahatan Purwito?

Para pembaca bisa dengan mudah mendapatkan hal semacam ini dalam situs setan "tukpencarialhaq".
Purwito berkata:
"Walhamdulillah.Maka bersiaplah kalian untuk menerima balik hukuman syar’i cacian dan makian yang telah kalian lontarkan tersebut (pendusta….setan…iblis…tukpencurialhaq…) kembali pada tengkuk-tengkuk kalian sendiri!!Alhaq apa yang telah kami curi sehingga engkau melemparkan tuduhan tukpencurialhaq wahai Tedo MLM??? Buktikanlah jika engkau memang orang yang benar!!! Bahkan Al Haq adalah wajib bagi kita semua untuk memegangnya dan bukan mencurinya!!!! Allahul musta’an.Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi kita semua dari makar mereka, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, amin."

Bantahan:
Ane memang sengaja plesetkan nama situs saudara Purwito, lihat penjelasannya di sini: http://pelita-sunnah.blogspot.com/2014/04/melerai-bungkaman-dan-menyahut.html

Tidak perlu cengeng dan berkeluh-kesah, Antum kan sering nambahin gelar-gelar buruk untuk orang lain? Nama Ane ditambahin gelar buruk dan dikatakan "telanjang", bahkan Ustadz Antum pun sering plesetkan nama orang lain! Kenapa kalian boleh melakukannya sedangkan Ane ga boleh? (Jangan standar ganda donk!)
Purwito berkata:
"Dan di sini, kami sekaligus menjawab tanggapan saudara Samsul Buton yang merasa kami telah menuduhnya sebagai penulis di blog Pelita Bunglon sehingga dia menuliskan tanggapan panjang lebar dengan dalil-dalil yang ada.
Pertama, tanggapan anda telah kami baca
Kedua, tidak ada alasan bagi kami untuk rujuk dan taubat karena klarifikasi yang anda tulis tidaklah memiliki korelasi dengan tulisan kami.Inilah yang kami tulis:

"siapakah pemiliknya wahai Danang Gotanon Karanganyar? Dan siapa pula penulisnya yang terlibat wahai Samsul Buton yang di Depok??!!)Kami tanyakan, dari pertanyaan pada tulisan di atas, dimana kami menuduh saudara Samsul sebagai penulis pelita bunglon??"
Kami hanya menegaskan kebersamaan saudara Samsul bersama kelompok MLM Dzulqarnain dan ini tidak perlu disangsikan lagi. Kecuali jika saudara Samsul berani bersumpah atas nama Allah bahwa dirinya tidak bersama mereka maka wajib bagi kami untuk rujuk dan bertaubat dari yang demikian ini."
Bantahan:
Dengan meremehkan orang lain dan penuh kesombongan kalian tidak mau rujuk setelah mencomot nama orang yang tidak ada kaitannya dengan fitnah? Mana penegasan kebersamaannya dengan Al-Ustadz Dzulqornain dalam tulisan itu? Sudah bersalah masih saja mencari alibi.

Allah Ta’ala berfirman
:وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَد
ِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا (٥٨)

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, Maka Sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.(QS. Al Ahzab:58)
Firman Allah Ta’ala
: (إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ (١٥“
(ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja padahal dia pada sisi Allah adalah besar.”(QS. An-Nuur:15)

Laa hawla wa laa quwwata illaa billah!
Sungguh aneh kalian ini, kalau kalian digituin kok ga terima? Sungguh luar biasa! Lihat di sini kontradiksi sikap saudara Purwito hadaahullah:

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Allah ta’ala berfirman
:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?” [QS. Ash-Shaff : 2].
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” [QS. Al-Baqarah : 44].
يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذَلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“(Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab),itulah hari (waktu itu) ditampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar” [At-Taghaabuun : 9].


By. Abu Abdillah Tedo Hartono

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.